Hallo Mas Polisi

Hallo Mas Polisi
63. Tidak boleh bertemu


__ADS_3

"kamu harus bunda kasih tahu berapa kali sih Satya?Bunda gak setuju ya! Pokoknya kamu harus pulang ke mansion sebelum kamu melakukan ijab qobul untuk Firda!!" Tegas Amera pada putranya.


"Bunda! Ini bukan jaman tua!" Ucap Satria yang cukup prustasi ini saat ini, pasalnya ia sangat siap hari ini, kenapa juga bisa kepergok saat sedang memeluk tubuh Firda erat tadi pagi, dan sialnya juga bundanya mendengar pembicaraan mereka berdua.


Flashback On


Firda sedang memasak untuk ia sarapan bersama Satria.


Grep…


"Kau kenapa tidak pulang ke mansion semalam setelah makan? Aku akan di Omel bunda Mera nanti!!" Tutur Firda sambil mencoba melepaskan pelukan Satria yang mengganggu ia saat masak.


"Tak akan ada yang mengomeli mu!!" Ucap Satria yang terus mengendus-endus wangi rambut Firda.


"Satria kau suka sekali meresahkan ya!!" Ucap Firda yang merinding akibat Satria yang terus mencium aroma tubuhnya dari belakang.


"Kau marah hmm?" Tanya Satria.


"Siapa yang tidak marah? Aku tak akan marah seperti ini jika kau semalam tidak menyelinap masuk ke kamarku dan tidur di sebelahku saat aku terlelap!!" Ucap Firda dengan kesal sambil terus mengaduk nasi gorengnya.


"Aku suka saat kau marah!" Tutur Satria tanpa menghiraukan ucapan Firda yang panjang lebar itu.


"APA? KALIAN TIDUR BERSAMA?" Karena kaget Firda langsung melepaskan pelukan Satria saat mendengar suara yang begitu nyaring di dapurnya.


' Bunda ' Batin Firda saat melihat wanita paruh baya yang kini terlihat syok.


"Bu…bunda? Kapan bunda sampai?" tanya Firda mengalihkan pembicaraan.


"SATYA KALIAN INI BELUM SAH!!!" Ucap Amera prustasi dengan suara cemprengnya.


' Bahkan kita sering tidur bersama juga pernah satu Hoodie Bund! ' ucap Satria dalam hatinya, ia tak mungkin berani berbicara seperti itu, bisa kacau jika neneknya tahu.


"Pokoknya kaloan tidak boleh bertemu sebelum kalian sah! Final!!" Ucap Amera yang langsung pergi dari dapur menuju ruang tamu.


Dan berakhir dengan perdebatan kecil antara Satria dan Amera sang bunda akibat Satria yang terus menolak.


Flashback off


"Satria ini hanya tinggal menghitung hari! Kau tahan saja selama dua hari! Lagian bunda akan menjamin calon menantu bunda agar selamat!!" Ucap Amera pada putranya sedikit tegas kali ini.


"Gak bund! Sekali enggak tetap enggak!" Ucap Satria Keukeh.

__ADS_1


"Satria!!! Biasanya kamu tak sekeras kepala ini!!" Ujar Amera yang memijat pangkal hidungnya.


"Bunda! Lagian Satria janji gak bakal ngilangin lagi!" Amera menggeleng sebagai tanda tak percaya dengan putranya, ternyata benar kata Sintia, Satria akan berubah jika sudah menemukan cintanya, dan ini terbukti jelas, biasanya ia sangat risih ditempeli seorang wanita, tapi sekarang dia sendiri yang menempeli wanita dan itu hanya Firda seorang.


"Satria! Ikuti apa kata bunda!" Tegas Firda juga.


"Kalau aku tidak mau kau mau apa hmm?" Tanya Satria yang memunculkan senyuman miringnya.


"Bunda! Kalau Satria tidak mau menurut! Lebih baik pernikahan kita dibatalkan saja!" Ucap Firda sambil menatap Satria tajam.


Amera tentu kaget dengan penuturan Firda, kenapa Gadis itu begitu berani bilang seperti itu? Apakah ia tak tahu marahnya Satria jika sudah sangat emosi? Pikir Amera heran dengan calon menantunya.


Satria begitu emosi mendengar perkataan Firda, namun sebisa mungkin ia harus menahannya agar tidak marah di hadapan gadisnya.


"Pernikahan akan tetap berlanjut! Dan aku akan mengikuti kemauan bunda!" Ucap Satria datar tanpa melihat ke Arah Firda.


Amera yang mendengar hal itu tentu kaget, untung saja putranya tidak marah, dan ia juga sangat senang ternyata kuncinya memang ada di diri Firda, ia beruntung sekali rasanya sebentar lagi akan memiliki calon menantu seperti Firda.


Berbeda dengan Firda saat mendengar nada suara Satria yang berbeda dari biasanya, apa laki-laki itu marah? Apa ia keterlaluan barusan? Kenapa laki-laki itu bahkan tidak meliriknya sama sekali? Firda terus jalur dengan pikirannya.


"Yasudah! Kamu mau ke kantor sekarang bukan?" Tanya Amera pada Satria.


"Hmm!"


"Aku akan sarapan dikantor!" Ujar Satria yang langsung bangkit dari duduknya, ia menghampiri Amera dan mencium tangan serta kening bundanya.


"Hati-hati sayang!" Ucap Amera yang langsung mengelus pundak Satria.


"Hmm!"


Setelah bergumam sebagai jawaban, Satria berlenggang pergi begitu saja tanpa melirik Firda sedikitpun, lagi-lagi hati Firda begitu sakit melihat Satria yang seperti itu, ia merasa bodoh telah mengancam membawa nama-nama pernikahan segala, laki-laki itu pasti marah! Yah dia sangat marah sekarang, Firda yakin akan hal itu.


"Bunda!" Panggil Firda pelan.


"Ya sayang?" Tanya Amera.


"Satria marah ya?" Tanya Firda lagi.


"Bunda yakin dia hanya sedang menahan emosinya saja! Dia terlalu sensitif! Satria memang selalu mendiamkan seseorang yang menurutnya tak boleh ia marahi atau sekedar meluapkan emosi! Bunda juga pernah ngalamin kayak gitu, bahkan Sintia pun sama!" Tutur Amera untuk meyakinkan calon menantunya.


"Lama gak ya bund?" Tanya Firda lagi.

__ADS_1


"Emhhh… kayaknya nanti juga baikan sendiri!!" Ucap Amera.


"Udah ah! Jangan dipikirkan ya! Nanti juga jadi seperti biasa lagi kok sayang! Mending kita sarapan yuk!" Ajak Amera pada Firda agar tidak berlarut-larut dengan pikirannya.


Akhirnya mereka berdua sarapan karena kebetulan Amera juga belum sarapan dari Mansion karena Saka tidak ada, jadi ia tadi pagi memutuskan untuk sarapan bersama dengan calon menantunya, namun ternyata sarapan tersebut juga harus tertunda akibat kejadian yang baru saja selesai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Tuan! Dia mulai bergerak saat ini!"


"Awasi dia! Jangan sampai dia bergerak sebelum acara pernikahan ku!! Dan perketat penjagaan gaidsku!!"


Satria tersenyum sinis sejenak, dia memang kesal karena tak bisa bertemu gadisnya dalam waktu 2/3 hari, tapi dia lebih kesal ketika laki-laki di monitor tabletnya sudah mulai bergerak untuk melawannya.


"cih… bahkan kau hanya memiliki banyak rencana tanpa tahu konsekuensi yang akan kau hadapi nantinya!!" ujar Satria.


"Jangan lengah Juan! Atau aku akan menghukum mu!" Ucap Satria memperingati.


"Baik tuan!"


Satria sudah tak sabar menanti hari pernikahannya bersama Firda, memikirkan Firda yang tak ikut ke kantor sekarang pun membuat dirinya ingin sekali memukul setiap orang yang ia lihat.


"Kerjakan semua pekerjaan ku dengan selesai satu hari sebelum acara pernikahan ku! Atau aku akan membakar berkas-berkas yang menggangguku nanti!!"


"Baik tuan!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Sayang dengarkan aku dulu baby!!!"


"Aku ingin membalas wanita itu! Berani-beraninya dia menjerat ku dengan hukum! Kau mengertilah!"


"Kau tahu Rangga? Jika kau sampai tertangkap lagi, kau akan habis saat itu juga!! Dan kau bisa-bisanya setelah kabur masih berani menghampiriku dalam waktu cepat!!" Ucap Ansela dengan amarahnya.


"Tenang sayang! Kau jangan panik seperti itu oke!!" ucap Rangga sambil mengelus rambut Ansela lembut.


"Siapa yang membantumu keluar?" Tanya Ansela dengan penuh selidik.


"Temanku! Kau akan tahu pada waktunya!!" Ujar Rangga.


"Rangga! Jika kau memiliki kesempatan, bawa wanita itu ke hadapan ku dengan masih bernyawa, biar aku yang mengakhirinya!!" Ujar Ansela dengan amarah yang menggebu-gebu.

__ADS_1


"Of course baby!" Ucap Rangga yang langsung mencium kening Ansela dengan lama.


__ADS_2