Hallo Mas Polisi

Hallo Mas Polisi
86. Masih Marah


__ADS_3

Satria begitu prustasi dengan istrinya yang sejak tadi hanya diam mengabaikannya, ia sudah kewalahan membujuk istrinya ini itu tapi Firda hanya diam tak membalas ucapannya.


"Sayang apa kau mau es krim?" Tanya Satria sambil membujuk istrinya yang sedang membaca buku itu.


Hening! Itu lah keadaan saat Satria bertanya.


"Sayang ayolah jangan diamkan aku seperti ini!" Ujar Satria sambil memeluk tubuh Firda dari belakang, namun istrinya malah pergi menuju kasurnya.


"Sayang maaf! Ku mohon maafkan aku!" Ujar Satria sambil menghampiri Firda.


"Kau mau kemana hey?" Tanya Satria saat melihat istrinya yang hendak pergi keluar.


"Aku akan tidur di kamar sebelah!" Jawab Firda datar.


"Ti tidak bisa sayang!" Ujar Satria gelagapan dan langsung memencet tombol yang otomatis pintu terkunci.


"Buka!" Ucap Firda datar menatap suaminya.


"Tidak aku tidak mau!" Ujar Satria sambil menggelengkan kepalanya dan hendak menangis.


What? Seorang polisi sebentar lagi akan menangis? Pikir Firda geli ditambah lucu melihat kelakuan suaminya, Diaman letak kasar dan datarnya sekarang? Pikir Firda heran. Sebenarnya ia sudah tak marah, hanya saja ia ingin menjahili suaminya sekaligus memberi hukuman, ternyata menyenangkan juga, pikir Firda.


Satria langsung berdiri dengan kedua lututnya di hadapan Firda dan langsung memeluk dengan menyandarkan kepalanya di perut Firda.


"Sayang ku mohon jangan marah lagi!" Ucap Satria serak.


"Lepaskan!" Ucap Firda kesal.


Satria hanya menggelengkan kepalanya, dengan lembut Firda mengusap rambut Satria dengan lembut dan sontak Satria langsung menatap istrinya dari bawah, ternyata polisi ini merendahkan dirinya sendiri saat menghadapi istrinya.


"Sayang! Maaf!" Ujar Satria sedih.


"Aku sudah membakar Jas, dasi, kemejaku tadi, aku juga sudah mencuci wajahku sebanyak tujuh kali, aku juga tidak mau disentuh wanita sialan itu!" Satria terus berusaha membujuk istrinya.

__ADS_1


"Ini sudah malam! Ayo kita tidur!" Ajak Firda pada suaminya karena sudah kasihan.


"Kamu sudah tak marah sayang?" Tanya Satria ceria.


"Hmm!" Gumam Firda sambil merapihkan rambut Satria yang acak-acakan.


Satria langsung menggendong Firda ala bridal style karena senang dan berjalan menuju tempat tidur. Ia juga membaringkan tubuh Firda pelan dan langsung ikut naik ke atas tempat tidurnya.


Satria langsung menjadikan tangan kirinya sebagai bantal kepala istrinya dan dengan sepat langsung memeluk tubuh Firda setelah menyelimuti kedua tubuh itu.


"Balas pelukan aku sayang!" Ujar Satria kesal.


Firda hanya menurut dan langsung memeluk tubuh kekar suaminya dengan menenggelamkan wajahnya pada pad dada bidang Satria.


Beberapa menit kemudian keduanya terlelap dalam mimpinya masing-masing, lebih tepatnya hanya Firda mungkin, pasalnya setelah Firda terlelap Satria justru terbangun, ia langsung menggantikan tubuhnya dengan Boneka besar milik istrinya.


"Good night honey! I love you!" Bisik Satria yang langsung mengecup bibir mungil Firda yang berwarna merah alami itu.


Rasanya begitu lega saat dirinya sudah baikan dengan sang istri, ia langsung pergi keluar kamar tak lupa mengunci kembali kamar mereka.


"Hmm!" Gumam Satria.


"Apa Ada hal penting yang ingin dibicarakan tuan?" Tanya Juan sambil menyodorkan nampan berisi minuman yang baru saja di bawa oleh maid.


"Hubungi Tuan Rio!" Ujar Satria memerintahkan kepada Juan.


"Ada yang akan disampaikan?"


"Tentu! Bilang kepadanya bahwa kerjasama kita terputus dari setiap perusahaan, dan saham yang ia miliki akan kita cabut!"


"Apa tuan besar tahu masalah ini tuan?" Tanya Juan hati-hati.


"Hmm! Lakukanlah!" Ujar Satria.

__ADS_1


"Baik tuan saya permisi!" Ujar Juan yang pergi keluar untuk menelpon Rios sesuai perintah tuan mudanya.


Satria tersenyum miring dengan hatinya yang bergemuruh kembali mengingat kejadian tadi siang yang menyebabkan istrinya salah paham bahkan ia sampai di acuhkan oleh istrinya dan baru berdamai barusan.


Ia akan memberi pelajaran kepada Rio yang tidak bisa mendidik wanita itu dengan baik, kenapa juga ia tidak menyeret anaknya tadi untuk pergi dari sana, ia juga sampai membakar kemeja jas beserta dasinya karena terkena kulit wanita sialan itu, ia tidak mau jika istrinya melihat pakaian yang sama yang membuatnya kesal, sedikit aneh tapi itulah Satria.


Sial sekali pipi nya jadi ternodai oleh wanita j*Lang itu, pasti istrinya tak akan mau mencium pipinya dalam hari-hari terdekat ini.


Satria langsung merogoh ponselnya dari saku celananya, ia langsung mengetik pesan kepada seseorang untuk memesankan barang branded terbaru untuk istrinya.


Sedangkan berbeda keadaan diluar saat panggilan pertamanya langsung di jawab oleh seseorang disebrang sana.


"Hallo! Ada apa Tuan Juan?" Tanya Rio disebrang sana.


"To the point saja! Saya ingin menyampaikan pesan dari tuan muda bahwa mulai sekarang kerja sama kita di perusahaan manapun sudah terputus, dan saham anda yang berada di William Group akan di cabut malam ini juga!" Ujar Juan panjang lebar.


"Ma…maksud anda?" Tanya Rio yang syok.


"Anda mungkin sudah tahu kejadian tadi siang yang membuat tuan muda dan nona muda bertengkar! Perihal luka putri anda karena tuan muda akan saya kirimkan uang untuk pengobatan!"


"Ku mohon tuan! Jangan putuskan kerjasama kita, saya janji putri saya tidak akan mengganggu tuan Satria lagi! Sampaikan permohonan maafku!" Ucap Rio memohon sekaligus memelas di sebrang sana.


"Maaf Tuan Rio! Keputusan sudah di setujui oleh tuan besar dan tidak mungkin dapat diubah, jika hanya ingin meminta maaf silahkan menghadap langsung kepada tuan muda!"


"Tuan dengarkan aku! Ku mohon jangan putuskan hubungan kerjasama kita tuan! Mari kita bicarakan ini baik-baik!" Ucap Rio terus memohon.


"Selamat malam tuan Rio! Maaf mengganggu waktu anda!" Ujar Juan yang langsung memutuskan sambungan teleponnya.


Di sebrang sana dada Rio tiba-tiba terasa sakit sekali, ia begitu syok dengan kejadian hari ini, tentang putrinya yang terus mengganggu Satria, tentang putrinya yang berani memeluk bahkan mencium pipi Satria yang malah membuat kesalah pahaman antara Satria dan kekasihnya, dan yang lebih parahnya lagi ia harus kehilangan kerjasama yang telah ia jalin dua tahun terkahir ini.


Semuanya telah sirna, ia harus memulai kerjasama dai awal kembali untuk meningkatkan penanaman saham di perusahaan lain, kenapa kehidupannya sesial ini sekarang? Pikirnya kacau. Rio langsung terjatuh tak sadarkan diri saat tak kuasa menahan rasa sakit di dada bagian jantungnya akibat syok berat yang ia alami.


"AYAH!" Laura begitu terkejut saat masuk ke kamar sang ayah dan melihat Rio yang sudah tergeletak di lantai.

__ADS_1


"AYAH BANGUN AYAH! TOLONG!" Laura begitu panik. Laura langsung menelpon Pembantunya yang di bawah untuk mencari bantuan.


__ADS_2