
...JANGAN LUPA LIKE YA!!! BAB-BAB SEBELUMNYA JUGA JANGAN LUPA YA READER 😍😍...
"Satria kamu apakan anak orang sayang? Dan…dan ini kenapa Apartemen kamu hancur nak? Satria kamu gak melakukan apa yang Bunda pikirkan bukan? Dan gadis itu, siapa sayang?" Tutur Amera dengan banyak sekali pertanyaan.
Sejak tadi Satria membiarkan dua wanita didepannya terus mengoceh, ia tak sedikitpun menyela ataupun menjawab pertanyaan yang dilontarkan padanya.
"Kenapa diam hah? Perasaan kita tadi banyak tanya kamu diam saja, dasar anak nakal!" Kesal Sintia.
"Aku akan menjelaskannya! Tapi bukan sekarang!" Ucap Satria.
"Bunda? Semua pertanyaan dibenak bunda salah! Satria gak mungkin kecewakan bunda! Dan satu hal lagi, Satria mau bawa kekasih Satria ke mansion!" Baru saja Amera tenang dengan kalimat awal Satria, ternyata ia juga kaget sekaligus dengan penuturan Putranya, kekasih? bahkan ia sedikit tak percaya dengan putranya itu.
"Anak ini pasti stres bund!" Sintia menggelengkan kepalanya dan memijat pangkal hidungnya karena pusing.
"Kalian pulanglah duluan, aku mau gantikan dia pakaian," ucap Satria santai.
"GAK!! GAK BISA! BIAR KAMI BERDUA SAJA BODOH!" Ucap Sintia dengan keras.
Satria menatap Kakaknya tajam karena mengeluarkan suara yang keras.
"Biar bunda ya sayang!" Ucap Amera.
Satria hanya mengangguk patuh, pasalnya dia juga hanya bercanda barusan, sengaja saja ia mengundang kemarahan sang Bumil di depannya, yaps Sintia memang sedang mengandung empat bulan lamanya.
"Ayo bund!" Ajak Sintia pada sang bunda.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Bunda! Dia cantik sekali ya!"
"Iya sayang! Satria memang tidak salah memilih!"
"Eh tapi bund! Emang ada ya wanita yang mau sama Satria? Malang sekali nasib gadis ini!" Ucap Sintia.
"Jangan begitu sayang! Satria bisa jadi sedang menjaga hati gadis ini!"
"Tapi bund! emang bunda percaya. kalau gadis ini kekasihnya?" Tanya Sintia heran.
"Percaya gak percaya, bunda harus percaya!"
"Kok dia gak kebangun yah? padahal kita gilir sana sini!" Ucap Sintia.
"Kayaknya dia gak sadarkan diri sayang, lihat saja penampilannya yang sangat kacau!"
"Bund lihat deh! Kok tangan mulusnya ada memar-memar yah! Gak mungkin kan kalau…"
__ADS_1
"Ish Kakak!! Adikmu gak mungkin melakukan hal kotor!"
"Iya sih bund! Huh akhirnya selesai juga!!"
Kini Firda sudah lebih baik dari sebelumnya, ia juga sudah memakai piyama baru berwarna kuning pilihan Sintia, entah kenapa ia ingin sekali memakai Kan pakaian serba kuning ke gadis yang sedang menutup matanya ini.
"Lucu sekali dia bund!" Sintia tertawa geli melihat gadis didepannya, kulit Firda yang putih seakan memancarkan cahaya akibat warna kuning cerah itu.
"Kita keluar yu!" Ajak Amera yang langsung menyelimuti Firda kembali.
Saat keluar kamar disana sudah ada Satria yang sedang duduk dan menatap ponselnya.
"Satya!" Panggil sang bunda.
Satria memang memiliki nama panggilan sejak kecil, yaitu Satya! dan ia juga hanya terbiasa di panggil Satya oleh keluarga tercintanya.
"hmm!" Gumam Satria.
Amera langsung duduk di samping putranya itu dan mengusap kepalanya lembut.
"Gadis itu ada memar-memar sedikit ditangannya, apa yang terjadi padanya hmm?" Tanya Amera lembut.
Sedangkan kini Sintia sedang menjelajahi dapur adiknya dengan alasan lapar.
"Satria akan ceritakan di mansion nanti!" Ucapnya dingin.
"Hey Sayang! Kenapa hmm? Kau marah?" Tanya Sang bunda lembut yang menyadari perubahan raut wajah Satria.
Satria hanya menggelengkan kepala dan menutup matanya, ia juga menyenderkan kepalanya ke sofa miliknya untuk menenangkan emosinya.
"Satya! Biar bunda yang bawa gadis itu pulang! Kau sepertinya harus kembali ke kantor malam ini, nanti biar ia bunda suruh Bodyguard untuk membopongnya!"
"Satria yang akan membopongnya bund! Sekarang kita ke mansion!! Inis udah terlalu larut untuk ke Kantor." Ujar Satria yang langsung melenggang pergi ke kamar Firda, ada rasa tidak rela dihatinya mendengar Firda akan digendong oleh Laki-laki lain yang berstatus sebagai bodyguard bundanya.
"Hmm baiklah!"
Tanpa Satria sadari kini Amera sedang menahan senyumnya sambil menatap wajah putranya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi ini Semua orang di keluarga William sangat terkejut dengan apa yang mereka dengar, saat ini Satria baru saja menyelesaikan cerita panjangnya kepada sang keluarga, bukan cerita panjangnya sih, tetapi pertanyaan panjang dari sang keluarga yang hanya di jawab Satria seadanya.
Satria menceritakan semua yang terjadi pada Firda, tentang ia yang kehilangan sosok ayah tercinta, dijual oleh sang ibunda, dan juga berakhir hampir dilecehkan oleh sang mantan kekasihnya itu.
"Ayah bangga padamu bung!" Tutur Saka pada putranya.
__ADS_1
"Satria sudah menemukan perempuan bukan? Jadi kalian tidak perlu menjodohkan ku dengan perempuan-perempuan aneh pilihan kalian!" Tutur Satria.
Semua orang tertawa lepas mendengar penuturan Satria, sedangkan Satria hanya mendengus pelan.
"Tapi. jangan kau coba-coba mempermainkan perempuan Satya!"
"hmm!" Jawab Satria singkat, walau sebenarnya ia tidak tahu perihal perasaannya.
"Permisi tuan muda! Mohon maaf mengganggu!" Ucap tangan kanan Satria yang Baru saja datang.
"Ada apa?" Tanya Satria dengan nada datarnya.
"Nona Firda sudah sadar, saat ini ia sedang menangis tuan! Mohon maaf tapi sepertinya ia ketakutan melihat saya dan bodyguard saat ingin menghampirinya bersama para maid!" Tutur Juan sang tangan kanan.
Satria langsung bangkit dari duduknya…
BUGH…
"SIALAN KAU JUAN! KENAPA KAU MASUK TANPA IZIN DARIKU!" Juan yang tersungkur akibat Bogeman Satria hanya bisa diam dan menunduk karena perasaan bersalahnya.
"Maaf tuan! Saya kira nona membutuhkan sesuatu! maka saya masuk bersama para maid perempuan!" Ucap Juan yang masih bersimpuh di lantai.
Satria langsung berlari ke arah lip untuk keatas dimana Firda diistirahatkan dengan memasuki lip terdekatnya.
Sedangkan semua orang disana hanya terpaku dengan sikap Satria barusan, apakah benar itu Satria? Jika memang benar, maka beritahu seluruh dunia bahwa keluarga William sedang bahagia saat ini.
Kini Satria yang sudah sampai di depan kamar Firda menatap tajam semua bodyguard yang menjaga didepan beserta para maid yang sedang menunduk.
Satria langsung masuk ke dalam kamar luas itu, samar-samar ia mendengar suara tangisan di ujung kamar tersebut. Satria menatap Firda yang kini berdiam di ujung tembok sambil memeluk lututnya dengan tatapan prihatin.
"Hey come on!!! Aku tak akan melukaimu!" Satria berjongkok mensejajarkan tubuhnya dihadapan Firda.
Firda menatap Satria dengan rasa takut, bayangan di kepalanya begitu kuat berputar saat dimana ia akan dilecehkan.
"Hey ini aku! Aku akan melindungi mu! Percayalah!" Perlahan Firda mendekati Satria dan menggenggam tangan Satria yang terulur.
Satria langsung menarik tubuh Firda kedalam dekapannya, ia juga langsung mengangkat tubuh Firda dan menidurkannya di kasur king size disana.
Namun ternyata pegangan tangan Firda di baju Satria begitu kuat hingga membuat Satria susah melepaskannya, dengan terpaksa Satria juga ikut merebahkan dirinya bersama Firda.
"Kau lapar hmm? Kita akan sarapan!" Firda yang sudah meredakan tangisannya hanya mengangguk dengan matanya yang masih tertutup.
"Kau mau sarapan apa?" Tanya Satria lagi.
"Terserah kau saja. polisi menyebalkan!" Satria tiba-tiba tersenyum mendengar perkataan gadis didepannya, bahkan saat kondisi seperti ini Firda ingat siapa yang sedang ia hadapi, dan Satria bersyukur akan hal itu.
__ADS_1
KOMENTARNYA MANA DONG READER 😍