Hallo Mas Polisi

Hallo Mas Polisi
28. Kabar Bahagia?


__ADS_3

Firda diantar oleh Maya ke ruang makan sesuai apa yang diperintahkan oleh Amera untuk ikut sarapan bersama, lebih tepatnya mereka sarapan kesiangan sih, itu juga akibat kejadian tadi pagi.


"Kemari sayang! Kau mau makan apa hari ini?" Ucap Amera dan mempersilahkan Firda duduk di dekatnya.


"Nasi dan sayur saja!" Amera yang mendengarnya langsung mengangguk dan mengambilkan makanan untuk Firda, sebenarnya Firda tak enak pada Amera yang selalu melayaninya. tapi Amera selalu melarangnya keras agar ia hanya duduk saja, Firda tidak munafik jika ia tak bahagia saat ini, ia sangat bahagia.


"Kau tak apa aku ikut makan?" Tanya Saka pada gadis di depannya.


"Tidak Mr. William! Justru aku meminta maaf terus merepotkan kalian!" Jika kalian tahu kapan Firda. tahu bahwa Satria adalah putranya yang terkenal dengan sebutan Mr. William itu? Jawabannya adalah saat ia melakukan terapi, bahkan Firda sampai melupakan ketakutannya gara-gara kekagetannya.


"Kau masih memanggilku Mr.Willian bahkan saat kau akan menjadi menantuku?" Firda hanya tersenyum kikuk menahan malu, pasti semua di mansion sudah tahu kejadian tadi, ingin sekali Firda menghilang dari bumi ini.


"Ma…maaf!" Ucap Firda gugup.


"Kapan kita akan makan hmm? Jika kalian terus berbicara!" Tutur Emery kesal.


Firda menatap Emery sendu! Apakah Nenek membencinya saat ini? Bahkan sejak ia masuk ke ruang makan Emery tak sama sekali menyambutnya seperti yang biasa dilakukannya.


"Satya ayo bergabung!" Ajak Amera tiba-tiba saat melihat Satria yang lengkap dengan stelan Baju polisinya dengan balutan jas yang di penuhi banyak logo emas.


Satria langsung duduk berhadapan dengan kursi Firda, ia sempat menatap Firda yang kini seperti sedang melamun.


"Kau mau makan apa sayang?" Tanya Amera lembut, ia memang selalu menganggap putranya itu masih kecil karena. sifat kasih sayang Amera.


"Nasi dan ayam bakar saja Bund!" Jawab Satria.


"Tambahkan sayur ya? Minggu ini kamu jarang banget makan sayur! Kamu harus jaga pola makan kamu sayang! Jangan terlalu banyak makan-makanan yang mengandung pengawet!" Saat posisi ini Amera akan berubah jadi crewet, mau itu kepada suaminya, ibu dan ayahnya, ibu dan ayah mertuanya, apalagi pada putra-putrinya.


Tanpa mereka sadari, kini Firda menatap adegan itu dengan sendu, hatinya mencelos begitu saja, rasa sakit menghantam dadanya, kenapa Laki-laki didepannya begitu sempurna kehidupannya? Ia tidak kekurangan apapun, bahkan kasih sayang dari keluarganya pun ia memilikinya, apa ini yang dinamakan adil? Pikir Firda.


Ia ingin sekali berada di posisi orang-orang yang selalu diberikan kasih sayang oleh ibunya, dan saudaranya, tapi kenapa ia tak memilikinya?.


Tiba-tiba nafsu makannya langsung menghilang, moodnya sangat buruk karena ia masih dalam fase datang bulan saat ini, ia hanya melamun dan menatap makanannya dengan datar..


"Iya Bunda! Jangan lupakan kalau disini bunda memiliki dua putri sekarang!" Tutur Satria dan menatap Firda secara bergantian, Satria melihat raut perubahan wajah Firda yang tiba-tiba melamun, ia tahu semua kehidupannya, ia juga tahu segala sesuatu yang terjadi padanya, dan itu membuat Satria semakin memiliki rasa untuk memiliki gadis didepannya. Entah itu rasa cinta atau rasa iba! Dia juga belum tahu jawabannya.


Amera menatap Firda yang kini tengah melamun. menatap makanannya, bahkan Emery dan Saka saja sudah memulai makannya, namun Firda tak sama sekali menyentuhnya.


Amera berjalan ke arah Firda dan mengelus kepalanya lembut hingga sang empu terkejut.


"Maaf sayang aku mengagetkan mu! Apa makanannya tidak enak hingga kau tak menyentuhnya?" Tanya Amera dengan tatapan lembutnya.


"Tidak Tante! Aku menyukainya kok!" Ucap Firda lembut.


"Kenapa kau memanggilku Tante terus?" Ucap Amera pura-pura cemberut.


"Maaf Bunda!" Ucap Firda pelan.


"Ayo makan! Ini sudah semakin siang!"


Semuanya makan dengan tenang tanpa ada pembicaraan, Emery yang menyelesaikan sarapan lebih dulu langsung memakan buah-buahan yang sudah di kupas disana.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Firda hanya melamun di atas balkon, biasanya ia akan melihat para. maid yang berkeliaran di bawah sana, tapi kali ini tidak ada sama sekali, bahkan saat sarapan pun tak ada maid yang terlihat atau bodyguard satupun, hari ini ia hanya melihat Maya saat menjemputnya dari kamar, setelah mengantarkan keruang makan ia tak. melihatnya lagi sampai saat ini.


Firda tadinya meminta Satria untuk membawanya ke kantor, ia bosan dimansion ini terus-menerus, ia juga sudah terbiasa dengan orang-orang yang ia temui, ia juga sudah melupakan kejadian yang menimpanya Minggu lalu. Namun Satria tidak mau membawanya dengan alasan ia harus pulih terlebih dahulu, memangnya ia sakit apa? Pikir Firda.


"Kau disini ternyata!" Firda mengalihkan pandangannya ke belakang dan menatap siapa yang datang.


"Nenek!" Panggil Firda pelan.


Emery menduduki sofa yang berada di balkon diikuti oleh Firda disampingnya.


"Kau bosan yah? Apakah kau mau jalan-jalan sekitar mansion? Disini ada taman bunga loh! Kau mau melihatnya?" Firda mengangguk dengan senang.


"Aku kira nenek marah padaku!" Tutur Firda hati-hati, mengingat raut wajah Emery yang berbeda dari biasanya saat sarapan.


"Kenapa aku harus marah? Hari ini aku mendapat kabar bahagia sekali! Akhirnya cucuku itu akan menyukai seorang gadis dan Minggu depan akan menikahi mu!" Ucap Emery.


"Saat sarapan aku melihat wajahmu yang tidak seperti biasanya Nek!"


Emery tertawa sebentar, ia sangat gemas dengan. gadis didepannya ini, bisa-bisanya ia berpikir bahwa dirinya membenci gadis yang sudah membuatnya bahagia hari ini.


"Aku hanya kesal pada putraku Saka! Dia meliburkan para maid sebelum mereka disibukkan nanti, kau tahu? Bahkan mereka diberi gajih dua kali bulan ini! Padahal disini aku juga membutuhkan liburan , walaupun kemarin aku baru saja liburan!"


"Kenapa bisa seperti itu Nek?" Tanya Firda penasaran.


"Kau masih bertanya? Tentu karena kabar bahagia tadi honey!"


"Kabar bahagia itu datang karena kejadian tadi pagi, saat aku memergoki kalian di kamar!" Firda kaget tak percaya, apakah itu sungguh kabar bahagianya? Ada apa dengan orang-orang di mansion ini, laki-laki itu bahkan tidak merasa bersalah sama sekali setelah tidur bersamanya dikamar, berbanding balik dengan dirinya yang sejak tadi sebenarnya malu sekali bertemu orang lain.


"Apakah itu sungguh kabar bahagianya?" Tanya Firda lagi.


"Sudahlah! Kau tak akan mengerti sebahagia apa aku hari ini! Ayo kita ketaman!" Ajak Emery dan langsung diikuti oleh Firda di belakangnya.


Emery langsung menggandeng tangan Firda agar berjalan beriringan dengannya di samping.


Setelah sampai ditaman, Firda menatap kagum pada setiap bunga yang berada di sana, ada. banyak jenis aneka bunga disana, bahkan bunga mawar putih kesukaannya juga ikut andil di taman luas itu.


"Kau menyukainya?" Tanya Emery.


"Sangat Nek!"


"Kau suka bunga?" Firda mengangguk sebagai jawaban, ia sedang fokus menatap setiap bunga disana.


"Menurut Sintia ini membosankan katanya, ia tipikal perempuan yang tomboy, kau tahu? Ia bahkan lebih menyukai memelihara hewan-hewan dari pada tanaman!"


"Ouh iya nek! Selama disini aku tak pernah melihat kucing imut! Apa di tempat tertentu!"


"Kucing imut?" Tanya Emery heran, perasaan di mansion ini tidak ada kucing satupun.


"Yah nek! Kucing Imut, kata Satria Bunda menyuruhnya untuk membawaku ketemu Moli si kucing imut, tapi bunda tak pernah menunjukannya! Apa mungkin bunda tidak mau alergiku kambuh gara-gara kucing? padahal aku bisa melihatnya dari kejauhan!" Tutur Firda panjang lebar.

__ADS_1


Sementara Emery menjatuhkan rahangnya tak percaya, bagaimana bisa Firda berpikir bahwa Moli itu adalah kucing imut? Bahkan Moli adalah induk dari segala kucing. Yang dimaksud Satria kucing imut itu apa? Bahkan menurut Emery tidak imut sama sekali.


Moli merupakan harimau betina berwarna putih yang sangat sensitif pada semua orang, terkecuali pada sang pemiliknya yaitu Satria, Moli ditemukan oleh Satria saat ia masih kecil dan terluka di sebuah hutan, alhasil Satria membawaku dan memeliharanya sampai saat ini.


"Ti…tidak sayang! Mana ada disini kucing! Satria pasti hanya sedang bercanda!" Tutur Emery sedikit gugup. Ia takut calon menantu rumah ini tidak betah gara-gara tahu bahwa disini ada Harimau betina yang sangat galak menurutnya.


"Dasar menyebalkan!" Tutur Firda kesal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Satu Minggu lagi kita akan sidang! Ayah sudah menyewa pengacara untukmu!" Ucap Ansela pada Rangga.


"Terima kasih sayang! Aku bersyukur bisa dapetin wanita seperti kamu!" Ujar Rangga sambil menatap Ansela di balik dinding transparan itu.


"Aku sudah kehilangan anakku, aku tidak mau sampai harus kehilanganmu juga!" Ucap Ansela sedih.


"Aku gak menyalahkan kamu atas kehilangan anak kita! Nanti kita mulai lagi dari awal setelah aku keluar dari sini!" Ansela hanya mengangguk setuju.


"Kau tahu? Ayah sudah menikah lagi!" Ucap Ansela merubah raut wajahnya.


"Benarkah?" Tanya Rangga terkejut.


"Dan kau tahu siapa yang berani mengganti posisi ibuku saat ini?" Rangga menggeleng sebagai jawaban singkatnya.


"Dia adalah Rani! Ibu dari mantan kekasihmu!" Ucap Ansela marah.


"Apa kau bercanda sayang?" Tanya Rangga kaget.


"Apakah aku suka bercanda?" Tanya Ansela kesal lagi.


"Kau tenanglah! Kita akan pikirkan rencana saat aku keluar!" Ansela hanya mengangguk mengiyakan ucapan Rangga, ia juga tak akan diam saja saat kehidupannya diusik, terlebih oleh keluarga mantan kekasih suaminya.


Ngomong-ngomong Ansela penasaran Dimana wanita itu? Kenapa ia hanya melihat Adiknya saja? Apakah ia sengaja sedang mempermainkannya? Apakah ia tidak berpikir bahwa seorang Ansela tidak akan tahu segalanya? Sungguh gadis bodoh! Pikir Ansela.


' Mari kita ikuti permainannya !'


.


.


.


.


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE NYAAAAAA🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2