
"Dimana putriku Satria?" Tanya Arsen pada Satria yang sedang duduk bersama yang lainnya didalam.
"Kenapa tuan? Kaget? Saya pikir orang yang memiliki wawasan akan mendengarkan penjelasan terlebih dahulu tanpa harus melakukan kekerasan! Kekerasan hanya dilakukan untuk orang yang berada diluar batasan!" Tutur Satria panjang lebar.
"Satria kumohon! Aku sangat sensitif jika bersangkutan dengan malaikat kecilku! Dia satu-satunya putri di keluargaku!" Arsen sangat memohon agar bisa bertemu dengan putrinya saat ini, ia benar-benar tidak tahu jika Firda adalah putrinya, ia tidak mencari tahu lebih dalam karena ia yakin kalau putrinya memang sudah pergi.
"Tuan muda! Nona mencari anda!" Ujar maid yang tiba-tiba datang keruangan keluarga.
Satria langsung pergi setengah berlari Mendengar kabar tersebut. Sesampainya di kamarnya, Satria langsung masuk dan menghampiri istrinya.
"Sayang!" Panggil Satria dan langsung memeluk tubuh mungil Firda erat.
"Are you okay?" Tanya Satria lembut.
"Ayah pasti terluka! Dimana dia?" Tanya Firda dengan nada khawatir.
"Ayahmu sedang ditangani dokter! Tenang oke!"
"Hiks… apa yang dimaksud ayah itu aku?" Firda menangis saat mengingat perkataan Dafa saat bersimpuh tadi dihadapan Arsen.
"Yes baby! Kau memang berasal dari keluarga Gabriel!" Firda menggelengkan kepalanya mendengar kenyataan ini, jadi benar dirinya memang bukan putri dari Dafa? Kenapa sesakit ini menerima kenyataan semuanya?
"Jangan dipikirkan lagi oke!" Satria langsung kembali memeluk tubuh Firda.
"Mau bertemu keluargamu sekarang hmm?" Tanya Satria lembut.
"Tidak sekarang!" Ujar Firda.
Satria yang paham langsung mengangguk.
"Aku akan berbicara pada mereka sebentar! Tunggu aku lima menit lagi!" Ujar Satria yang langsung mengecup bibir Firda singkat dan pergi keluar kamarnya.
"Bagaimana keadaan menantuku?" Tanya Saka pada putranya.
"Cukup baik! Tapi sepertinya ia membutuhkan waktu untuk menerima semuanya! Ini juga sudah larut, kalian bisa istirahat malam ini!" Ujar Satria menatap semua orang didepan kamarnya.
"Sat! Kasih gue maupun Keluarga gue untuk izin buat bicara sama adik gue!" Tutur Farhan dengan memohon.
"Dia istri gue Han! Jadi keinginannya adalah poin utama yang harus gue kabulkan, so sorry!"
"Juan! Siapkan kamar untuk semuanya! Barangkali sarapan besok kita dapat berbicara lagi! Selamat malam dan selamat beristirahat!" Ujar Satria yang langsung masuk kedalam kamarnya tanpa menunggu jawaban dari siapapun.
"Mas? Ini mimpi kan? Apa benar semua anak kita masih berada di dunia?" Ujar Anes yang sejak tadi tak percaya dengan keadaan sekarang.
"Tidak sayang! Putri kita benar-benar masih ada!" Jawab Arsen sambil merangkul istrinya.
__ADS_1
"Ares, kau dan keluargamu menginap saja! Banyak kamar kosong disini, aku mengerti kalian ingin bertemu putri kalian bukan? Kesempatan kalian masih banyak termasuk hari esok!"
"Thanks! Kita akan menginap!" Ujar Ares memutuskan.
"Juan antar mereka semua!"
"Baik tuan!" Jawab Juan menurut.
"Mari kita juga istirahat sayang!" Ujar Saka yang langsung Manarik istrinya Amera ke kamar yang tak jauh dari kamar putranya.
Sedangkan berbeda dengan Satria yang langsung duduk disamping Firda yang tengah melamun.
"Kita istirahat!" Ujar Satria lembut sambil merapihkan rambut Firda yang sedikit berantakan.
"Aku sudah membereskan semuanya! Kau bisa berbicara dengan keluargamu besok pagi!" Tutur Satria lagi.
"Apa mereka kecewa dengan keputusanku?" Tanya Firda tak enak.
"Keinginanmu prioritasku sayang! Jadi mereka akan mengerti sendiri! Jadi jangan berpikir sesuatu yang dapat mengganggu pikiranmu!"
"Thank you!" Satria Langsung membaringkan tubuh Firda dan juga ia mengikutinya, ia jadikan lengan kirinya sebagai bantal kepala Firda dan tangan kanannya untuk menutupi tubuh keduanya dengan selimut, tak lupa Satria juga memeluk tubuh Firda yang menjadi narkoba baginya.
"Terima kasih telah menemukan keluargaku! Kau tahu? Setelah aku tahu aku bukan anak kandung dari Ayah, aku pikir aku adalah anak yang dibuang dan tak diinginkan oleh orang tuanya, tapi ternyata aku salah besar!" Ujar Firda sambil mengelus rahang tegas Satria dengan lembut.
"Your welcome honey! Aku akan selalu memberikan yang terbaik untukmu!" Ujar Satria dengan menatap wajah Firda dengan intens.
"Bahkan jika kau yang menginginkan kepergian itupun aku tak akan pernah membiarkannya! Kau pikir hanya aku saja yang terjatuh terlalu jauh? No! Big no! Aku sudah lebih jauh darimu!" Bisik Satria dengan nada seraknya yang membuat tubuh Firda meremang sempurna.
"I love you!" Satria benar-benar membulatkan matanya tak percaya, benarkah? Baru kali ini ia mendengar ucapan cinta dari istrinya setelah sekian lama.
"Katakan lagi!"
"I love you!"
"Lagi!"
"I love youuuuuu!"
"Satu kali lagi!"
"I love you! I love you! I love youuuuuu!" Ujar Firda dengan sedikit tertawa karena melihat wajah suaminya yang menggemaskan dimatanya.
Satria langsung melayangkan ciuman di seluruh wajah Firda termasuk lehernya, Firda yang kewalahan hanya tertawa geli melihat tingkah laku suaminya ini.
"Thank you honey! Thank you!" Ujar Satria tulus.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sebuah kamar kini sudah seperti kandang babi yang begitu berantakan dan tercium bay alkohol.
"Sialan sekali wanita itu! Hahahaha. Jadi ternyata mereka sudah menikah? Aku Anita berjanji akan membunuh wanita yang merenggut laki-laki yang aku sukai! Hahahaha!"
Wanita itu adalah Anita yang baru saja semalam mendapatkan informasi bahwa Satria dan Firda sudah menikah, tidak sia-sia ia menyewa maid yang menyelinap ke mansion William.
"Arghhhh… Awas saja kau j*lang! Akan ku gores wajahmu dengan belati indahku ini!!"
Anita langsung pergi keluar kamarnya untuk melampiaskan amarahnya yang setengah sadar itu akibat alkohol.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Maaf Nona! Kami tidak bisa menyelamatkan nyawa tuan Rio!"
Laura bagai disambar petir mendengar kabar tersebut dari sang dokter yang baru saja manangnai ayahnya yang kritis. Sudah seminggu Rio dirawat di RS akibat kejadian satu Minggu yang lalu.
"ENGGAK! GAK MUNGKIN DOK! DOKTER PASTI BOHONG KAN? DOKTER JANGAN BERCANDA DONG!!" Ujar Laura histeris sambil mengacak rambutnya prustasi.
"Laura tenanglah ada kakak disini!" ujar seorang wanita yang langsung memeluk tubuh Laura.
"Laura sayang tenang oke! Om Papa akan menggantikan peran ayahmu nak!" pria paruh baya tersebut mengelus kedua Wanita yang ia sayangi.
"Dokter! Saya akan menyiapkan pemakaman untuk adik saya!"
Laura masih tetap menangis.
"Tenang Laura! Ka Ansel akan selalu da untuk kamu!" Yah wanita yang memeluk Laura adalah Ansela dan yang di panggil Om Papa adalah Riko alias kakaknya Rio.
Masih ingat dengan nama Ansela Laura? Maka nama Laura adalah nama belakang Ansela yang sengaja diambil untuk putri Rio dan diberikan langsung oleh Riko, karena pada saat itu istri Rio tiada pasca melahirkan.
"Ka Ansela! Ini semua gara-gara wanita itu! Pasti dia yang menyuruh laki-laki yang aku cintai untuk memutuskan kerja sama dengan ayah, hingga penyakit jantung ayah bisa kumat seperti itu!"
"Katakan wanita mana yang telah menyakitimu sayang! Akan ku beri pelajaran dia!"
Laura langsung merogoh ponselnya dari saku celana dan membuka room galeri, ia langsung menunjukkan wajah wanita yang ia maksud.
Ansela langsung mengeraskan rahangnya melihat gambar Yang adiknya tunjukkan.
' Sialan sekali! Ternyata target kita sama! '
"Kakak janji akan memberi pelajaran kepada wanita ini untukmu sayang!"
' sekaligus untuk aku dan suamiku! Firda Permata! Ajalmu sudah dekat! ' .
__ADS_1
.
.