
Firda membuka matanya dengan kepalanya yang masih berdenyut, matanya terasa masih berkunang-kunang seperti semalam, namun kali ini lebih baik.
Mata Firda menangkap sosok laki-laki yang sedang tertidur pulas sambil memeluk tubuh Firda. Tiba-tiba tenggorokannya terasa kering dan sakit, Firda menatap segelas air minum di samping nakas tempat tidurnya.
Firda melepaskan tangan Satria dengan pelan agar ia tak membangunkan Satria karena pergerakannya.
Firda mencoba meraih gelas dengan tangannya.
"Kau tak membangunkan ku hmm?" Firda terlonjak kaget saat mendengar suara the voice milik Satria.
"A…aku… emmh" Tanpa menunggu jawaban Firda yang ragu, Satria langsung meraih air minum di sampingnya dan langsung memberikannya kepada Firda, tak lupa ia juga membantu Firda untuk bangun dari tidurnya.
"Lain kali bangunkan saja aku! Kau jangan pura-pura kuat!" Firda hanya terdiam mendengar teguran Satria yang cukup membuatnya sakit hati.
"Kau masih kedinginan?" Tanya Satria.
"Sedikit!" Jawab Firda lemah.
"Tidurlah kembali! Kau Sepertinya tidak cukup kuat untuk duduk!" Pinta Satria yang hanya di angguki oleh Firda.
Satria menjadikan sebuah tangannya untuk di jadikan bantal oleh Firda, ia juga menarik tubuh Firda agar masuk ke dalam pelukannya.
"Tubuhmu masih panas! Istirahatlah!" Firda membenamkan wajahnya ke dalam ceruk leher Satria, rasanya begitu nyaman sekali berada disana.
"Aku lapar!" cicit Firda sambil mendongakkan kepalanya menatap wajah tegas Satria.
"Kau mau makan apa?"
"Sup ayam buatanmu saja!" Jawab Firda sambil memejamkan matanya kembali.
"Buatanku?" Tanya Satria heran.
"hmm! Aku tidak percaya orang lain saat sakit!" Satria menatap wajah Firda yang kini menatapnya teduh, ia jadi tidak tega menolak permintaan gadisnya ini. Mengingat kalimat Firda tadi membuat telinga Satria memerah saat ini, berarti dia bukan orang asing lagi bagi Firda? Ucap Satria dalam hatinya.
"Aku akan memasaknya untukmu!" Ucap Satria dengan wajah cerahnya.
"Aku ikut!"
"Kau istirahat saja di kamar! Aku hanya pergi sebentar ke dapur!" Firda menggeleng dengan lemah pertanda tidak mau di tinggal sendiri.
Satria berdecak pelan melihat sifat aneh gadis ini mulai keluar jika sedang sakit. Satria kini langsung membantu Firda untuk bangun dari tidurnya, ia juga memasangkan kaos kaki yang sempat terlepas.
"Baiklah ayo naik!" Satria memberikan punggungnya agar Firda naik ke atasnya.
"Pegangan dengan erat!" Pinta Satria saat tangan Firda tidak terlalu kuat memeluknya.
"Hmmm!" gumam Firda tidak jelas.
Satria langsung pergi dengan posisi Firda di punggungnya, saat keluar ia menjadi sorotan para maid pagi-pagi begini, bagaimana tidak? Satria yang terkenal anti perempuan kini dengan suka rela menggendong seorang gadis yang mereka tahu bahwa gadis itu baru tuan mudanya temui akhir-akhir ini.
Satria kini sudah mendarat di lantai paling bawah dan langsung menuju dapur utama.
"Kalian semua bisa pergi!" Semua orang di dalam sana saling pandang karena bingung maksud dan tujuan Satria itu, apalagi saat melihat Firda di punggung tuan mudanya dengan kondisi lemah, apa yang akan tuan mudanya lakukan pada gadis yang semalam membuat semua orang panik dengan nada alarm darurat yang di kirim oleh Satria sendiri.
"Keluar!" Tegas Satria tak mau mengulang perkataannya.
__ADS_1
Semua orang disana termasuk para koki langsung keluar tanpa menyelesaikan pekerjaannya, mereka mulai takut dengan nada tuan mudanya itu.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" Tanya Koki utama di sana.
"Apa kau tuli?" Tanya Satria sambil menatap nyalang koki tersebut.
"Mohon maaf! Saya permisi tuan!"
Setelah kepergian koki itu, Satria meletakan Firda di kursi yang berada di sana dengan perlahan.
"Kau kuat untuk duduk?" Firda hanya mengangguk dengan tatapan sayu nya.
"Sebentar!" Satria berlari ke arah luar dan tak lama ia masuk diikuti oleh dua bodyguard yang kini mengangkat Sofa panjang beserta bantal dan selimut di atasnya.
"Ayo!" Satria mengangkat tubuh Firda dan langsung memindahkannya pada sofa yang ia bawa barusan.
Ia juga memakaikan selimut pada tubuh Firda agar tubuhnya tidak kedinginan.
"Aku akan memasak! Kau jangan banyak bergerak!"
Satria langsung memulai acara masaknya dan berkutat dengan alat-alat dapur, yah walaupun kali ini ia bermodal tutorial dari you tobe setidaknya ia bisa mempraktikkannya dengan baik.
Firda menatap Satria dengan tatapan bahagia, walau tubuhnya tak bereaksi apapun, tapi jujur ia sangat bahagia melihat pemandangan didepannya, baru kali ini ada yang peduli padanya saat sakit, biasanya Dafa tak tahu kalau Firda sakit akibat Dafa sering berada diluar kota.
***
"Ya ampun princess ayah sakit hmm?" Tanya Dafa saat melihat tubuh mungil Firda berada di balik balutan selimut, ia sangat khawatir saat ini.
"Ayah Firda mau sup ayam buatanmu!" Ucap Firda lucu yang masih sekitar berumur enam tahun itu.
"Iya! Aku tidak percaya orang lain saat sakit!" Dafa tergelak mendengarnya, sifat Firda ternyata seperti ini saat sakit! pikir Dafa heran.
"Baiklah! apapun itu yang penting kamu sembuh secepatnya oke!" Firda mengangguk sebagai jawabannya.
***
Tak terasa setetes air matanya kini lolos keluar, mengingat kenangannya bersama Dafa membuat hatinya kembali tergores saat sadar bahwa kini Dafa sudah menjadi kenangan di masa lalu yang tak akan pernah bisa ditemukan di masa depan.
Apa kali ini Firda harus bersyukur karena telah menemukan sosok Satria yang peduli padanya? Walaupun ia awalnya datang hanya sebagai wanita yang di beli oleh laki-laki itu, tapi ia tidak pernah mendapat perlakuan buruk dari laki-laki itu.
"Ayah…!" gumam Firda saat matanya mulai tertutup akibat pusing yang menerpanya saat ini.
Berbeda dengan Satria yang kini sedang fokus pada masakannya tanpa teralihkan oleh apapun, ia sampai tidak sadar kalau Firda sudah menutup matanya akibat pusingnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"APA? CUCUKU SAKIT? BAGAIMANA BISA AMERAAA!!"
"Ibu dengarkan aku baik-baik ya jangan parno! Firda sakit mungkin karena ia kepikiran karena baru saja ia mendapat kabar bahwa Ayahnya ditemukan sudah tak bernyawa Bu! Aku prihatin padanya!" Tutur Amera sedih.
"Aku mau ke Indonesia sekarang juga!!" Tegas Emery di sebrang sana.
"Tidak ibu! Firda sakitnya hanya demam, mungkin pagi ini juga sudah membaik!"
"Kau ini! Aku khawatir jika Satria tidak menikah Minggu ini!!"
__ADS_1
"Ibu ayolah!!! Firda baru saja kehilangan ayahnya, ia tak mungkin menikah juga Minggu ini! Tapi pasti bulan ini mereka akan menikah kok Bu!" Amera tak habis pikir dengan Emery yang sangat ngebet sekali agar Satria cepat menikah.
"Aku terlalu bersemangat hingga menunggu hari itu tiba Amera!"
"Ibu tenang saja ya! Mereka akan menikah secepatnya! Tapi kita tunggu kondisi calon menantuku membaik dulu!"
"Hmmm baiklah-baiklah! kau jaga dia dengan baik ya! aku tidak percaya pada putramu itu!"
"Baiklah ibuku sayang! aku akan menjaganya!"
"Sudah dulu! Ayahmu sudah memanggilku! See you!!"
Emery mematikan sambungan panggilan telepon di sebrang sana, sedangkan Amera menghela nafas pelan, ia seketika menyesal telah memberitahu Emery jika Firda sakit, pasti saat ini Emery sangat khawatir disana.
"Sayang!" Panggil Saja dari belakang dan langsung memeluk Amera.
"Kenapa? Kamu sudah siap berangkat ya?"
"Mari kita sarapan diluar!"
Cup…cup…
Saka mencium kedua pipi Amera dari belakang.
"Kenapa diluar?" tanya Amera heran.
"Dapur mansion ini sedang dimiliki oleh pasangan baru!" Amera membalikkan tubuhnya menghadap Saja karena tidak mengerti.
"Maksudmu?" Tanya Amera penasaran.
"Satria sedang memasak untuk calon menantuku yang sedang sakit!" Amera menatap saka tak percaya.
"Aku pun tak pernah di masakin oleh Satria!" Jawab Amera sambil menggeleng-gelengkan kepalanya karena tak percaya.
"Ayo sayang kita berangkat!!" Saka mulai mencium wajah Amera lagi.
"Baiklah-baiklah!!! Aku akan bersiap terlebih dahulu!" Amera langsung melepaskan pelukan Saka dari tubuhnya dan langsung berlari ke ruang ganti di sana.
.
.
.
.
.
.
...PLEASE BACAAAA!!!!!!!!!!✨✨📍...
...AUTHOR MINTA MAAF YA KARENA HIATUS 3 HARI INI!!!! DUA HARI KEMARIN AKU ADA ACARA YANG MENANG GAK BISA MENYEMPATKAN WAKTU BUAT PEGANG HP SEBENTAR PUN, WALAUPUN ADA. TETAP AKU GAK BISA KARENA TAKUTNYA MALAH GAK POKUS, TERUS HARI KEMARIN KEBETULAN TUBUH SKU TERLALU DI PORSIR JADINYA KEMARIN AKU JATUH SAKIT DAN GAK BISA LANJUT NULIS NOVEL HMP INI ;( ...
...MAAFIN AUTHOR YAAAA!!!...
__ADS_1