Hallo Mas Polisi

Hallo Mas Polisi
84. Alter Ego


__ADS_3

Sinar matahari yang menyorot bagian penglihatan seorang laki-laki membuat ia tersadar ke dunia. Dia adalah Farhan yang telah melewati masa kritisnya.


"Sayang? Kamu sudah sadar?" Ucap Aneska bahagia dan langsung memencet tombol panggil pada sang dokter.


"Apa kamu mau minum nak?" Aneska Langsung menuangkan air ke gelas untuk putranya.


Aneska langsung memencet tombol agar tempat yang ditiduri putranya terangkat otomatis. Farhan langsung menerima air minum dari ibunya, rasanya ia tidak pernah minum selama satu tahun saja karena tenggorokannya yang terasa kering.


"Kamu butuh sesuatu?" Farhan hanya menggelengkan kepalanya pelan karena masih terasa kaku menggerakkan seluruh tubuhnya.


"Firda?" Tanya Farhan singkat pada Aneska.


"Firda sudah pulih, dia bahkan bisa pulang dari rumah sakit hari ini, selama kamu tidak sadar ia selalu merasa bersalah dan malah menyalahkan dirinya sendiri!" 


"Nyonya Aneska biar kita periksa keadaan tuan Farhan terlebih dahulu!" Ujar dokter yang baru saja masuk setelah mendapat panggilan.


"Silahkan dok!" Dokter langsung saja memeriksa keadaan Satria di bantu oleh para perawat.


"Keadaan tuan Farhan sudah cukup membaik setalah melewati masa kritisnya, jangan terlalu banyak bergerak ya tuan! Anda belum pulih sepenuhnya, dan satu hal lagi, anda harus memakan makanan bergizi untuk mengembalikan peredaran darah anda yang mulai normal!" 


"Baik dokter, terima kasih!" Ucap Aneska mengingat semua pesan yang disampaikan oleh sang dokter.


"Baiklah kami undur diri nyonya! Selamat siang!" 


"Hai Boy!" Ujar Ares senang saat yang pertama kali masuk langsung melihat putranya yang sudah membuka mata, tak lupa dibelakang Farhan terdapat Satria yang berjalan kearahnya.


"Hmm!" Gumam Farhan.


"Gimana keadaan Lo?" Tanya Satria.


"I'm Fine!" 


"Thanks udah selamatkan istri gue! Gue bingung harus bayar pake apa!" Ujar Satria dengan tampang datarnya.


"Santai! Gue juga gak minta imbalan bukan?" Ujar Farhan sambil terkekeh.


"Tapi kalau imbalannya bini Lo gue mau kok!" Ujar Farhan diakhiri dengan tawa renyahnya pelan.


"Gue nyesel gak sekalian aja bunuh Lo!" Ucap Satria kesal sambil membuang muka karena marah, sampai kapanpun istrinya akan tetap menjadi miliknya seutuhnya.

__ADS_1


"Farhan! Kamu bercanda bukan?" Tanya Aneska kaget.


"Bercanda bund! Lagian pasti Satria udah cetak gol duluan!" 


"Hahaha benar boy! Mana mungkin Satria diamkan!" 


Satria hanya menatap sahabatnya datar mendengar godaan itu, yah walaupun telinganya kini sudah memerah padam menahan malu.


"Sudah-sudah! Kasiah tuh Satria!" Ujar Aneska.


"Ngomong-ngomong, mobilnya udah ditemukan?" Tanya Farhan penasaran.


"Lo tahu ya itu disengaja?" Tanya Satria terkekeh.


"Hmm! Sebelumnya gue lihat mobil itu terdiam di depan toko, setelah Firda ingin melintas mobil itu langsung menancapkan gas dengan cepat!" 


"Jadi itu memang disengaja?" Tanya Aneska syok, siapa yang tega mau menyakiti gadis sebaik Firda? Pikirnya heran.


"Tenang saja Tan, pelakunya sudah tertangkap!" 


"Dia dimana sekarang? Apa dia sudah dipenjara?" Tanya Arsen yang terpancing emosi mendengar ternyata kejadian itu disengaja.


"Jangan bilang lo-" 


"Dia gak akan muncul jika tidak dipancing Han!" Farhan langsung memijat pelipisnya pelan, sepertinya sahabatnya sudah kehabisan kesabaran, pikir Farhan.


Tidak banyak yang tahu jika Satria memiliki alter Ego yang dapat mematikan siapapun yang berani mendekatinya, hanya Farhan, dan keluarga Satria sendiri. Namun, kehidupan mereka damai beberapa tahun ini setelah sejak Satria masuk menjadi abdi negara dan menjadi seorang kapten, dan ternyata dugaan Farhan salah, ternyata alter Ego milik Satria muncul kembali saat ia memiliki seorang istri.


"Maksudnya apa Satria?" Tanya Arsen penasaran.


"Tidak apa-apa om! Sepertinya saya harus kembali menemui istriku! Dia pasti merindukanku!" Ujar Satria yang langsung pergi dari ruangan Farhan.


"Jijik!" Gumam Farhan saat melihat sahabatnya seperti itu.


"Kau akan merasakannya juga boy!" Ujar Arsen yang langsung merangkul pinggang Aneska dan mencium pipinya setelah mengatakan hal itu.


Farhan langsung memutar bola matanya malas melihat adegan didepannya.


Sedangkan saat Satria masuk keruangan istrinya yang tak jauh dari tempat Farhan, ia langsung melihat istrinya yang sedang melamun sambil menatap kota di siang hari lewat dinding transparan itu.

__ADS_1


"Apa aku lama hmm?" Tanya Satria yang langsung mengecup bibir Firda.


"Tidak!" Jawab Firda lemas.


"Kau masih memikirkan itu hmm?" 


"Aku yakin dia ayah hiks…" Firda langsung menenggelamkan wajahnya di dada bidang Satria.


"Sttttt… kita akan mencari tahu itu!" 


"Hari ini kita sudah bisa pulang! Kau tahu? Farhan sudah siuman!" 


"Benarkah?" Firda langsung mendongakkan kepalanya dengan mata yang masih memiliki sisa air mata disana.


Satria langsung mengusap air mata istrinya pelan dan mengecup kembali bibir Firda yang seperti mengandung narkoba karena membuat Satria selalu kecanduan.


"Kau mau melihatnya?" Tanya Satria.


Firda langsung mengangguk.


"Kita makan dulu kalau begitu!" Firda langsung mengangguk semangat, karena ia tahu jika suaminya membelikan makanan kesukaannya beberapa menit lalu yang diantar oleh Juan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"SIAL! KEMANA SIH LAKI-LAKI ITU?" Ucap ansela dengan emosinya yang begitu memuncak karena akhir-akhir ini ia tak muncul setalah rencananya, apa ia tertangkap? Atau ia bersembunyi? Pikir Ansela.


"KARINA! RANI! KEMARILAH!" teriak Ansela menggema di rumahnya.


"Kau tak memiliki kesopanan ya lama-lama!" ujar Karina kesal.


Ansela langsung menarik rambut Karina kasar. Mendengar perkataannya barusan.


"SIAPA YANG DISINI LEBIH TIDAK SOPAN HAH? KAU BAHKAN PERNAH MENGAMBIL UANGKU DARI KAMARKU, APA ITU YANG DINAMAKAN SOPAN HAH?"


Rasanya telinga Karina seperti dipenuhi banyak kotoran saat mendengar suara keras Ansela yang begitu nyaring di telinganya.


"Apa-apaan ini? Kau apakan anakku hah?" Ujar Rani. Dan langsung melepaskan tangan Ansela dari rambut Karina.


"Kalian pergilah! Aku tidak mau melihat kalian!" Tegas Ansela yang langsung pergi dari sana dan melupakan perintahnya karena terlalu kesal.

__ADS_1


__ADS_2