
Ini pertama kalinya hari weekend Satria mengajak Firda ke suatu tempat, biasanya Firda akan melewati hari weekend dengan penuh kebosanan. Namun, sebelum Firda di ajak ke tempat tujuan Satria mengajak Firda terlebih dahulu ke tempat ia latihan bersama para polisi.
Saat ini Firda tengah duduk di salah satu kursi tunggu yang ada di tempat latihan tepatnya sebuah kursi tua yang ada di bawah pohon yang cukup rindang untuk berteduh dari sinar matahari, matanya tak henti-hentinya menatap kesana kemari melihat para polisi yang berlari, push up, yang tentunya di pandu oleh Satria.
Firda memotret Satria yang sedang memarahi para polisi yang lambat, karena jaraknya yang jauh akhirnya Firda memperbesar layar agar jaraknya lebih dekat.
Jika dipikir-pikir lagi, ia yang lulusan SMA beberapa hari lagi ia akan menjadi seorang istri dari polisi sekaligus CEO di berbagai perusahaan, apa Satria tidak mempermasalahkan hal itu? Pikir Firda gelisah.
Firda langsung melihat hasil jepretan kameranya, ternyata sangat bagus dan tentunya tidak mengurangi ketampanan Satria di foto itu.
Firda melihat Satria yang meluruskan kakinya di lapangan dengan tubuhnya yang berkeringat karena sudah berlatih dari satu jam yang lalu. Firda berjalan ke arah Satria dengan sebotol air minum ditangannya.
"Kau haus?" Tanya Firda sambil menyodorkan botol air minum dan langsung ikut duduk di lapangan yang dipenuhi dengan rumput yang hijau.
"Bajumu akan kotor!" tutur Satria saat menerima botol air mineral itu.
"Tidak masalah!" Jawab Firda dengan senyuman khasnya.
Ck… Kenapa gadis itu malah tersenyum sih? Apakah ia tak melihat disini banyak para polisi laki-laki? Pikir Satria kesal.
Satria Langsung meneguk air itu hampir hingga tersisa setengahnya dengan perasaan yang masih kesal.
"Apakah kita masih lama berada disini?" Tanya Firda penasaran.
"Kau bosan?" Tanya Satria balik.
"Cukup bosan! Terlebih disini tidak ada tempat berteduh!" Tutur Firda yang menggibaskan tangannya karena matahari yang cerah saat ini.
"Kau masuk saja duluan ke mobil lalu nyalakan AC nya!"
"Tidak! Aku hanya ingin menunggumu saja!" Tolak Firda tidak setuju.
"Tunggu sebentar!" Ucap Satria pada Firda yang hanya di balas dengan anggukan kecil darinya, sedangkan Satria sendiri langsung pergi menuju para polisi.
Prit…
Satria Meniup peluit tanda agar para polisi berkumpul semuanya. Tentunya semua langsung berhamburan untuk berkumpul di hadapan kaptennya.
"Latihan hari ini cukup! Kalian bisa beristirahat hari libur ini termasuk hari besok!!" Ucap Satria dengan nada dinginnya.
"SIAP TERIMA KASIH KAPTEN!" Ucap para polisi serempak.
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Satria kembali ke tempat Firda tadi berada.
"Benarkah latihan ini hanya beberapa jam? Biasanya kapten akan membuat hati weekend kita penuh dengan latihan!" Tutur Salah satu polisi wanita disana heran.
"Ini berkat nona!" Ujar Erik yang berada disana.
"Memangnya apa yang nona perbuat?" Tanya Polisi lainnya karena ikut penasaran.
"Kalian tidak melihat nona yang kepanasan disini? Itu sebabnya kapten mengakhiri latihan hari ini!" Tutur Erik dan langsung pergi dari sana meninggalkan para polisi yang lain.
"Oh Nona! Kau Dewi penyelamat kami!! Akhirnya kita bisa merasakan apa itu weekend!" Tutur polisi wanita itu dengan haru.
"Akhirnya aku bisa pergi jalan-jalan bersama istriku!" Ujar polisi laki-laki yang tentu disetujui oleh banyak orang.
Sedangkan kini Satria dan Firda sudah berada di dalam mobil, Firda memejamkan matanya menikmati hawa sejuk setelah panas yang cukup luar biasa.
"Weekend besok kau juga harus ikut latihan!" Ujar Satria tiba-tiba.
Firda yang tadinya memejamkan mata kini langsung terbuka dengan sempurna.
"Ma…maksudnya?"
"Aku tak perlu berolahraga! Aku sudah sehat!" Ucap Firda karena tak mau berolahraga.
"Tidak ada bantahan!!" Firda langsung memutar otaknya untuk menghindari acara berolahraga dengan Satria.
"Satya! Bukannya weekend nanti kita masih pengantin baru? Apa kau tidak ada rencana. mengajakku jalan-jalan. atau seperti bulan madu semacamnya?" Tanya Firda dengan nada lembutnya.
"Tidak!" Jawab Satria singkat, ia tahu betul jika Firda sedang menghindari dari acara latihan dan berolahraga, sebetulnya jantung Satria berdetak kencang saat Firda menyebut Bukan madu.
"Ish… Kau menyebalkan!!!" Ucap Firda kesal dan langsung memalingkan wajahnya ke jendela mobil.
Satria langsung melakukan mobilnya saat dirasa tubuhnya sudah rileks. Ia akan membiarkan Firda marah sepuasnya, entahlah… menurutnya Firda begitu lucu saat kesal seperti itu.
Satria melajukan mobilnya ke tempat dimana tujuan awalnya hari ini, Satria sebenarnya akan membawa Firda ke gedung, yah gedung yang terlihat tua dari dalam namun berbeda jika didalamnya, tadinya ia akan membawa Firda ke gedung nanti sore, namun belum sempat jam makan siang bahkan makan siang masih lama dan ia melihat Firda yang tidak nyaman akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke gedung sekarang.
' sebenarnya ini akan kemana sih? ' tanya Firda dalam hatinya saat melihat jalanan yang sepi, ia juga melihat area seperti hutan di depannya.
Ingin sekali rasanya Firda bertanya, tapi gengsinya besar sekali saat ini, ia yang kesal masa ia yang harus damai duluan! Pikir Firda. Tanpa mau banyak bertanya akhirnya Firda lebih baik diam dan pasrah dibawa kemanapun, toh Satria tidak akan macam-macam bukan? Pikirnya lagi.
Kini Mobil mewah Satria masuk melalui gerbang yang menjulang tinggi namun terlihat tua dan juga ia memarkirkan mobilnya di halaman gedung yang sudah tua itu.
__ADS_1
Firda menatap takut gedung dihadapannya, untuk apa laki-laki ini membawanya kesini? pikir Firda takut.
"Tidak perlu takut! Kau akan takjub dengan isinya!" Ujar Satria tiba-tiba saat melihat air muka Firda yang kusut.
Satria keluar dan langsung membukakan pintu mobil untuk Firda agar ia keluar. Walaupun ragu Firda langsung keluar dan menatap sekeliling area gedung yang berada di tengah-tengah hutan.
Satria langsung meraih tangan Firda dan membawanya masuk ke gedung, pintu gedung terbuka tiba-tiba saat layar monitor merekam wajah Firda dan juga Satria.
Firda menatap takjub pintu yang menjulang tinggi itu, apakah gedung ini masih berfungsi setiap keamanannya? Pikir Firda heran.
Namun beda lagi setelah Firda menatap kagum pintu tadi ia lebih kagum dengan isi yang ada di dalamnya, isinya mewah seperti istana dan juga luas.
Namun dua detik kemudian ia justru kaget dengan isinya yang banyak sekali pria yang sedang menunduk dan berjajar rapih sampai ujung saat Satria dan dirinya masuk, ia juga baru sadar jika dirinya berada di atas karpet merah.
Firda meremas tangan yang digenggam Satria untuk menghilangkan rasa takutnya. Ia baru pertama kali melihat pria sebanyak ini, ini jumlahnya hampir beribu-ribu, pikir Firda kacau.
"Tenanglah!! Mereka tak akan melukaimu!" Tutur Satria dan langsung mengajak Firda untuk berjalan.
"SELAMAT DATANG TUAN DAN NONA MUDA!" Ucap mereka serentak.
Satria Langsung mengangkat tangannya agar mereka semua mengangkat kepalanya.
Otomatis mereka langsung mengangkat kepalanya tanpa melihat tuan dan nona mudanya, mereka jelas ingat poin peraturan yang Satria baru-baru ini tambahkan.
Firda menundukkan kepalanya karena takut menatap satu persatu mereka.
"Angkat kepalamu! Mahkotamu terjatuh baby!" Ucap Satria yang melirik Firda sekilas.
Walau ragu Firda mencoba mengangkat kepalanya sedikit demi sedikit, rasanya sesak sekali dadanya menahan rasa takut ini.
Tak terasa kini dirinya telah melewati lif dan ia sudah berada di lantai paling atas bersama Satria.
BRUK…
Firda terjatuh pingsan secara tiba-tiba, untungnya Satria sudah menebak hal itu sebelumnya. Ia langsung mengangkat tubuh Firda ala bridal style menuju ke kamar pribadinya.
CUP…
Satria mencium kening Firda dengan singkat.
"Terapi tahap terakhir selesai!" Tutur Satria sambil menatap lurus ke depan.
__ADS_1