
...SPAM KOMENTAR 20/ORANG YUK NANTI AKU UP CEPET😁...
Kini makanan yang ada di hadapan Firda sudah tandas olehnya, ia sedikit bingung awalnya kenapa ia berada di ruangan berbeda, bahkan ini lebih luas dari sebelumnya, namun saat ia bertanya pada Satria jawabannya hanya "Rumah Baru".
Pagi ini ia makan di kamar baru ini, pasalnya rasa was-was selalu hadir saat ia ingin melangkahkan kakinya keluar, jadi Satria menyuruhnya untuk makan dikamar saja.
"Hallo! Apakah saya boleh masuk?" Firda melihat seseorang yang kini sedang berdiri di ambang pintu dengan senyuman di wajahnya, umurnya mungkin sudah menginjak kepala lima.
Firda yang canggung hanya mengangguk tanda setuju. Wanita itu berjalan dengan senyuman dan langsung duduk disebelah Firda.
"Kau sudah kenyang? Jika mau menambah akan ku panggilkan para maid untuk membawanya lagi!!" Tutur Wanita tua itu.
"Ti…tidak perlu! Aku sudah kenyang!"
"Kita bertemu lagi nona manis!" Ucap Wanita tua itu sambil reflek memeluk Firda erat, Firda yang kaget hanya bisa membatu tak membalas pelukan sang wanita tua yang pantas di panggil nenek itu.
"Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Firda heran, pasalnya ia sangat lupa.
"Tentu saja! Kau yang dulu membantuku menyebrang saat dijalan raya, kebetulan saat itu aku memang tidak membawa para Bodyguard! Nama Nenek adalah Emery, kau cukup panggil Nenek atau Oma saja sayang!"
Firda yang berpikir sejenak akhirnya ia teringat akan pertemuan pertama dengan nenek di depannya ini.
"Dunia begitu sempit kah?" Tanya Firda senang.
"Siapa namamu?"
"Firda Permata, panggil saja Firda Nek!"
Jika kalian lupa, pertemuan mereka ada di bab pertama.
"Sebenarnya nek… sekarang aku berada dimana?" Tanya Firda heran.
"Kau berada di Rumah Barumu Sayang!" Jawab Nenek didepannya enteng.
'jawaban yang sama persis diberikan oleh polisi menyebalkan itu ' batin Firda berucap.
"Maksudnya, kenapa Nenek bisa ada disini?"
"Aku ini Nenek dari kekasihmu sayang!" Ujar Nenek di depannya ini.
' Kekasih?'
Bahkan saat ini ia tak memiliki Kekasih sama sekali, kejadian yang menimpanya bertubi-tubi saja ia tidak yakin untuk membuka hatinya kembali.
"Maksud Nenek?" Tanya Firda.
"Sudahlah! Kau jangan malu-malu, nanti jika cucuku si polisi keren itu menyakitimu, maka kau beri tahu aku! Aku akan menjewer telinganya sampai putus!"
__ADS_1
'JADI YANG DIMAKSUD NENEK KEKASIHMU ITU POLISI MENYEBALKAN ITU HAH?' Jerit Firda dalam hatinya.
"Apakah Nenek tinggal berdua saja disini?" Setelah menarik nafas panjang akhirnya Firda kembali bertanya lagi.
Emery tertawa sejenak dan menatap Firda dengan lembut.
"Kita keluar yuk! Akan ku perkenalkan pada semua orang di mansion ini!" Lagi dan lagi Firda kaget.
'MANSION?'
Seluas apa rumah yang belum dijelajahi ini? Bahkan ia tak pernah keluar pintu kamar ini selangkah pun.
"Kau mau keluar?" Tanya Emery.
Firda hanya menggeleng sebagai jawaban, ia takut sangat takut, tubuhnya selalu bergetar saat membayangkan laki-laki manapun.
"Aku mengerti sayang! Jangan khawatir, sebentar lagi dokter akan datang memeriksa keadaan mu!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Firda meremas ujung bajunya dengan keras sambil menunduk saat kini ia kedatangan seorang dokter ke kamarnya bersama Satria.
"Saya cek kondisimu dulu ya!" Tutur Dokter itu yang tak lain adalah Farhan dengan lembut.
Firda hanya diam tak berani menatap ke depan apalagi ke wajah Dokter didepannya. Satria langsung menaiki kasur Firda dan duduk di sampingnya, ia merangkul tubuh Firda dan mengangkat dagunya agar melihat wajah Satria.
"Ayo! Lawan rasa takut itu perlahan!" Firda menatap manik mata yang menatapnya teduh.
Farhan langsung mendekat dan mengecek keadaan Firda secara menyeluruh, ia juga mengobati luka memar dengan salep yang ia bawa agar rasa sakitnya berkurang.
"Kondisi tubuhmu saat ini cukup stabil, jaga pola makan sehatmu!" Firda hanya mengangguk sebagai jawaban. Namun, tanpa Firda sadari kini Farhan menatapnya dengan tatapan suit diartikan.
Akhirnya Satria mengantarkan Farhan keluar saat pemeriksaan sudah selesai, dan kini mereka. ada di halaman utama sedang duduk sebentar karena Farhan ingin berbicara sebentar.
"Sat! Trauma yang dia alami memang tidak terlalu berat, tapi ia juga baru pertama kali mengalaminya, wajar saja dia syok berat. Saran gue, mending biasain dirinya bertemu orang banyak terutama laki-laki, biar traumanya bisa hilang!"
"Tapi ingat satu hal! Jangan terlalu dipaksakan, itu bisa fatal, jika ia sudah mulai tak nyaman dengan sekitarnya, bawa ia ke kamar saja!" Tutur Farhan panjang lebar.
"hmm!" Jawab Satria singkat.
"Gue gak nyangka Lo bisa perhatian seperti ini sama lawan jenis, pacar Lo beruntung banget!"
"Dia bukan pacar gue Han!" Tegas Satria.
"Tapi Lo naruh hati Lo padanya kan? Hati-hati Sat! Akal dan hati bedanya cuma satu persen, Lo harus bisa bedain!"
"Lo. ngomong kayak gini kayak udah pernah ngalamin aja!"
__ADS_1
"Lo lupa? Gue bahkan lebih berpengalaman dari Lo yang dikira gay sama semua orang!" Satria mendengus kesal menatap sahabatnya itu.
"Gue harus balik ke RS!" Farhan bangkit dari duduknya setelah ber tos pada Satria.
Satria menatap kepergian Farhan yang hendak menaiki mobil pribadinya itu, namun Farhan membalikan badannya sebelum masuk.
"Satria! Cewek Lo cantik juga, gue suka wajah polosnya!" Ucap Farhan sebelum masuk ke mobilnya.
Jangan tanyakan wajah Satria saat ini, ia bahkan merasa marah, kesal, dan ingin memukul sahabatnya sendiri saat ini juga. Satria membuka kancing baju seragamnya yang paling atas dan melonggarkan dasinya dengan kasar.
"****!! Lo gak takut mati di tangan gue Han?" Gumam Satria kesal.
Sedangkan Farhan tersenyum saat melihat air muka Satria yang berubah menjadi merah padam, untung saja ia langsung masuk ke mobilnya, jika tidak, entah bagaimana bentuk wajahnya saat ini.
"Gue ngerasa gak asing sama wajah cewek Lo sat!" Gumam Farhan saat membelah jalanan kota pagi menjelang siang ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"APA? IBU MAU MENIKAH?" Teriak Karina saat mendengar kabar ibunya.
"Rendahkan suaramu Karina!" Tegas Rani.
"Ibu mau menikah dengan siapa?" Tanya Karina heran.
"Sayang kita akan hidup enak setelah ini, ibu akan menikah dengan salah satu pengusaha kaya raya di kota ini!"
"Kenapa bisa seperti itu? Bagaimana bisa?" Tanya Karina senang.
"Saat ibu memohon kepada Anak sialan itu yang ternyata ada hasilnya, ibu tak sengaja ditabrak oleh mobil mewah, dan ternyata pemiliknya adalah seorang pengusaha sayang!"
"Dan ia jatuh cinta padamu Bu?" Tanya Karina lagi.
"Sejak saat itu, ia meminta nomor ibu katanya untuk bertanggung jawab atas kesalahannya, dan akhir-akhir ini ia selalu menghubungi ibu, sepertinya dia menyukai ibu! Dan kemarin ia mengajak ibu menikah setelah bertemu!"
"Ouh baguslah Bu! Aku suka kabar ini!" Ia bahkan bisa jatuh cinta padamu dalam waktu kurang dari seminggu!"
"Tentu sayang! Mari kita balas Anak sialan yang tak tahu diri itu! Berani-beraninya ia mencampakkan aku ketika aku sudah memohon padanya di tempat banyak orang!"
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
...LIKE DAN KOMENTARNYA JANGAN LUPA YAAAA!!!!...