Hallo Mas Polisi

Hallo Mas Polisi
70. Kepribadian Anita


__ADS_3

Firda menggeliat sambil meraba bantal disampingnya yang ternyata sudah kosong, ia terpaksa membuka matanya dan menetralkan matanya dari cahaya lampu di atasnya.


"Satya!" Panggil Firda dengan suara seraknya.


Firda bangkit dari tempat tidurnya dan melihat setiap ruangannya. Ternyata ia masih berada di pesawat, pikir Firda sambil turun dan mencari sosok Satria yang sudah tidak ada di kamar khusunya.


Firda keluar dan mulai mencari Satria.


"Ada yang bisa saya bantu nona muda?" Tanya salah satu pramugari yang langsung menghampiri Firda.


"Dimana Satya?" Tanya Firda sedikit linglung.


"Ada di ruangan sebelah Nona! Mari saya antar!"


"Tidak perlu! Aku sendiri saja!" Ucap Firda menolak.


Firda melangkahkan kakinya menuju ruangan yang dimaksud pramugari tadi. Tak lama ia menemukan Satria yang sedang menikmati secangkir kopi sambil menatap awan-awan dari jendela pesawat.


GREP…


Entah keberanian dari mana Firda langsung memeluk leher Satria dari belakang dan menopang dagunya di pundak Satria.


"Ku kira kau kemana!" Bisik Firda dengan suara seraknya.


"Kau sudah bangun hmm?" Tanya Satria sambil mengelus rambut Firda dari samping.


"Hmm! Aku lapar!" Gumam Firda.


"Kemarilah!" Ucap Satria menepuk pahanya agar Firda duduk diatasnya.


Firda berjalan dan langsung duduk di atas Satria, ia juga langsung menyandarkan kepalanya pada dada bidang Satria.


"Kau mau makan apa hmm?" Tanya Satria sambil menutupi tubuh Firda yang hanya memakai piyama tidur pendeknya dengan jas yang ada di sampingnya.


"Terserah kau saja!" Gumam Firda lagi yang masih belum selesai mengumpulkan nyawanya.


"Baiklah!" Satria langsung mengkode salah satu pramugari disana untuk mendekatinya.


"Buatkan satu porsi makanan untuk istriku!"


"Baik Tuan Muda!" Pramugari tersebut langsung melenggang pergi dari hadapan pasutri baru itu


"Apa perjalananya masih lama?" Tanya Firda sambil menatap wajah Satria.


"Kenapa hmm? Apa kau sudah tak sabar?" Tanya Satria sambil merapihkan anak rambut Firda yang berantakan dan belum sempat ia rapihkan.


"Disini sangat membosankan!" Ucap Firda sambil menyandarkan kembali kepalanya pada dada bidang Satria.


"Sekitar satu jam lagi sepertinya kita akan segera mendarat, bersabarlah!" Ucap Satria.

__ADS_1


"Makananmu sudah datang! Ayo makanlah!" Ucap Satria saat melihat pramugari membawa baki makanan serta menyajikannya di meja.


Firda langsung bangkit dari pangkuan Satria dan duduk di kursi sebelahnya untuk menyantap makanan yang sudah tersaji.


"Selamat menikmati Nona muda!" Ujar Pramugari yang langsung pergi dari sana.


"Kenapa kau malah kesana?" Tanya Satria dengan kesal saat Firda beralih duduk.


"Aku mau makan dengan nyaman saja!" Jawab Firda seadanya, ia langsung mengangkat kakinya ke kursi serba. canggih itu dan langsung menyantap makanannya.


"Memangnya disini tidak nyaman hmm?" Tanya Satria lagi saat mendengar jawaban tak masuk akal Firda.


"Satya aku sedang makan! Jangan banyak bertanya!" Ucap Firda sambil menatap kesal Satria.


Satria langsung meraih Piring makanan Firda dan meletakkannya di meja, Firda yang hendak protes langsung mengurungkan niatnya saat Satria mengangkat tubuhnya untuk duduk di pangkuan laki-laki itu.


"Makanlah!" Ucap Satria yang langsung menyerahkan piring tadi yang sempat ia simpan tadi.


Firda hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku suaminya. Namun tanpa mau berdebat panjang, Firda langsung meneruskan makannya tanpa membantah dan membiarkan Satria yang memeluknya dari belakang.


"Suapi aku!" Ucap Satria tiba-tiba dan langsung mengubah posisi duduk Firda agar gampang menyuapinya.


Firda langsung menyodorkan sendoknya untuk diberikan kepada Satria dan langsung diterima oleh laki-laki itu.


Setelah selesai Satria langsung meraih Piring dari tangan Firda dan menyimpannya di meja, ia juga menyodorkan air minumnya kepada Firda dan tentu Langsung diterima oleh Istrinya.


"Mau kembali kekamar hmm?" Tanya Satria.


"Siapa tahu kau mau mengulangi seperti waktu itu!!" Bisik Satria ditelinga Firda.


Firda yang tahu arah pembicaraan Satria langsung memukul lengan kekar Satria dengan keras.


"Dasar mesum!" Cibir Firda dengan kesal.


Satria justru malah terkekeh pelan melihat kekesalan Firda. Ia langsung mengigit pipi Firda pelan karena terlalu gemas.


"Satya!! Menyingkirlah!!" Ucap Firda berusaha lepas dari pelukan laki-laki ini.


"Diamlah! Nanti kau yang akan kesusahan jika dia terbangun!" Bisik Satria dengan suara seraknya.


Firda langsung terdiam mendengar perkataan Satria, ia tidak mau macam-macam sekarang.


"Aku mau mengambil handphoneku!"


"Pakai handphoneku saja!" Ujar Satria yang langsung menyodorkan benda pipih berbentuk persegi itu pada Firda.


"Hmm!" Gumam Firda yang langsung meraih handphone Satria.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


"APA? JADI SATRIA PERGI KELUAR NEGERI BERSAMA JA*ANG ITU?" Ucap Anita dengan syok.


Anita tanpa segan-segan langsung membanting handphonenya ke lantai hingga hancur berkeping-keping.


"SIAL-SIAL!!! SUDAH MULAI BERANI SEKALI WANITA JA*ANG ITU!!" Anita langsung mengacak kembali kamarnya hingga tak terbentuk seperti kamar.


"Kenapa Satria semakin dekat dengan dia?" Pikir Anita prustasi.


"Awas saja! Aku tak akan tinggal diam dengan semua ini! Aku akan singkirkan hama yang berani mendekati kamu Satria sayang! Termasuk wanita j*Lang itu! Lihat saja! Seorang Anita bisa melakukan apapun untuk kemenangannya!" Ucap Anita dengan seringai iblisnya yang begitu jelas tercetak diwajahnya.


Anita langsung pergi keruang kerjanya untuk melacak keberadaan Satria dengan nomor teleponnya, kebetulan sekali informasi Satria dapat ia bobol lewat akun kepolisiannya, hal itu sangat mudah bukan? Pikir Anita.


Namun ia tidak menemukan Titik terang keberadaan Satria kali ini, yang muncul hanya tujuan kepergian Satria kali ini.


"Prancis!"


"Wow! Sangat mengejutkan! Untuk apa kau pergi kesana sayang? Apa kau sedang mengajak J*Lang kampungan itu hmm?"


"Lihat saja! Aku akan menghancurkan dia disana sayang! Karena berani-beraninya dia mengambil kau dariku!" Ujar Anita dengan senyumannya.


Ia langsung mengambil tabletnya dan menghubungi seseorang disebrang sana.


"Atur jadwal pemberangkatan ku ke Paris sekarang juga!" Tutur Anita dengan nada tegas.


"…"


"Atur saja! Aku tak mau tahu hari ini aku harus segera pergi kesana!"


"…"


"Jadwal meeting dengan para polisi bodoh tidak penting bagiku! Lakukan apapun yang kukatakan atau kau tahu akibatnya nanti!"


"…"


"Kabari aku jika semuanya sudah siap!"


TUT…


Anita langsung mematikan sambungan teleponnya sepihak, ia memang belum tahu harus kemana saat ia tiba disana, tapi semoga saja takdir sedang berpihak padanya nanti.


Anita langsung menuju ke lemarinya, ia mengambil beberapa benda yang ia butuhkan saat ini untuk pelampiasannya, ia mengambil beberapa belati kecil dan dimasukan ke saku jaketnya.


"Sudah lama aku tidak menjenguk pra anak-anak tikus yang mungkin Sekar sudah mulai besar!" Gumam Anita yang langsung keluar kamarnya.


Ia berjalan ke arah belakang rumahnya tepatnya kesebuah gudang yang sudah jarang sekali dikunjungi kecuali oleh Anita sendiri.


Anita memiliki kepribadian lain jika sedang marah, ia akan melukai hewan-hewan tak bersalah itu sebagai mangsanya, jiwa darah psikopat dari Almarhum kakeknya menurun pada dirinya dan tidak ada yang tahu kecuali kedua orangtuanya sendir.


Sebenarnya Anita sangat suka jika melukai manusia, tapi ia tidak pernah membunuh lagi manusia sejak masuk ke dunia kepolisian tepatnya saat ia semakin jatuh pada pesona Satria.

__ADS_1


...KOMENTAR DONG READER!!! SEPI AMAT JIH CERITA😌 AUTHOR GAK SEMANGAT NIHHHH🙂...


__ADS_2