
...vote yaaa🙏🏼🙏🏼...
"Lapaskan aku polisi menyebalkan!!! aku mau cari ayaaah" Teriak Firda memberontak dalam pelukan kedua tangannya satria.
"Kamu tenang! kita akan berusaha mencari ayahmu,, jangan kekanak-kanakan seperti ini!" ucap Satria tegas.
"Gak aku gak percaya,,, aku juga mau mencari ayah,, lapaskaaaaan!!!!" Teriak Firda semakin keras.
"DIAM" Bentak satria menggema di kedalaman tebing begitu nyaring sehingga orang yang mendengarnya begitu merinding.
Berbeda dengan Firda yang langsung mematung seakan teringat sesuatu di benaknya.
BRUK…
Firda langsung jatuh tak sadarkan diri, satria pun di buat terkejut dengan keadaan Firda yang terjatuh secara tiba-tiba.
"Kapten,, biar wanita ini saya yang urus, pasti dia merepotkan kapten sejak tadi" Ucap salah satu anggota kepolisian.
"Siapa yang menyuruhmu melakukannya? Wanita ini akan saya urus, kamu cari korban sampai ketemu!!!" Ucap Satria marah.
Polisi itu masih kebingungan atas sikap kapten nya yang tidak seperti biasanya, ia langsung pergi tanpa membantah sedikit pun, ' Aneh banget sikap si kapten ' batin polisi itu sambil pergi ke arah jurang.
Satria langsung mengangkat tubuh Firda ala bridal style ke arah mobilnya untuk segera pergi menuju rumah sakit.
"Siapkan ruang rawat VIP terbaik di rumah sakit mu!!" Perintah Satria tegas saat sambungan telponnya menyambung. Ia juga langsung mematikannya dengan sepihak, dan memilih melajukan mobilnya.
Kini mobil Satria sudah sampai di rumah sakit yang begitu besar, ia berlari sambil membawa Firda di dekapannya.
Satria juga sudah di sambut oleh beberapa perawat laki-laki dan perawat perempuan. Disana juga sudah ada dokter laki-laki yang sudah menyambut kedatangan satria, laki-laki itu tak lain adalah Farhan sahabatnya itu.
"Perawat laki-laki gak usah ikut!" Perintah Satria yang hanya di angguki oleh mereka.
Sedangkan sang dokter hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah orang di depannya.
Tanpa banyak bertanya Farhan langsung mengarahkan satria untuk masuk ke ruang VIP lewat lip khusus.
Kini kondisi Firda sedang di periksa oleh Farhan dan beberapa perawat wanita lainnya.
Akhirnya Farhan keluar menemui satria untuk mengajaknya bicara.
"Kita perlu bicara" Ucap Farhan yang langsung pergi menuju keruangan nya dan langsung di ikuti oleh satria di belakangnya.
"Duduk!" Perintah Farhan pada Satia saat sudah sampai di ruangan mewahnya.
"Ada apa? Apa dia baik-baik saja" Tanya Satria.
"Apa dia pacarmu?" Tanya Farhan kembali.
"Bukan" Bantah Satria santai.
"Lalu kenapa kamu menyuruh perawat laki-laki untuk tidak ikut?" Tanya Farhan santai.
"Terlalu banyak perawat" Ucap Satria datar.
' Bahkan gue sendiri bingung gan ' lanjut satria dalam hatinya.
Farhan hanya menyungging kan senyumannya mendengar jawaban dari Satria.
"Sebenarnya gue mau bicara serius, tapi gak usah formal santai aja!" Ucap Farhan.
__ADS_1
"Apa?" Tanya Satria to the point.
"Seberapa lama kamu mengenalnya?" Tanya Farhan.
"Lima atau empat hari lalu mungkin" jawab Satria santai.
Farhan tak percaya mendengar jawaban dari laki-laki di depannya itu, bahkan Wanita yang bertahun-tahun ia temui pun tak bisa mengambil hati satria sedikit pun.
"Okeh karena Lo yang bawa dia ke sini, gue bilang nya sama Lo aja"
"Katakan" Ucap satria tak sabar.
"Jantung wanita yang kau bawa cukup tidak baik, bisa di bilang tidak baik juga, tubuhnya juga serba kekurangan serat vitamin, mungkin dia tidak terlalu suka makan makanan bergizi, dan sepertinya dia suka di pukul di daerah punggung dan kepala, aku kasihan melihat hasilnya, lama-lama hasil ini menunjukkan akan ada tanda-tanda geger otak di kepalanya…mhhhhh" ucap Farhan terhenti sambil tetap Pokus pada hasil pemeriksaan di tangannya.
"Sepertinya tubuh wanita itu terbiasa dengan pukulan, namun jantungnya tidak terbiasa dengan bentakan, malang sekali gadis ini" Ucap Farhan setelah selesai membaca hasilnya.
' Berarti wanita itu pingsan gara-gara gue dong, hus menyebalkan sekali dia, selalu aja bikin gue naik darah ' batin satria dengan kesal.
"Apa yang terjadi padanya sebelum masuk ke rumah sakit?" Tanya Farhan.
"Dia adalah anak dari korban kecelakaan hari ini" jawab Satria.
"Ouhhh,,, apa dia masuk rumah sakit karena syok?" Tanya Farhan lagi.
"Gue gak sengaja bentak dia, salah dia juga yang keras kepala" Jawab Satria dan langsung memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Berarti dia kesini gara-gara…" Ucap Farhan menggantung dan melihat wajah satria.
"Ya gue" Jawab Satria dan membalas tatapan Farhan dengan datar.
"Jaga emosimu mulai sekarang!! Kasihan pacarmu" Perintah Farhan sambil menepuk pundak satria dan langsung pergi dari ruangannya.
Satria juga langsung keluar dari ruangan sahabatnya itu, satria juga langsung berjalan ka arah ruangan gadis yang menjengkelkannya sejak tadi.
Ceklek…
Satria langsung masuk keruangan Firda dan tentunya Firda masih tetap anteng dengan lamunannya.
"Gimana keadaan mu?" Tanya Satria yang langsung membuyarkan lamunan Firda.
"Baik" ucap Firda menutupi ke kagetan nya, ia meremas selimut dengan kedua tangannya, seakan takut melihat satria.
Satria yang tentunya paham dengan sikap wanita di depannya itu.
"Istirahat lah!!! Aku dan anggota ku akan berusaha mencari ayahmu" Ucap Satria dan langsung pergi meninggalkan Firda.
"Ayah…hiks…hiks…" Tangis Firda pecah lagi saat Satria sudah keluar ruangan.
"Ayah akan baik-baik saja kok, tenang aja, ayah bertahan yaaa!!"
"Ayah Firda takut yah, aku gak mau sendiri, semuanya jahat, laki-laki itu juga jahat, dia bentak Firda yah" Firda terus menangis sampai ia tidak sadar bahwa sejak tadi seorang dokter melihatnya dengan prihatin.
"Apa kamu sudah baikan?" Tanya dokter itu yang tak lain adalah Farhan.
Firda dengan cepat menghapus air matanya.
"Sudah dok" Jawab Firda.
"Perkenalkan nama saya Farhan, dokter yang menangani kamu tadi" ucap Farhan sambil duduk di kursi dekat ranjang pasien.
__ADS_1
"Nama saya Firda dok, sebelumnya terima kasih atas bantuannya" Ucap Firda lembut.
"Itu sudah menjadi tanggung jawab saya" jawab Farhan dengan senyuman nya.
Firda merasakan kenyamanan saat Farhan berbicara lembut padanya.
"Kamu tenang saja, polisi tadi sebenarnya baik kamu gak usah takut, mungkin dia bersikap seperti itu juga salahmu yang keras kepala bukan?" Ucap Farhan.
"Dokter memangnya tahu saya ini …"
"Ya saya tahu kan saya dokter!!! Mungkin keluarga kamu perilakunya lembut terhadap mu, jadi kamu tidak terbiasa dengan bentakan, yakan?"
Firda hanya tersenyum hambar saat dokter di hadapannya berkata seperti itu, baginya hanya ada dua orang baik di hidupnya, yang pertama adalah ayahnya, dan yang ke dua adalah Sasa teman kerjanya. Dulu Rani ibu Firda juga baik, tapi entah kenapa sikap ibunya berubah tiba-tiba dan menjadi jahat seperti itu.
"Sejak kapan kamu mengetahui kondisi tubuhmu?" Tanya Farhan lagi.
"Sejak 10 tahun yang lalu"
"Orang tua kamu tahu??" Tanya Farhan lagi.
"Ya mereka tahu dok" Jawab Firda dan di akhiri dengan lamunannya.
FLASHBACK ON
"Mas Dafa tolong!!! Mas Dafa tangan Karina berdarah" Teriak Rani histeris.
Dafa langsung berlari keluar rumah mendengar teriakan istrinya itu.
"Kenapa bisa? bagaimana ceritanya?" Tanya Dafa panik.
"Kata Karina dia di dorong oleh Firda" Ucap Rani sambil menangis.
"Firda kemari kamu!" Ucap Dafa tegas.
Firda yang memang sejak tadi ada di sana berjalan menghadapi Dafa.
"Benar kamu sengaja melakukannya?" Tanya Dafa mengintrogasi.
"Gak ayah aku gak melakukan nya" Bantah Firda.
"Bohong, kamu pasti melakukan nya" Bentak Rani dengan keras.
Bruk…
Firda langsung terjatuh pingsan.
Sejak saat itulah mereka mengetahui kondisi Firda, Dafa juga melarang Rani untuk melakukan kekerasan terhadap mental Firda.
Namun Rani tetap menyiksa Firda dengan cara lain saat Dafa tidak ada.
FLASHBACK OFF
"Hay" Ucap Farhan mengagetkan Firda.
"Maaf dok saya mau istirahat" Jawab Firda menutupi ke kagetan nya.
"Emhhhh silahkan, selamat beristirahat, maaf telah mengganggu istirahat mu" Ucap Farhan dan langsung pergi keluar dari ruangan rawat Firda.
Sedangkan di sebuah taman seorang laki-laki sejak tadi terus menggerutu kesal dalam hatinya.
__ADS_1
' Aku akan jamin hidup kalian gak akan tenang, dasar manusia gak punya adab dan kemanusiaan ' Kesalnya dalam hati.
Sampai sini dulu yaaaaa🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙂🙂 Semoga kalian suka, jangan lupa Vote ceritanya, dan jangan lupa sukai ya🙂 komen sebanyak-banyaknya jika ada yang kurang 🙏🏼