Hallo Mas Polisi

Hallo Mas Polisi
51. Satria yang Meresahkan


__ADS_3

Di Mansion Keluarga William malam ini sangat ramai, ini semua akibat ngidam Sintia yang diluar nalar dan juga kabar Satria yang tertusuk belati.


"Sayang udah ya! Kita makan malam dulu yuk!" Bujuk Kenzo pada istrinya.


"Rasanya hati ini gak tenang kalau gak lihat nyamuk mati di tembak!" Ujar Sintia sambil terisak.


Dengan susah payah membujuk bumil keras kepala satu ini akhirnya semua keluarga Satria kini berkumpul di meja makan untuk makan malam termasuk Firda.


"Satya! Apakah perbannya sudah diganti?" Tanya Amera sambil menanak nasi untuk suaminya.


"Belum!" Jawab Satria singkat.


"Sebelum tidur nanti jangan lupa menggantinya ya! Bunda nanti ke kamar mu untuk menggantikannya!!"


"Tidak perlu! Biar kekasihku yang menggantikannya!!" Ucap Satria dengan santai tanpa memikirkan resiko jantung Firda yang saat ini berpacu kencang akibat ucapan Satria yang menyebutnya sebagai kekasih.


' Hey! Bisa gak sih kalau ngomong yang normal-normal saja!! Bahkan kita tidak memiliki hubungan apapun saat ini!!! Kecuali saat menikah nanti!! ' Batin Firda keras.


"Firda sayang! Mulai sekarang anggap semuanya adalah rumah kamu! Kamu bisa datang sesukamu, kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau, kamu sudah menjadi bagian dari keluarga ini!!" Ujar Amera.


"Betul sekali! Kau juga sudah menjadi putriku Sekarang!" ucap Saka lembut.


Firda yang mendengar itu langsung terharu dengan keluarga Satria, mereka begitu menerima dirinya apa adanya.


"Terima kasih Ayah, bunda, kak Kenzo dan kak Sintia sudah memberikan aku kesempatan untuk bisa memiliki keluarga yang hangat seperti ini!!" Ucap Firda tulus.


Sebuah tangan mengusap pucuk kepalanya lembut agar gadisnya ini tidak menangis.


"Thank you!" Ucap Firda pelan bahkan tak terdengar oleh yang lain terkecuali Satria sendiri, Firda mengucapkan dengan tulus sambil menatap manik Satria.


Satria hanya tersenyum singkat untuk membalas perkataan Firda.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Aku panggilkan bunda saja bagaimana?" Tanya Firda Keukeh.


"Kau tega mau membangunkan bunda yang sudah tertidur hmm?" Tanya Satria lagi.


"Yasudah kau tidak boleh membuka bajumu itu! Cukup di angkat saja!!"


Yah sejak lima menit yang lalu terjadi perdebatan akibat Firda yang tak Mau melihat tubuh Satria untuk yang kedua kalinya, dan juga Satria yang terus memintanya untuk mengobatinya.


"bagaimana bisa kau mengobati sambil mengangkat bajuku hmm?"


"Kau yang memegangnya agar tak menggangguku saat mengganti perban mu!"


Satria memutar bola matanya malas dengan tingkah gadis ini, memangnya apa salahnya sih? Pikir Satria heran.


"Baiklah! Jika kau tidak mau aku akan membangunkan bunda saja sekarang!" Ucap Satria yang langsung bangkit dari duduknya.

__ADS_1


"Tidak!! Tidak!!" Cegat Firda menghalangi Satria.


Ia menghela. nafas pelan dan langsung menatap kesal Satria.


"Duduklah! Aku akan menggantikannya!!" ucap Firda pasrah.


Satria tersenyum miring karena sukses dengan rencananya, akhirnya ia duduk dengan santai saat. Firda mengambil kotak P3K.


"Berbalik lah!!" Ucap Firda pada Satria.


Satria hanya mengangguk, namun di saat yang sama ia malah membuka kaos hitam berlengan pendek di hadapan Firda.


Glek…


Firda menelan ludahnya susah payah sambil memalingkan wajahnya agar tidak melihat tubuh Satria.


' Laki-laki ini sengaja sekali!! ' Tutur Firda kesal dalam hatinya.


Satria akhirnya membalikkan badannya yang memang posisi mereka ada dia tas kasur king size miliknya saat ini.


"Ayo tunggu apalagi!" Ucap Satria Yang tidak merasakan pergerakan Firda.


Firda kini mulai membuka perban sebelumnya, ia juga perlahan mengoleskan alkohol untuk membersihkan lukanya, Firda terkadang meringis sendiri menatap luka itu, pasti lukanya sangat dalam! Pikir Firda sendu.


"Kau kenapa juga harus menolongku? Kau jadi terluka karena ku!"


' BISA TIDAK SIH JANGAN MEMBUAT JANTUNGKU MELONCAT-LONCAT? ' Teriak Firda dalam hatinya.


"Diam Lah! Aku menyesal bertanya!" Tutur Firda dengan nada ketusnya.


Sedangkan Satria hanya menahan kedutan bibirnya Agara tidak tersenyum karena telah membuat Firda memakai blush-on alami di wajahnya, kebetulan Satria dapat melihatnya walau sekilas.


Setelah beberapa menit akhirnya Firda telah selesai mengganti perban Satria dan juga mengobatinya.


"Aku akan pergi ke kamarku!" Ucap Firda sambil bergerak untuk turun dari kasur Satria.


Namun dengan gerakan cepat Satria menarik kembali tubuh Firda dan langsung mendorongnya agar tertidur di ranjangnya.


Satria juga melemparkan kotak P3K dengan asal ke lantai kamarnya, ia langsung mengungkung tubuh Firda dengan tubuhnya yang kini polos tanpa pakaian.


"Ka…kau mau apa?" Tanya Firda gugup.


"Kau yang mau kemana hmm?" Tanya Satria balik.


"A…aku ma…mau ke kamarku!!" Ucap Firda sambil mendorong dada bidang tanpa baju itu dengan keras agar bisa terhindar dari Satria namun tak ada pergerakan apapun dari Satria karena kekuatannya yang melebihi dirinya.


"Kenapa terburu-buru hmm?" Tanya Satria sambil menyingkirkan anak rambut Firda yang menutupi wajahnya.


"Minggir lah!!!" Ucap Firda kesal pada laki-laki ini.

__ADS_1


"Kalau aku tidak mau bagaimana?" Tanya Satria.


Ingin sekali Firda berteriak dengan laki-laki di hadapannya yang semakin hari semakin aneh saja tingkahnya.


"Ayolah aku sudah ingin tidur!!" Bujuk Firda.


"Tidurlah disini! Kau bahkan pernah tidur disini sebelumnya bukan?" Tanya Satria dengan seringai di wajahnya.


"Bunda akan marah kalau tahu! Minggir lah ku mohon!!" Ucap Firda dengan puppy eyes nya.


Satria berdecak kesal melihat wajah memohon itu, ingin rasanya ia menerkam gadis ini jika saja ia tidak ingat bahwa mereka belum menikah.


Satria langsung bangkit dan menggapai baju yang tadi ia lepas dan langsung memakainya.


"Pergilah!" Ucap Satria dengan nada datarnya.


' Laki-laki ini kenapa lagi sih? ' Tanya Firda dalam hatinya dengan heran.


"Kenapa kau masih disini?" Tanya Satria datar yang membuat Firda tersentak kaget karena ia sedang melamun barusan.


"Kau mengusirku?" Tanya Firda kesal.


Satria hanya diam dan langsung berdiri dari duduknya.


"Ahhh…!" Satria meringis keras dan langsung memegang luka yang ada di punggungnya.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Firda panik saat melihat Satria kesakitan.


Firda langsung menghampiri Satria dan menyuruhnya duduk kembali.


"Istirahatlah!!" Ucap Firda pada laki-laki dihadapannya.


"Temani aku kalau begitu!" Pinta Satria.


"Tap-"


"Kalau kau tidak mau aku akan melanjutkan pekerj-"


Belum sempat Satria menyelesaikan ucapannya Firda juga lebih dulu menyelanya.


"Kau gila ingin bekerja malam-malam begini? Tidurlah aku akan menemanimu!!" Ucap Firda kesal.


Tanpa Firda sadari Satria tersenyum senang dalam hatinya, ia juga mencetak lengkungan indah di wajahnya.


"Baiklah!" Jawab Satria yang langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang, ia juga menepuk bantal sebelahnya pertanda Firda harus segera menghampirinya.


' Meresahkan sekali. laki-laki ini! Semoga bunda tidak tahu! '


Firda tidak mau sampai kejadian dulu terulang kembali, ia tidak mau menahan malu untuk yang kedua kalinya.

__ADS_1


__ADS_2