
Satria kesal saat ini, kenapa juga tiba-tiba Farhan membahas hal gak penting tentang wanita itu? Dia mengundang makan siang hanya untuk memberitahunya bahwa ia akan menikah, wanita yang disebut dia tadi adalah Anita, yah Anita sang polisi wanita yang terus berusaha mendapatkan hati Satria namun tak pernah dilirik sama sekali sejak masa SMA.
Dan yang lebih parahnya lagi, Anita pernah melakukan hal diluar nalar untuk mendapatkan perhatian dari Satria, ia juga menyogok dan membuat segala cara agar dirinya masuk ke dalam sekolah kepolisian untuk bisa terus bersama Satria, namun ternyata usahanya selama ini tidak ada hasilnya sama sekali.
Satria melihat kamar pribadinya yang kosong tanpa ada orang satu pun, lalu dimana gadisnya? Pikir Satria heran. Firda tidak mungkin berani keluar dari ruangannya karena ia masih memiliki ketakutan karena belum pulih sepenuhnya.
Firda berjalan ke arah dapur dan kamar mandi,
Ceklek…
Pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan wajah Firda yang kaget karena keberadaan Satria, dengan cepat ia merubah wajahnya dengan datar.
"Kau selama tadi berada di kamar mandi hmm?" Tanya Satria heran.
"Hmm!" Jawab Firda dan langsung pergi dari hadapan Satria namun dengan gerakan cepat Satria menahan tangannya.
"Kau kenapa hmm?" Tanya Satria tanpa melepaskan pergelangan tangan Firda.
"Aku tidak apa-apa! Lepaskan!" Ucap Firda menghempaskan tangan Satria dan berlalu dari sana.
Satria yang tidak suka di acuhkan terheran pada sikap Firda sekarang, kenap dia? Pikirnya aneh, apa ia melakukan kesalahan hari ini? Pikir Satria lagi. Padahal setelah datang ke kantor Satria langsung melakukan rapat dan baru bertemu Firda barusan, apa yang salah padanya? Satria terus berpikir keras untuk mengingat hari ini.
Satria mengedarkan pandangannya dan terpaku pada Firda yang sedang memainkan handphonenya di sofa, disana memang tidak ada Farhan karena Farhan pergi ke kantun kantor lebih dahulu.
"Ayo kita makan siang di kantin hari ini!" Ujar Satria pada Firda masih tetap dengan kesabarannya.
"Aku tidak lapar!" Jawab Firda datar tanpa melihat sang lawan bicara.
"Aku tidak menerima penolakan!" Geram Satria dan langsung menghampiri Firda dan meraih tangannya kasar hingga Firda langsung berdiri dari duduknya.
"Siapa kau berani menyuruhku?" Tanya Firda geram karena sikap Satria yang seenaknya.
"Lepaskan!" Ucap Firda dengan sekuat tenaganya, namun tenaga Satria lebih besar darinya.
"LEPASKAN AKU! AKU TIDAK SUDI DI SENTUH OLEHMU BRENGSEK!!! KAU MEMANG BRENGSEK!!" Firda terus memberontak dari cengkeraman yang semakin keras itu.
"Ada apa denganmu sebenarnya? Apa maumu hah?" Desis Satria masih dengan nada rendahnya.
"AKU TIDAK SUDI MENIKAH DENGANMU SIALAN!! AKU TIDAK SUDI!!!" Suara Firda semakin keras saja memenuhi isi ruangan kerja Satria.
__ADS_1
"KAU…!" Satria melepaskan cengkeramannya dan mengacak rambutnya prustasi, hampir saja ia membentak gadis di hadapannya.
BRAK…
PRANG…
Satria Memukul meja yang terbuat dari kaca itu hingga hancur berkeping-keping, Kali ini Satria benar-benar marah sekali, apakah karena ia di acuhkan oleh gadis itu? Entahlah! Satria juga tidak mengerti pada dirinya sendiri.
Firda termenung menatap tangan kanan Satria yang berlumuran darah dan menetes terus-menerus, apa ini gara-gara kata-katanya yang terlalu berlebihan barusan?
Firda melihat urat-urat yang mengencang dan wajah Satria yang memerah menahan marah.
"APA MASALAHMU YANG SEBENARNYA HAH?" Ucap Satria keras tanpa melihat Firda, emosinya begitu naik saat mendengar ucapan Firda yang terakhir.
Firda meremas ujung kemejanya mendengar suara keras Satria, tenggorokannya seakan tercekat, ia ingin menangis rasanya, walau nada suara keras itu bukan bentakan, namun tetap saja Firda selalu seperti ini.
Satria menghela nafasnya panjang melihat wajah Firda yang menunduk ketakutan, Arghhhh Satria serba salah disini.
GREP…
Satria memeluk tubuh Firda, namun tiba-tiba saja pikiran dan hatinya langsung merasa tenang saat memeluk tubuh Firda yang mungil ini. Begitu juga dengan Firda yang kini sudah tak memberontak seperti tadi, rasanya pelukan Satria begitu nyaman baginya, Firda langsung membalas pelukan Satria dan langsung menangis sejadi-jadinya di dada bidang Satria, perlahan Satria mengangkat tubuh Firda dan duduk di sofa tanpa melepaskan pelukannya.
"Syukurlah tuan bisa mengontrol emosinya! Biasanya kalau sudah marah dia tak pernah pandang bulu siapapun itu! Nona memang merubah tuan dengan perlahan!"
"Gue juga takut barusan! pantas saja dia gak ke kantin-kantin! Ternyata lagi ribut rumah tangganya!"
"Tuan Farhan lebih baik anda makan siang diluar saja! Jangan mengganggu Tuan muda saat ini!" Ujar Juan menatap datar sahabat tuannya.
Farhan menatap Juan malas, cih… tangan kanan Satria semuanya memang menyebalkan.
"Sampaikan kalau aku makan siang diluar!" Juan hanya mengangguk singkat.
Kini Firda dengan telaten mengobati luka di tangan Satria, terdapat banyak sekali kulit yang sobek akibat terkena pecahan kaca, Firda meringis sendiri melihatnya, setelah Firda memaksa Satria, akhirnya Satria menurut untuk diobati lukanya.
Setelah memakaikan perban ke tangan satria, Firda langsung menyimpan kembali obat-obatan yang ia paka tadi ke asal semula.
"Makanlah! Aku akan keluar! Dan nanti sore kau akan diantar pulang oleh Juan!" Setelah mengucapkan itu, Satria langsung pergi begitu saja dari sana meninggalkan Firda yang belum sempat menjawab ucapannya.
Firda menatap kepergian Satria dengan kecewa, padahal disini, ia sendiri yang berulah lebih dulu, setelah mendengar perkataan Satria, ia jadi merasa bersalah sendiri karena tidak mendengar percakapan antara Satria dan Farhan tadi.
__ADS_1
FLASHBACK ON
"Kau mendengar percakapanku tadi? Pasalnya saat ku bicara kau tidak ada di ruangan ini!"
Firda masih tetap diam dan meneruskan mengobati luka Satria, namun satria yakin bahwa diamnya Firda menandakan bahwa memang benar ia mendengarkannya.
"Jika sikapmu karena itu! Mungkin kau tidak mendengarkan percakapan kami sampai akhir!" Tutur Satria yang hanya dibalas dengan kediaman Firda saat ini.
FLASHBACK OFF
"Apa yang mereka katakan setelahnya?" Tanya Firda bermonolog.
Kini Firda hanya menatap sekantung kresek berisi makanan didalamnya tanpa berniat memakannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Sayang, tiga hari lagi kamu akan sidang, aku yakin semua bukti yang menyudutkan mu akan hapus dengan segera!"
"Terima kasih sayang! Aku memang gak salah pilih istri seperti kamu!"
"Ingat Mas! Aku masih marah karena kejadian itu!"
"Ansela Sayang! Aku ngelakuin itu karena ada alasannya, setelah keluar dari sini! Aku akan balas dia yang telah membuat aku masuk ke sel sialan ini!"
"Aku juga akan membalas perbuatannya karena keluarganya berani masuk ke kehidupan ayah dan menggantikan posisi ibu!" Ansela menatap ke depan dengan tatapan marah, bercampur sedih.
"Aku akan membantumu!" Gumam Rangga sambil menampilkan seringai iblis di wajahnya.
.
.
.
.
.LANJUT GAK NIH? 😁
BOM LIKE DULU DONG READER YANG BELUM LIKE BAB SEBELUMNYA 😌
__ADS_1