Hallo Mas Polisi

Hallo Mas Polisi
65. SAH


__ADS_3

Firda menatap dirinya di pantulan cermin setelah selesai dirias, serta gaun yang begitu indah ini kini melekat pas di tubuhnya, hari ini, detik ini, menjadi saksi bahwa dirinya akan menjadi milik Satria seutuhnya, ia akan menjadi seorang istri dari laki-laki yang pernah ia benci pas di awal pertemuan.


"Nona! Kau begitu sempurna!" Tutur MUA khusus dari Amera.


"Kalian terlalu berlebihan!" Jawab Firda malu.


"Sungguh nona! Kau begitu cantik walau hanya di rias dengan tipis dan natural, kau jelmaan bidadari!"


"Ku mohon jangan menggodaku!" Ucap Firda tak enak, pasalnya ini jantungnya saja sedang tidak aman.


"Baiklah-baiklah! Kami tak akan menggoda anda nona! Tapi sepertinya sebentar lagi kau akan di panggil karena telah sah menjadi istri dari Tuan muda!" Sang perias satu lagi berbicara dengan histeris membayangkan tuan mudanya yang kaget melihat sosok istri sahnya nanti.


"Nona! Tuan sangat beruntung menikahi anda!"


"Kalian salah! Aku yang beruntung mendapatkan Satria, bukan begitu?"


"Tidak Nona! Kalian sama-sama beruntung pokoknya!"


"Sayang!" Panggil Amera yang mampu mengalihkan pandangan semua orang di kamar Firda.


"Iya Bunda!" Jawab Firda dengan senyuman khasnya.


"Kau sangat Cantik!" Ucap Amera tanpa berkedip menatap Firda yang kini di hadapannya.


"Terima kasih bund! Kau juga sangat cantik!" Ujar Firda saat melihat Amera yang mengenakan baju senada dengan keluarga lainnya.


"Sayang mau kah kamu berjanji sama bunda?" Tanya Amera yang kini menatap lekat wajah calon menantunya yang sebentar lagi akan sah menjadi pasangan hidup putranya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Satria menatap datar dirinya yang berada di cermin yang lengkap dengan stelan Jasnya.


"Hai Boy! Kau sungguh gagah dengan jas dan kemeja putih itu, dan waw kau lebih keren saat memakai dasi!" Tutur Saka yang baru saja masuk ke dalam kamar putranya.


"Aku tahu!" Saka mendengus kesal mendengar jawaban dari Putranya itu.


"Terlalu pede juga tidak baik bung!"


"Kenapa acaranya belum mulai? Ck… kapan aku bertemu gadisku?" Ucap Satria kesal.


"Sabar dong boy! Kau boleh bertemu dengan putriku kalau kau sudah selesai mengucapkan ijab qobul nya!" Tutur Saka.


"Ck lama!" Ujar Satria berdecak kesal.


"Jangan kau pikir aku masih ingin berdamai dengan dirimu perihal kemarin Satria!" Tutur Saka kesal saat mengingat Sintia yang merengek agar Saja mau memakai baju burger keinginan calon cucunya, untung saja dirinya bisa membujuk Sintia walau dua jam lamanya.


"Terserah!"


"Kau seperti wanita yang sedang datang bulan!"


Satria memutar bola matanya malas mendengar ucapan Saka, rasanya kakinya sudah gatal ingin melangkahkan kakinya ke kamar Firda lalu mendobrak pintu kamar Firda karena tak sabar untuk menunggu.


"Ayo kita ke taman belakang! Sebentar lagi kau akan mengucapkan janji suci!" Satria mengangguk dan mengikuti langkah Saka dari belakang.


Acara pernikahan kali ini dilakukan di mansion Satria tepatnya di taman belakang, yaitu taman yang. dihiasi bermacam-macam bunga, namun sudah beberapa Minggu taman ini di ubah menjadi taman bunga mawar putih sesuai dengan bunga kesukaan Firda dan tentu ini keinginan Satria dan Emery.


Taman bunga itu kini telah di sulap menjadi tempat yang begitu indah dilengkapi dengan pelaminan untuk kedua mempelai nanti.



Satria berjalan dengan aura datarnya, tidak banyak orang yang hadir sesuai dengan keinginan Firda saat itu, para kerabat-kerabatnya juga tidak semua datang, hanya kerabat dekat saja yang tahu, begitu juga para maid yang rapat menutup mulut tentang acara pernikahan ini agar tidak tercium oleh media.


Namun walaupun begitu, ia tidak mau pernikahan ini terlihat biasa saja di mata Firda, ia menyiapkan semuanya agar Firda tak mampu melupakannya.


"Jangan tegang boy! Santai saja! Kau terlihat seperti robot yang kaku!" Ujar Saka.


"Memangnya ada robot yang lembek ayah?" Tanya Sintia tiba-tiba.

__ADS_1


"Ada!" Jawab Saka pada putrinya.


"Apa tuh?" Tanya Sintia lagi.


"Robot yang terbakar oleh api lalu meleleh!" Jawab Saka di akhiri dengan tawa renyahnya saat melihat wajah putrinya yang tidak mendapatkan jawaban yang ia harapkan.


Satria dan Kenzo hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak dan ayah itu.


"Dimana bunda?" Tanya Sintia saat mencari keberadaan Amera yang tak ada di sana.


"Bunda sedang dikamar adik iparmu!" Jawab Saka.


Satria yang mendengar maksud ayahnya langsung tahu keberadaan Amera, ah sial sekali ia sangat tidak sabar untuk menjadikan. Firda sebagai pendamping hidupnya.


Sepuluh menit kemudian akhirnya acara pengucapan ijab qobul dari Satria telah dimulai, dan tentu membuat jantung Satria berdetak kencang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Nyonya! Pengantin Wanita dipersilahkan untuk keluar!" Ujar Salah satu maid yang baru saja masuk ke kamar Firda.


"Sayang! Kamu sudah sah jadi menantu bunda!" Ucap Amera senang.


"Benarkah?" Tanya Firda tak percaya.


"Ayo sayang! Temui suamimu sekarang!" Ucap Amera dengan tatapan hangatnya.


"Bunda! Firda gugup!" Ucapnya yang langsung memegang dadanya.


"Tenang sayang! Ada Bunda di sampingmu!" Ucap Amera meyakinkan.


Firda berdiri dari duduknya dibantu oleh para maid karena gaun Firda yang begitu lebar. Firda berjalan perlahan menuju tangga yang langsung berjalan ke arah taman belakang di temani oleh Amera.


' Ayah! Mulai sekarang, aku sudah menjadi tanggung jawab suamiku! Ayah jangan khawatirkan aku! '


Tak terasa air mata Firda luruh membasahi pipinya. Namun, secepat mungkin Firda menetralkan kembali dirinya agar tak menangis dihadapan semua orang.


Satria menatap lekat seseorang yang baru saja muncul dan kini berjalan ke arahnya, yah gadis itu yang membuat dirinya merasakan campur aduk pada dua hari ini, gadis itu yang membuatnya hampir gila dua hampir terakhir ini, gadis itu yang membuat dirinya sampai berani membawanya sampai ke titik ini, dan gadis itu yang baru saja sah menjadi pasangan hidupnya.


' ouh ****! '


Kenapa dirinya baru sadar kalau saat ini Firda memakai gaun pernikahan yang memamerkan bahunya yang mulus karena rambut gadis itu yang di Gelung dia atas, dan ****! apa-apaan ini? kenapa semua orang menatap gadisnya dengan lekat.


Arghhhh… Satria jadi geram sendiri.


Firda meraih tangan Satria yang sejak tadi menyambut kedatangannya.


"Welcome to my wife!" Firda tersenyum malu mendengar ucapan Satria yang kini menatapnya lekat.


Satria menggandeng tangan Firda menuju pelaminan.


"Sayang bajumu sangat terbuka!" Ucap Satria dengan geram.


' sayang? '


Panggilan yang sangat menggelikan bagi Firda saat ini, pasalnya Satria sepertinya sedang tidak bercanda.


"Apa luka punggungku kelihatan?" Tanya Firda berbisik.


"Sialnya semuanya mulus!" Bisik Satria di telinga Firda yang membuat dirinya meremang saat deru nafas Satria menerpa lehernya.


Pembawa acara menyambut kehadiran Firda dan juga Satria yang berjalan menuju pelaminan, tiba-tiba daun bunga mawar putih kini bertaburan di atas dengan sengaja menyambut kedatangan kedua mempelai.


Firda kagum hujan bunga mawar putih ini, dan ia baru sadar jika taman ini di penuhi dengan mawar putih berbeda dengan yang sebelumnya.


Satria menghentikan langkahnya dan membalikan tubuh Firda untuk menghadapnya. Tiba-tiba Satria mencium kening, hidung, dan bibir Firda dengan lama di sela-sela taburan bunga mawar putih itu.


"I Love You!" Bisik Satria dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


Bibir Firda terasa kaku rasanya saat Satria mengucapkan perasaanya untuk yang pertama kalinya, laki-laki itu begitu yakin dengan ucapannya.


Tanpa menunggu jawaban dari Firda, Satria langsung kembali mencium bibir Firda dengan durasi yang lama saat ini, semua orang tentu bertepuk tangan menyaksikan perlakuan Satria yang diluar nalar itu, mereka benar-benar bahagia saat ini.


Acara pernikahan kini berjalan lancar, banyak sekali kejutan yang diberikan oleh Satria, dari mulai penerbangan seribu balon putih beserta dua pasang merpati putih, tentunya Satria dibantu oleh para pengawal yang berasal dari gedung, untuk menerbangkan seribu balon tersebut.


"Kau senang?" Tanya Satria sambil mengecup singkat bibir Firda.


"Sangat senang!" Jawab Firda dengan sorot matanya yang sangat gembira.


Para maid sama juga keluarga kini sedang melakukan makan-makan untuk merayakan pernikahan Firda dan juga Satria, dan hal yang perlu kalian tahu, keluarga Farhan juga hadir di acara pernikahan mereka berdua, namun orang tua Farhan baru saja sampai ke taman dan tidak menyaksikan Satria saat mengucapkan ijab qobul.


"Hai Boy! Selamat ya!" Ucap Arsen atau yang biasa di sebut Ares sambil menjabat tangan Satria.


"Thanks udah hadir Om!"


"Tentu saja! Aku tak mungkin melupakan hari penting mu ini!" Jawab Ares.


"Selamat ya sayang!" Ucap Anes pada Satria.


"Terima kasih Tante! Perkenalkan dia Firda Permata! Istriku!" Ucap Satria memperkenalkan Firda yang hanya tersenyum singkat.


"Sayang! Perkenalkan mereka Om Arsen dan Tante Anes! Mereka orang tua Farhan!" Firda langsung mencium kedua tangan orang tua Farhan sebagai tanda hormatnya.


"Cantik sekali bukan?" Tanya Anes pada Suaminya.


"Hmm! Satria tak mungkin sembarangan mencari pasangan!" Tutur Ares diiringi dengan tawa renyahnya.


"Silahkan om dan Tante untuk menikmati hidangan seadanya!" Tutur Satria.


"Tentu!" Jawab Arsen yang langsung meninggalkan kedua mempelai di pelaminan.


"Aku punya kejutan untukmu!" Bisik Satria di telinga Firda.


"Bisakah aku duduk sebentar? Sepatu heels ini membuatku pegal!" Ucap Firda karena sejak tadi terus berdiri.


Satria langsung membantu Firda untuk duduk, ia juga jongkok dan menyingkapkan gaun Firda untuk membuka Sepatu heels.


"Kau mau apa?" Tanya Firda heran.


"Bukalah! Kalau dibiarkan kakimu akan terluka!"


Firda membantu Satria yang melepaskan sepatu heels miliknya, Satria langsung melempar sepatu heels Firda dengan sembarang.


Tiba-tiba suara helikopter terdengar jelas hingga mampu membuat semua orang mengalihkan perhatiannya.


Dengan tanpa aba-aba Satria menggendong Firda ala bridal style dan langsung pergi dari pelaminan menuju helikopter yang kini tengah menunggunya di taman sebelahnya.


"HEY! KAU MAU MEMBAWA CUCUKU KEMANA?" Tanya Emery dengan berteriak.


"Sudahlah!! Satria pasti sedang merencanakan sesuatu untuk istrinya!" Ujar Edward yang merasa tuli akibat suara istrinya yang begitu melengking walau berada diluar ruangan.


Berbeda dengan semua orang, Satria dan Firda kini memasuki helikopter yang sudah menjemputnya, helikopter tersebut juga terbang saat tuan dan nona nya sudah masuk.


"Kita mau kemana?" Tanya Firda penasaran.


Satria melepaskan jas hitamnya dan langsung menyimpannya di punggung Firda untuk menutupi punggung mulusnya.


"Jangan memakai baju seperti ini lagi!" Tutur Satria dan langsung merengkuh tubuh mungil istrinya dengan erat.


Firda tak membalas perkataan Satria justru ia sibuk menatap pemandangan indah di bawah sana.


"Perjalanan cukup panjang baby! Kemarilah!" Satria langsung membawa tubuh Firda ke dalam pelukannya agar bersandar pada dada bidangnya, untungnya tempat duduk yang ia minta dilaksanakan dengan baik oleh Juan yang kini mengendarai helikopter, yah betul sekali, Juan lah yang membawa terbang helikopter itu.


Firda menyandarkan tubuhnya pada dada bidang Satria dengan nyaman, rasanya punggungnya sejak tadi hanya duduk dan duduk, Ia begitu nyaman dengan posisi saat ini. Gak kebayang bukan? Gaun yang begitu panjangnya harus masuk ke helikopter? Untungnya Satria membeli helikopter yang ukurannya besar agar hal itu tidak jadi bahan pikirannya.


"Satya! Thank you!" Ucap Firda sambil menatap wajah Satria dari bawah.

__ADS_1


CUP…CUP…CUP…


Satria mencium wajah Firda sebanyak tiga kali sebagai jawabannya. Firda langsung membalikan badannya dan langsung memeluk tubuh Satria dengan erat. Begitu juga Satria yang tentu langsung membalas pelukan hangat itu. Dan perlahan mata Firda tertutup kerena lelah yang menerpa tubuhnya.


__ADS_2