
"Sudah ku bilang aku tidak mau apa-apa ish…!" Jawab Firda ketus.
Sejak keluar dari ruang makan. tadi Firda hanya diam, Satria mencoba menawarkan beberapa pakaian baru, eskrim dan. juga makanan lainnya, namun ternyata Firda terus menolak.
"kau kenapa hmm? Apa gara-gara wanita tadi hmm?" Tanya Satria sambil mendekati Firda yang kini tengah menatap jalanan kota dari atas.
"Tidak! Yang dikatakannya semua memang benar bukan? Menikah dengannya saja!!"
"Kau ini bicara apa? Kau cemburu hmm?" Tanya Satria sambil memeluk tubuh Firda dari belakang.
"Buat apa Aku cemburu?" Tanya Firda balik.
Satria Terkekeh geli mendengar ucapan Firda yang jelas-jelas dia sedang kesal saat ini.
"Cute!" Bisik Satria di telinga Firda.
"ck lepaskan aku!!" Firda melepaskan tangan Satria dan langsung duduk di sofa sambil fokus pada layar handphonenya.
"Baby!" Panggil Satria dengan suara beratnya yang membuat buku kuduk Firda berdiri, namun ia tetap diam tanpa menjawab panggilan Satria.
Satria langsung berjalan mendekati Firda dan langsung duduk di dekatnya, ia. juga merebahkan kepalanya di atas paha Firda.
"Aku mau tidur!" Tutur Satria yang langsung memejamkan matanya.
Firda terpaku dengan wajah yang kini begitu terlihat jelas sekali, pahatan wajah Satria begitu sempurna, jujur ia sangat nyaman dengan Satria dalam versi apapun saat ini, apa secepat ini Firda harus jatuh hati lagi? Jika dipikir-pikir lebay banget nih hati bisa-bisanya dia gampang baper dengan perilaku Satria.
Asik dengan pikirannya sendiri tiba-tiba Firda teringat kotak hitam pemberian ayahnya dulu, dimana ia meletakkannya? Pikir Firda mencoba mengingatnya.
' Ya tuhan! itu pemberian ayah yang terakhir ' Jerit Firda dalam hatinya.
Seharusnya ia sudah tahu isinya saat ulang tahun kemarin, kenapa ia begitu lupa dan juga ceroboh? Kesal Firda pada dirinya sendiri.
' Ayah maaf! Sepertinya kotak itu hilang! Semoga kotak itu bisa ditemukan, aku harus mencarinya!! '
__ADS_1
Firda mengelus rambut Satria pelan agar laki-laki itu nyaman dalam tidurnya, jika di ingat-ingat sebelumnya ia tak pernah sedekat ini jika bersama laki-laki brengsek itu, tapi jika bersama Satria. semuanya terasa berbeda dan baru.
Satria terlihat menawan di setiap versinya, baik. itu saat ia jadi kapten para polisi, saat ke kantor dan menjadi wakil CEO ayahnya, dan saat di hari biasa pun ia tetap sempurna, walau jujur ia selalu lebih menyebalkan di matanya.
"Hoam… aku jadi ikut mengantuk!" Gumam Firda pelan, ia langsung bersandar pada sofa dan memposisikan kepalanya agar tidak sakit leher nantinya. Perlahan ia menutup matanya dan mengikuti Satria yang mungkin telah berjelajah di alam mimpinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Aku berubah pikiran nyonya Rani yang terhormat!"
"Apa maksudmu?" Tanya Rani heran pada anak tirinya itu yang tak lain adalah Ansela.
"Aku akan bagi harta warisan ayah nantinya kepadamu!"
"Kau pikir ayahmu tidak akan membagikannya kepadaku hah?" Tanya Rani lebih sombong.
"Hai Nyonya Rani! Kau tahu? Saat mendiang ibuku masih hidup, saham milik Wijaya seluruhnya di ganti atas nama Ibuku oleh ayahku sendiri, dan kau tahu jika ibuku sudah tidak ada, maka berarti semuanya akan jadi milikku karena aku putri kandungnya! Apa kau terlalu bodoh dalam hal ini?" Ucap Ansela remeh.
Rani menatap Ansela tak percaya, bagaimana bisa? pikir Rani kesal.
"Apa maumu sebenarnya?" Tanya Rani kesal.
"Hahahaha! Ku kira kau akan bodoh dalam hal ini!"
"Katakan saja!" Ucap Rani dengan kesal.
' Kau Masuk dalam perangkap ' batin Ansela.
"Dimana anak pertamamu?" Tanya Ansela to the point, pasalnya ia tidak bisa melacak keberadaan Firda saat ini, setelah informasi apartemen itu ternyata Firda sudah tak tinggal disana.
"Kenapa kau menanyakan hal itu?" Tanya Rani kesal.
"Katakan saja!"
__ADS_1
"Aku tidak tahu! Sebenarnya Ada apa hubunganmu dengannya? " Jawab Rani jujur karena ia benar-benar tidak tahu keberadaannya.
"Belum. saatnya kau tahu! Dan satu lagi! Jika kau bertemu dengannya, tanyakan alamatnya!"
"Dan kau harus ingat. satu hal! Kau harus menuruti apa perintahku Nyonya Rani! Kalau tidak, rahasiamu semuanya akan terbongkar di hadapan ayahku sendiri, aku tahu segalanya, termasuk kau telah mencoba melenyapkan suamimu dulu!"
Rani kaget bukan main, kenapa wanita ini tahu segalanya? Tidak! Riko tidak boleh Sampai tahu tentang hal ini, bisa-bisa ia tidak akan hidup enak lagi setelahnya.
Rani benar-benar tidak habis pikir dengan anak tirinya ini, sangat menjengkelkan sekali rupanya, Ansela benar-benar tidak bisa di tindas seperti Firda, ia tidak bisa seperti ini terus, tapi wanita di hadapannya adalah wanita berbahaya.
"Kau jangan macam-macam denganku Ansela!" Ucap Rani kesal.
"Tidak macam-macam! Hanya satu macam saja! Seharusnya aku yang berbicara seperti itu bukan? Jangan macam-macam denganku Nyonya Rani! Kalau tidak, kau akan menyesal semasa hidupmu! Kau hanya benalu disini!" Tutur Ansela tegas.
Rani mengepalkan tangannya di bawah, ia harus mengikuti perintah Ansela, jika tidak ia akan di hempas dari dunia serba enak ini.
"Baiklah! Aku akan mengikuti perintah mu!" Tutur Rani.
"Wah bagus sekali! Aku sangat senang mendengarnya!" Ucap Ansela diakhiri dengan senyuman puasnya.
"Apa yang harus kulakukan pada anak sialan itu?" Tanya Rani pada Ansela.
"Tidak banyak! Tapi juga tidak sekarang sepertinya, menurutku lebih baik nanti aku kabarkan ya ibu tiri!" Ucap Ansela dengan senyuman senangnya.
"Nikmatilah uang ayahku! Jangan di sia-siakan kesempatan ini, takutnya tidak datang dua kali!" Setelah mengatakan itu Ansela Lang bangkit dari duduknya dan meninggalkan Rani yang kini sedang bergelut dengan pikirannya sendiri.
' Wanita setelan seperti mu tidak pantas untuk ayahku! Lihat saja, kau bahkan sudah masuk ke dalam perangkap ku tanpa memikirkan nasibmu nantinya! '
Ansela tersenyum sinis mengingat Rani dan Karina dua hari lalu, Ansela melihat Rani yang setiap harinya belanja ini dan itu, begitu juga Karina yang berfoya-foya bersama teman-temannya di sebuah cafe dan juga sama membeli barang-barang branded untuk meningkatkan gayanya.
Dan sialnya kenapa ayahnya tidak mempermasalahkan itu? Ibunya saja dulu tidak pernah melakukan hal kampungan seperti itu, kenapa ayahnya tidak berkomentar apapun? Ansela harus mengatasi hal ini mulai sekarang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Seorang laki-laki paruh baya namun masih terlihat masih muda kini sedang melamun, pikirannya begitu kalut mengingat wanita yang baru ia lihat tadi, rasanya hatinya begitu dekat dengan wanita tadi, siapa sebenarnya wanita itu? Ia merasa tidak asing dengan wajahnya.
"Dimana kau sekarang malaikat kecilku?" Gumam laki-laki itu dan langsung memejamkan matanya mengingat rasa sakit yang pernah datang pada belasan tahun lalu.