
DOR…DOR…DOR…
Satria meletakan pistol baru rakitannya yang baru saja ia uji coba dalam latihan kali ini, mata elangnya menangkap sosok gadis yang kini sedang memakan buah-buahan sambil menonton film kesukaannya di tablet milik Satria.
"Mari kita makan siang!" Ajak Satria saat kini telah sampai di hadapan Firda.
"Bagaimana jika makan siang bersama mereka?" Tunjuk Firda pada polisi lain yang kini tengah melepaskan alat yang mereka gunakan pada saat latihan tadi.
"Hmm!!"
"Erik kemari!!" Erik yang mendengar panggilan dari Kaptennya langsung menghadap secepat mungkin.
"Siap Kapten!"
"Suruh mereka berangkat ke Restauran terdekat sini! Kita akan makan siang bersama!" Erik yang mendengar itu langsung mengangguk.
"Ada lagi Kapten?" Tanya Erik.
"Cukup!" Erik langsung mengangguk hormat dan pergi untuk memberi tahu mereka semua.
"memangnya Kau sudah baik-baik saja?" Tanya Satria pada Firda.
"Aku hanya mencoba melawan traumaku sendiri!"
Satria mengelus kepala Firda singkat yang membuat sang pemilik membeku seketika, detak jantung Firda juga langsung berpacu dengan cepat.
"Satria!" Panggil Firda sambil mendongakkan kepalanya menatap manik milik Satria.
Satria mengerutkan keningnya seakan menjawab panggilan dari Firda.
"Aku mau meminta sesuatu boleh?" Tanya Firda hati-hati.
"Katakan!" Jawab Satria sambil duduk di samping Firda.
"Jangan pernah tinggalkan aku setelah aku mencintaimu suatu saat nanti!" Keadaan tiba-tiba hening setelah Firda mengatakan itu.
Satria menatap intens manik coklat milik Firda yang kini menatapnya dengan tatapan seakan memohon.
"Aku pernah gagal dalam masalah hubungan, duniaku juga berantakan saat ini, bahkan aku sendiri tak mampu membereskannya, jika kamu berniat hanya untuk menyakitiku, aku mohon lepaskan aku! Kasihani aku!! Jangan biarkan hati ini hancur untuk yang kesekian kalinya! Aku takut malah jatuh hati padamu suatu saat nanti!!"
CUP…
Satria mengecup bibir Firda singkat yang membuat empunya terkejut dan langsung membatu.
"Kau tidak bodoh! Ku kira kau akan tahu lewat semua tindakanku, bukannya kau pernah berpengalaman dalam percintaan? Bahkan jika kau yang meminta untuk pergi dariku aku tak akan membiarkannya!!" Tegas Satria.
"Ma…maksudnya?" Tanya Firda gugup.
"Lebih baik kita pergi makan siang! Mereka sudah menunggu kita!" Tanya Satria heran.
__ADS_1
Seketika Firda teringat sesuatu.
BUGH…
Firda memukul dada bidang Satria dengan keras.
"Ish…menyebalkan!!! Kau mengambil First kiss ku!!" Rengek Firda tak terima.
Satria tersenyum miring mendengarnya.
"Benarkah ini First kiss mu?" Tanya Satria remeh.
"Kau pikir aku wanita seperti apa hah?" Tanah Firda kesal.
"Ini ciuman keduaku di bibirmu! Kau tak ingat aku pernah mencium mu saat kita tidur bersama pertama kali? Ah sayang sekali… aku pikir kau mengingatnya!!" Firda melotot tak percaya apa yang di katakan polisi itu dengan santai saat ini.
"Kau memang benar-benar ya!!!" Firda memukul-mukul dada Satria dengan keras namun sang empu tak bereaksi sama sekali.
"Cute!!" Ucap Satria singkat yang mampu membuat pergerakan Firda terhenti dan langsung memalingkan wajahnya karena malu, ah sekarang wajahnya sudah seperti kepiting rebus sepertinya.
"Kau bushing?" Tanya Satria dengan terkekeh.
"Aku sudah lapar! Cepatlah!!!" Firda langsung berjalan terlebih dahulu meninggalkan Satria yang kini sedang tertawa geli melihat tingkat Firda saat ini.
Acara makan siang para polisi ternyata menyorot menjadi perhatian publik, restauran terdekat yang Satria maksud memang bukan main-main, makanan disana semuanya terhitung mahal dan membuat para polisi sungkan untuk memesannya, namun karena perintah Satria membebaskan mereka untuk memilih menu kesukaan masing-masing membuat mereka bersorak senang.
"Kenapa restauran ini sangat sepi?" Tanya Firda berbisik pada Satria.
"Kenapa sampai menyewanya segala?"
"Kau mau mereka menunggu lama karena harus melayani pengunjung lain terlebih dahulu?" Tanya Satria pada Firda, jika dilihat jumlah polisi yang saat ini makan terbilang hampir memadatkan ruangan restauran, bahkan meja yang begitu panjang ini tidak cukup untuk mereka semua, jadinya sebagian lagi harus berada di meja panjang yang terpisah.
"CK… Kau membayar mereka semuanya ya? Mana harus membawa uang sewa lagi! Aku menyesal telah memintamu mengajak mereka makan bersama kita!"
"Membayar mereka tidak sampai menurunkan setengah sahamku di William group!!" Firda hanya berdecak kesal mendengarnya.
Akhirnya Firda, Satria dan seluruh polisi disana kini makan dengan khidmat tanpa mendapat gangguan apapun.
"Ibu Kapten makin hari makin cantik aja ya!" Puji salah satu polisi wanita disana.
"Jangan Salah dong! Kapten gak mungkin sala pilih!!" Jawab salah satunya lagi.
"Kalian ini terlalu berlebihan!" Jawab Firda tidak enak.
"Kapten kita duluan kekantor! Ada laporan kasus baru yang belum di selesaikan!" Satria hanya mengangguk mendengar ucapan Erik yang masih di lingkaran meja makan.
"Kami duluan ya Bu Kapten!" Firda hanya tersenyum canggung sambil mengangguk karena bingung harus menjawab apa.
"Kau sedang apa disini?" Tanya Satria pada Firda dengan usil.
__ADS_1
"ish… aku duluan saja kalau begitu!" Ucap Firda kesal.
Dengan gerakan cepat Satria langsung menahan tangan Firda agar ia tidak pergi.
"Tunggu aku di mobil!" Setelah mengatakan itu ia langsung pergi ke kasir untuk membayar seluruh pengeluarannya hari ini.
Firda langsung berjalan keluar dan akan menunggu Satria sesuai ucapannya tadi, namun saat Firda berjalan keluar ia melihat sosok yang ia cari selama ini.
Firda berlari dengan cepat untuk menyusul. wanita paruh baya itu.
"Ibu!!!" Panggil Firda dengan keras.
Yaps… tak sengaja Firda melihat sosok Rani yang baru saja keluar dari mobil hitam yang di kendarai oleh Sopir pribadinya.
Rani menatap Firda tak percaya, bagaimana bisa ia bertemu dengan Firda disini, ia sudah tak Sudi melihat wajahnya saat ini.
"Ibu aku merindukanmu!!" Firda langsung memeluk tubuh Rani yang banyak sekali perubahan saat ini.
"Lepaskan aku bodoh!!" Dengan kasar Rani menghempaskan tangan Firda dari tubuhnya.
"Ibu hiks… kata pak Cahyo ibu sudah menikah? Ibu kenapa tega? Ibu, ayah sudah ditemukan, dia udah gak ada! hiks…"
"Kau pikir aku peduli? Kau sudah jadi wanita malam bukan? Pergilah!!! Aku sudah tidak peduli denganmu!! Jangan menampakkan wajahmu didepanku saat ini! terlebih pada keluarga baruku!!!" Tegas Rani pada Firda.
"I…ibu aku bukan wanita malam Bu… Aku masih anak ib…"
"CUKUP!!"
"Kau bukan anakku lagi!! Aku sudah tidak peduli padamu!!" Ucap Rani jengkel dan menatap Firda jijik.
Rani langsung pergi meninggalkan Firda yang kini menangis tersedu-sedu. Namun, dengan cepat Firda langsung berlari mengejar Rani yang akan masuk ke dalam mobil.
"Ibu aku mohon Bu!! Aku akan tetap jadi anakmu!"
"Pergi kau! Aku tidak mau sampai suamiku melihatmu!!" Rani dengan kasar mendorong tubuh Firda yang ke belakang hingga hampir terjatuh jika saja tidak di tahan oleh seseorang dari belakang.
Sedangkan Rani langsung masuk ke dalam mobil meninggalkan Firda yang masih. meraung keras.
"Hey!! Sudahlah!!" Satria memeluk tubuh Firda dari belakang Agar gadis itu tenang.
"Hiks… aku masih tetap anaknya bukan? Aku tak punya siapa-siapa lagi di dunia ini!!"
"Lalu kau anggap apa aku saat ini?" Tanya Satria dan dengan gerakan cepat langsung membalikkan tubuh Firda untuk menghadapnya.
"Dengarkan aku!!! Sekarang aku adalah duniamu, sampai kapanpun!!" Tegas Satria sambil menangkup wajah Firda dengan kedua tangannya.
Dengan pelan Satria mengusap sisa air mata Firda Dan langsung mengecup kedua kelopak mata Firda singkat.
.
__ADS_1
.
..