
Malam ini benar-benar malam yang sangat sibuk untuk seorang Satria, bagaimana tidak? Sore tadi ia di panggil ayahnya untuk menggantikannya rapat, dan di tambah setelah rapat ia harus pergi menangkap para begal yang selalu membuat kekhawatiran para warga di salah satu kota, dan sialnya lagi ia harus membatalkan janjinya untuk mengajak Firda ke pasar malam sesuai permintaannya.
Firda pulang di antar oleh Satria ke apartemennya sebelum Satria melakukan rapat tadi sore, untungnya gadis itu mengerti kesibukan Satria.
"Juan kita ke apartemen sekarang!" Tegas Satria.
"Tuan muda! Lebih baik luka anda di obati terlebih dahulu! Kita pergi ke rumah sakit!!" Ucap Juan saat melihat goresan luka di lengan Satria saat tadi bertempur dengan para begal sebelum akhirnya begal itu tertangkap.
"Kau tidak mendengarkan aku? Kita ke apartemen saat ini juga!!! Aku cemas dengan gadisku!!" Tekan Satria dengan anda dinginnya.
Mau tidak mau Juan hanya mengangguk saja sebagai jawaban terakhirnya, ia tidak mau jika tuannya malah meluapkan emosinya pada siapapun yang ia lihat.
"Mari tuan!" Ujar Juan yang membukakan pintu belakang mobil untuk Satria.
"Kita pergi! Bereskan sisanya!!" Perintah Juan pada Erik beserta yang lainnya.
Mereka hanya mengangguk patuh karena tahu kondisi kaptennya yang tidak bersahabat, ia hampir saja melenyapkan para begal tadi, dan mereka tidak tahu alasan yang tepat.
Diperjalanan Satria hanya terdiam sambil memandang pesannya yang tak kunjung mendapatkan balasan dari sebrang sana, dan itu tentu membuat kecemasan Satria tersendiri.
' ck kemana gadis itu? ' Ucap Satria kesal.
"Juan lebih cepat!" Ujar Satria dengan anda kesal.
"Baik tuan!" Ujar Juan yang kini mempercepat dalam mengemudikan mobilnya.
Tak lama dalam waktu lima menit Juan berhasil memarkirkan mobilnya di hadapan gedung apartemen milik Firda, yah memang milik Firda.
Dengan segera Satria turun dari mobilnya dan langsung pergi meninggalkan Juan yang belum keluar sama sekali.
"Tuan bisakah anda sabar sedikit?" Tanya Juan sambil menggelengkan kepalanya heran dengan tingkah tuannya akhir-akhir ini.
"Selamat Nona muda! Selamat!!! Anda berhasil mengendalikan Tuan muda sepenuhnya!!" Ujar Juan sambil keluar tak lupa mengunci mobi.
Tujuan Juan saat ini hanyalah pergi ke unit kamarnya, membersihkan tubuhnya, makan malam, setelah itu ia ingin meluruskan punggungnya yang begitu melelahkan hari ini.
Berbeda dengan Satria yang kini sangat terburu-buru ingin pergi ke unit apartemen Firda.
__ADS_1
Ceklek…
Pintu unit apartemen Firda terbuka karena Satria yang memiliki aksesnya. Mata Satria menyapu setiap sudut ruang tamu dan ruang menonton, namun nihilnya ia tak dapat menemukan sosok Firda.
Ia langsung berjalan menuju ke Kamar Firda, tanpa aba-aba ia langsung masuk tanpa mengetuk pintu sama sekali.
"Satya?" Tanya Firda memastikan karena keterkejutannya barusan, bisa-bisanya laki-laki itu masuk tanpa izinnya terlebih dahulu, untung saja ia sudah memakai pakaian, jika saja Satria datang dua menit yang lalu pasti akan terjadi hal yang memalukan.
"Kenapa kau tidak mengetuk pintu terlebih dahulu sih?" Tanya Firda dengan geram.
Namun bukannya menjawab Satria justru langsung menghampiri Firda.
Grep…
Satria memeluk tubuh Firda dengan erat.
"Kita ke pasar malam besok! Aku janji!" Tutur Satria dengan nada bersalah.
"Tidak ke pasar malam pun tidak apa-apa Satya!" Jawab Firda.
"Kau terluka!" Tutur Firda sambil meraih tangan Satria.
"Hanya luka kecil!" Jawab Satria dan langsung membelai rambut Firda dengan atau tangannya yang tidak terluka.
"Hanya luka kecil kau bilang? Bahkan kau tak sanggup memeluk dengan kedua tanganmu barusan! Itu yang disebut luka kecil?" Ucap Firda dengan marah.
"Hey! Siapa bilang aku tak sanggup memelukmu barusan? Aku hanya tidak ingin menodai baju mu karena darah ini!" Ucap Satria meluruskan agar Gadisnya tidak salah paham, bahkan jika banyak luka di sekujur tubuhnya pun ia masih bisa memeluk Firda dengan erat.
"Biar aku obati!" Tutur Firda dengan hati yang menahan malu, bisa-bisanya Satria membuat hatinya melunak bahkan saat dirinya berada di puncak kemarahan.
"Sure!" Ucap Satria dengan senang.
Firda pergi mengambil kotak P3K dari lemari laci di kamarnya, ia langsung membawa Satria gar duduk di sofa yang ada di kamarnya.
"Hari ini kau habis melakukan apa hingga terluka? Bukannya kau pergi ke kantor?" Tanya Firda heran.
"Aku habis menangkap para begal yang meresahkan masyarakat! Bukannya aku sudah izin lewat pesan yang ku kirim?"
__ADS_1
"Oh ya? Aku tidak membuka pesan hari ini! WiFi di apartemen ini rusak, lalu kuotaku juga ikut habis!" Ucap Firda yang masih fokus membersihkan. luka di tangan Satria.
"Kenapa tidak bilang?" Tanya Satria geram.
"Aku harus bilang seperti apa? Sedangkan handphoneku saja tidak ada internet!"
"WiFi akan di ganti besok pagi, dan kuotamu akan ku isi sekarang juga!" Ucap Satria, ia kesal kenapa tidak ingat jika hari ini memang jadwal pengisian kuota internet gadisnya, pasti seharian ini gadisnya kebosanan karena tidak bisa menonton drama kesukaannya.
"Besok saja! Hari ini kau perlu beristirahat! Lukamu sudah ku perban! Kau bersihkan tubuhmu kecuali bagian yang ini!" Ucap Firda memberi penuturan.
"Aku akan mengisi kuota internet mu dulu baru pergi!" Ujar Satria yang langsung mengetikan sesuatu kepada Juan tentunya.
"Kau memang keras kepala!" Ujar Firda yang langsung pergi untuk menyimpan kotak P3K ke tempat asalnya.
Firda menyalakan hairdryer untuk mengeringkan rambutnya yang sedikit basah, ia tidak mau kepalanya sakit jika tidur dengan rambut yang basah.
"Aku ke kamar sebelah untuk mandi terlebih dahulu! Nanti temani aku makan malam!" Ucap Satria dan langsung menghampiri Firda yang sedang duduk di depan meja rias dan cermin yang besar itu.
"Kau mau makan apa?" Tanya Firda sambil menatap Satria lewat cermin di hadapannya.
"Aku akan memesan gofood untuk makan malam kita, kau belum makan bukan?" Tanya Satria yang langsung memeluk tubuh Firda dengan mencondongkan tubuhnya agar sejajar.
"Aku masak saja! Aku punya menu baru!" Ujar Firda dengan Keukeh.
"Terserah kau saja kalau begitu!" Ujar Satria.
Cup…
Satria mengecup pipi kanan Firda dengan singkat, dan setelah itu ia langsung pergi dari kamar Firda, tak lupa ia menutup kembali pintu kamar Firda.
"Bisa tidak sih gak usah lebay nih jantung?" Ucap Firda kesal sambil memegang dadanya yang terasa berdetak begitu kencang.
Berbeda dengan Juan yang kini tengah mengumpat kesal, bisa-bisanya Satria mengirim pesan saat ia sedang merilekskan tubuhnya di bathtub.
"Isi kuota internet gaidsku sekarang! Jangka waktu lima menit gaidsku harus bisa memakainya!"
"Oh ayolah tuan muda! Kenapa tidak besok saja kau menyuruhku!" Ucap Juan yang mau tidak mau harus keluar, ia bisa saja sebenarnya menyuruh bodyguard yang begitu banyaknya hanya untuk membeli kuota seperti ini, namun ia bisa di tebas lehernya jika berani memberikan nomor nona muda pada Bodyguard lain.
__ADS_1