Hallo Mas Polisi

Hallo Mas Polisi
68. Rencana Bulan Madu


__ADS_3

Firda memandangi wajah tegas Satria yang kini masih terpejam, pikirannya kembali pada kejadian semalam, laki-laki didepannya kini sudah seutuhnya menjadi miliknya, malu sekali jika harus mengingat lagi.


Firda mengelus rahang Satria pelan agar tak membangunkan laki-laki yang masih terlelap dalam tidurnya itu.


"Kenapa kau sangat tampan?" Gumam Firda pelan.


"Aku juga tidak tahu!" Jawab Satria tiba-tiba yang membuat Firda kaget hingga mundur kebelakang dan hampir saja terjatuh jika saja Satria tidak menahannya.


"Hati-hati!" Ucap Satria dan langsung menarik Firda agar kembali ke posisi semula.


"A…aku mau mandi!" ucap Firda yang hendak bangun.


"Kau mau ke kamar mandi tanpa memakai apapun?" Bisik Satria yang menahan pergerakan Firda.


Sial! Kenapa ia bisa lupa kalau sekarang dirinya tak memakai sehelai benang pun. Firda langsung menutup dirinya sampai kepala dengan selimut tebal itu.


"Kenapa hmm? Bahkan aku sudah melihat semuanya!" Ucap Satria yang langsung memeluk tubuh Firda dari balik selimut.


"Pergilah dulu! Aku mau mandi!!" Ucap Firda kesal karena Satria yang tengah menggodanya.


"Baiklah-baiklah! Kau akan mandi! Tenang saja!" Satria langsung bangkit dari tidurnya dan ia langsung mengangkat tubuh Firda beserta balutan selimut nya.


"Aaaaaaaaaaaa!!" Firda menjerit karena kaget saat merasakan tubuhnya yang secara tiba-tiba melayang ke udara.


"Sttttt… katanya mau mandi!" Satria langsung menurunkan tubuh Firda yang masih di balut dengan selimut tebal di dalam kamar mandi.


Firda langsung menahan selimut tebal itu agar tidak jatuh begitu saja, bisa-bisa ia malu. Terdengar Satria yang menutup pintu kamar mandi membuat Firda bernafas lega, ia langsung saja membuka balutan selimut tebal itu dan langsung pergi menuju bathub untuk merendam dirinya dengan air hangat saat merasakan area intimnya yang sakit.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kenapa kamu ke kantor sih? Tuh Adik ipar pasti badmood! Seharusnya kalian rencanakan bulan madu, bukan begitu nek?" Tanya Sintia pada Emery, kebetulan pagi ini Edward dan Emery belum pulang.


"Benar Satria! Ayolah… nenek ini sudah tua, ingin sekali nenek menimang cicit dari kalian berdua!"


"Aku tidak memikirkan hal itu!" Jawab Satria yang langsung menyuapkan stroberi Firda ke mulutnya.


"Adik ipar! Negara mana yang ingin kau kunjungi?" Tanya Sintia pada Firda.


Firda yang merasa di tanya melirik Satria sebentar sebelum ia angkat bicara.


"Jika Satya saja enggan pergi, kenapa aku harus memaksanya kak? Lagian mungkin banyak sekali pekerjaan Satya di kantornya!" Jawab Firda dengan senyuman singkatnya.


"Pekerjaan bisa ditunda sebentar bukan? Lagian biasanya juga pekerjaan itu di tangguhkan pada tangan kanannya!" Tutur Saka yang tak setuju dengan pendapat menantunya itu.


"Iya Satya! Bunda juga wanita, pasti Firda juga menginginkan pergi keluar negeri bukan? Ayolah cuti minimal dua Minggu kedepan!" Ucap Amera.

__ADS_1


Satria memandang wajah Firda yang bingung untuk menjawab dari keluarganya.


"Negara mana yang mau kau kunjungi! Sekalian kita bukan madu!" Tutur Satria sambil menatap manik Firda.


"Nah itu baru adikku!" Ujar Sintia sambil mengedipkan matanya pada suaminya.yang di balas dengan keukehan kecil dari Kenzo.


"Emhhh… aku tidak tahu!" Jawab Firda bingung, pasalnya jika ditanya seperti itu tentu semua negara ingin ia kunjungi, tapi tidak mungkin bukan?.


"Oke! Kita keliling dunia!" Jawab Satria yang membuat semua orang terperangah.


"Ya ampun! Bukan berarti seperti itu juga Satria!" Ujar Sintia prustasi.


"Kenapa? Uangku. tidak akan habis bukan?" Tanya Satria remeh kepada sang kakak.


"Satria! Jangan terlalu berlebihan! Sepertinya satu negar saja cukup!" Ucap Firda agar laki-laki itu berubah pikiran.


Satria menatap Firda dalam lalu mengangguk.


"Aku mau lima negara! Final!"


"Adik ipar aku sarankan jangan membantah! Lima negara lebih baik dari pada harus keliling dunia sampa ujung Papua!" Ujar Sintia saat melihat Firda. yang siap berkomentar.


Firda hanya mengangguk setuju saja jika sudah begini, lagian Satria juga pasti memaksanya nanti.


"Mulai besok kita akan tinggal di mansion yang telah aku siapkan! Aku hanya ingin belajar mandiri mulai sekarang!" Tutur Satria.


"Bunda juga bisa berkunjung atau mungkin kita yang berkunjung kesini? Bukan begitu sayang?" Tanya Satria sambil menata Firda dalam.


"Iya bunda! Ini keputusan kami tadi pagi!" Ucap Firda.


"Gak apa-apa juga bund! Nanti kita bisa berduaan bukan?" Amera menatap tajam Saka karena perkataannya itu.


"Nanti kakek belikan peralatan untuk di mansion baru kalian!"


"Tidak perlu kek! Cucumu tidak kekurangan apapun!"


Edward memutar bola matanya malas mendengar kesombongan cucunya itu.


"Terserah kau saja! Tahu-tahu barangnya sudah sampai di mansion mu!"


"Sudahlah! Ayo kita ke kantor!" Ajak Satria pada Firda.


"Mulai sekarang Istriku adalah asisten pribadiku!" Tutur Satria saat melihat kakaknya yang hendak berbicara.


"Satya! Kamu serius?" Satria hanya mengangguk sebagai jawaban untuk pertanyaan dari bundanya.

__ADS_1


"Sudahlah bunda! Pengantin baru!" Ujar Sintia pada Amera.


Satria akhirnya pamitan bersama Firda untuk menuju ke kantornya, ia akan menyelesaikan pekerjaannya karena sesuai rencana mulai besok atau lusa ia akan pergi bukan madu bersama Firda.


"Satya! Apa cara berjalan ku tidak aneh?" Tanya Firda yang ada di samping Satria.


"Tidak!" Jawab Satria sambil melirik Firda, namun sedetik kemudian ia menyingrai mengingat sesuatu.


"Mungkin kita bisa mengulang kegiatan semalam bukan? Biar kita tahu nanti cara jalanmu aneh atau tidak, semalam aku hanya sebentar!"


Firda langsung memukul dada bidang Satria dengan keras hingga menimbulkan suara karena kesal.


"Kau tak punya malu!" Ucap Firda sambil memalingkan wajahnya takut ketahuan kalau saat ini wajahnya sedang terbakar.


"Cute!" gumam Satria yang langsung membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Firda masuk kedalam, setelah itu baru ia masuk ke kursi kemudinya.


Diperjalanan hanya didampingi dengan keheningan, tangan kiri Satria digunakan untuk menggenggam tangan kanan Firda, sedangkan tangan kiri Firda digunakan untuk scroll tik tok selama di perjalanan.


"Satya!" Panggil Firda.


"Hmm!" Gumam Satria.


"Menara Eiffel begitu cantik bukan? Lihatlah!" Satria hanya melirik sekilas ke layar handphone Firda.


"Biasa saja! Ia kalah dengan kecantikanmu!" Tutur Satria yang kembali fokus menyetir.


"Satria aku serius!!" Ujar Firda kesal dengan suaminya.


"Kau mau kesana?" Firda tampak berpikir sejenak lalu akhirnya mengangguk.


"Kita akan mengunjungi Paris terlebih dahulu kalau begitu!"


"Sungguh?" Ucap Firda semangat.


Satria menghentikan mobilnya saat melihat lampu merah yang menyala didepan.


"Tentu! Aku akan menunjukkan kepada menara Eiffel betapa cantiknya istriku ini!"


CUP…


Satria mengecup bibir Firda singkat sebelum ia kembali melajukan mobilnya.


"Thank you!"


"Your Welcome Honey!"

__ADS_1


' Ouh ayolah Satya! Aku tak tahan lagi dengan tingkah mu yang manis ini! ' Jerit Firda dalam hatinya.


__ADS_2