
Firda menggeliat dari balik selimut yang menutupinya, ia tersadar karena sinar matahari yang masuk lewat celah jendela hingga sampai ke penglihatannya.
Ia berjalan gontai ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sebelum membuat sarapan.
Tak butuh waktu lama, Firda kini tengah membuat sarapan untuk dirinya sendiri, sudah tiga hari Satria tidak tidur di apartemennya, yah Amera menepati janjinya untuk melarang Satria agar tidak tidur bersama di satu atap, namun walaupun Satria menolak diawal akhirnya Satria memutuskan untuk tinggal di apartemen yang bersebelahan dengan Unit apartemen Firda, dan sepertinya Firda tidak tahu itu.
"Kenapa Satria belum kesini ya?" Gumam Firda sambil sesekali melirik ke arah ruang tamu, namun sayangnya tidak ada siapapun disana.
Firda langsung menghidangkan makanannya di piring, pagi ini ia hanya memasak nasi goreng saja hanya untuk dirinya, pasalnya Satria mungkin sudah sarapan di mansionnya.
Ceklek…
Suara pintu terbuka membuat atensi Firda langsung teralihkan, ia tersenyum menatap Sosok laki-laki yang sudah siap dengan stelan Jasnya, ia memakai kemeja putih dan dasi hitam sesuai dengan warna jas dan celananya.
"Hari ini kau ke kantor?" Tanya Firda dengan membawa sepiring nasi goreng menuju sofa ruang tamu, saat ini ia malas di meja makan.
"Hmm! Ada jadwal rapat! Kau harus ikut!" Ucap Satria sambil duduk di sebelah Firda.
Firda hanya mengangguk dan langsung menyuapkan sesendok nasi goreng ke mulutnya.
"Suapi aku!" Ucap Satria saat melihat gadis disampingnya makan.
"Kau belum sarapan?" Tanya Firda heran.
"Hmm!" Jawab Satria.
"Aku buatkan lagi sa-"
"Aku mau yang ini!" Tutur Satria sambil menta manik Firda.
"Baiklah aku akan membawa send-"
"Satu sendok saja! Kita hampir terlambat!" Potong Satria lagi.
Walau ragu Firda menyodorkan sendok yang sudah di isi nasi goreng ke mulut Satria, dan dengan santainya laki-laki itu menerimanya. Arghhhh… bukannya sama saja mereka sudah berciuman jika makan satu sendok seperti ini? Jerit Firda dalam hatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Aku mau rapat sebentar, kau di ruangan ku saja jangan kemana-mana!! Keluar kaki selangkah kau akan ku hukum!!" Tutur Satria. sambil memainkan rambut Firda.
"Hmm baiklah!" Ujar Firda lesu.
"Good Girl!"
Satria langsung pergi dari ruangannya meninggalkan Firda yang tengah Fokus dengan tablet miliknya, ia merebahkan tubuhnya di atas sofa panjang dan empuk sambil menikmati video video lucu di berada tik tok.
"Dasar wanita murahan!"
Firda langsung bangkit karena terlonjak kaget mendengar suara dari arah belakangnya, Firda menatap wanita itu dengan heran, sejak kapan dia masuk ke sini.
__ADS_1
' Kenapa sih tiap tempat selalu ada saja perusuh! ' ujar Firda dalam hatinya, siapa lagi jika bukan Laura yang memiliki sejuta keberaniannya.
"Gue yakin Lo cuma mau harta Satria doang! Iya kan? Penampilan aja kampungan cih…"
"Kita ada masalah ya?" Tanya Firda heran.
"Menurut Lo?" Tanya Laura kesal dengan Firda.
Firda tampak berpikir sejenak.
"Kayaknya enggak deh! Mending balik gih!" Ucap Firda yang langsung menyandarkan punggungnya ke sofa sambil kembali memainkan tablet Satria.
"Lo berani sama gue!" Ucap Laura tak terima dan…
BYUR…
"Lo gila ya!" Ucap Firda yang langsung berdiri dari duduknya saat air itu tumpah kemana-mana.
Air yang ada di hadapan Firda kini telah tandas karena di siramkan, bukan pada Firda melainkan pada dirinya sendiri dan Firda jadi heran sendiri.
"Hiks… Hiks… Satria lihat? Wanita ini menyirami ku dengan air!" Ucap Laura sedramatis mungkin Seakan dia disini yang menjadi korban.
Firda yang mendengar nama Satria langsung menatap ke arah belakangnya yang kini terdapat Satria yang sedang berdiri menatap ke arah dimana ia dan Laura berada.
Firda menggeleng pelan sebagai ucapan kepada Satria, apa kali ini Satria akan salah paham lagi padanya? Pikir Firda kacau hingga bibirnya terasa kelu.
BRUGH…
Dengan sekali gerakan Laura kini terduduk dilantai karena di dorong oleh Satria dengan kasar.
"Akh…!" Laura memegang bokongnya yang terasa sakit saat menyentuh dengan lantai.
"Satria kenapa kau mendorongku!" Ucap Laura dengan nada sedihnya.
Tanpa menjawab wanita di hadapannya Satria justru malah berjalan ke arah Firda dan langsung mengecek keadaan Gadisnya.
"Are you okay hmm?" Tanya Satria sambil menelisik bagian tubuh Firda.
"Aku tidak apa-apa!" Jawab Firda pelan.
"Satria dia yang jahat sama aku hiks…! Dia siram aku dengan air, lihatlah penampilanku!" Ucap Laura tak terima dan langsung berdiri saat melihat Satria yang justru malah mengkhawatirkan gadis kampungan itu.
"Diam Bi*ch! Juan seret dia keluar!" Ucap Satria tegas saat melihat Juan yang baru masuk karena mendapat alarm panggilan dari Satria.
"Baik tuan!" Dengan tanpa perasaan Juan menyeret Laura dengan sebelah tangannya untuk pergi dari ruangan tuan mudanya.
"LEPASKAN AKU! AKU AKAN KASIH PELAJARAN KAU BERANI-BERANINYA MENYENTUHKU!!"
Namun Juan seakan tuli dan tetap menyeret Laura hingga keluar.
__ADS_1
"Sebaiknya kau ikut aku rapat!" Tutur Satria pada Firda yang masih menatap kepergian Juan dan Laura keluar.
"Kau bercanda ya? Aku akan menjadi orang paling bodoh disana! Aku tidak mau!" Ucap Firda kesal dengan penuturan Satria.
"Tak ada yang berani menyebutmu bodoh!"
"Tidak! Aku tetap tidak mau!" Ucap Firda Keukeh.
Namun tiba-tiba tubuhnya terasa melayang di udara, yah Satria memang keras kepala ia langsung menggendong Firda ala karung beras untuk dibawa keruangan rapatnya.
"Hay lepaskan aku!!" Firda memukul-mukul punggung Satria dengan keras, namun malah tangannya yang sakit akibat terlalu keras punggung Satria.
"Ck Diamlah! Kau tidak malu?" Tanya Satria saat kini mereka berdua menjadi sorotan para karyawan disana.
Apalagi para kaum hawa ada yang menjerit histeris melihat pemandangan didepannya, ada yang hanya mangap, ada yang mengigit jarinya sendiri dan ada juga yang iri.
"Bukannya seharusnya kau yang malu hah?" Tanya Firda kesal tapi tidak dijawab oleh Satria sama sekali.
Dan kini tak terasa Satria tiba diruang rapatnya dengan posisi Firda masih berada di bahunya. Ia langsung menurunkan Firda dengan perlahan agar ia tidak oleng.
"Kau ini membuatku malu!" Ucap Firda pelan sambil merapihkan bajunya yang sedikit berantakan, untungnya ia pakai celana hari ini, jika tidak, entahlah.
Karyawan yang sedang menunggu kehadiran Satria malah tercengang melihat adegan langka ini.
"Jaga mata kalian jika masih ingin melihat dunia ini!" Tegas Satria pada karyawan laki-laki yang sedang menatap Firda.
Satria langsung meraih tangan Firda dan mengajaknya ke tempat duduknya, hari ini ia yang memimpin rapat karena sang ayah sedang perjalanan keluar kota.
"Ambilkan satu kursi!" Perintah Satria yang langsung di angguki oleh salah satu pegawai dan dengan cepat membawa kursi besar dari meja yang sebelahnya.
"Duduklah!" Ucap Satria pada Firda.
Mau tidak mau Firda hanya menurut agar rapat ini cepat selesai dan dia dapat pergi dari sekian banyaknya orang di ruangan ini.
Rapat akhirnya dimulai, sedangkan Firda sibuk mengalihkan perhatiannya dengan cara memainkan handphonenya.
Selama lima puluh menit lamanya rapat masih berjalan Dan tanpa mereka semua sadari kini Firda sudah tertidur dengan kaki yang diangkat ke atas kursi dan tangan yang masih memegang handphone walau sepertinya handphone itu sebentar lagi terjatuh.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1