
Sudah dua malam Firda terpaksa mengikuti kemauan Satria untuk menginap di gedung selama weekend ini, ia sedikit ngeri sendiri jika diingat ia hanya wanita sendiri dari ribuan entah ratusan laki-laki di gedung ini. Bahkan saat makan baik pagi siang ataupun malam Firda tidak sanggup keluar melihat banyaknya laki-laki.
Parahnya lagi kemarin dari pagi sampai sore Firda harus berolahraga di lapang yang ada di belakang gedung ini, walau hanya dua putaran namun lapang yang ia putari lebih luas dari gedung ini.
Alhasil tadi malam Firda merengek gak jelas karena kakinya sakit akibat olahraga, dan Satria yang kena imbasnya harus memijat kaki Firda yang terkena keram itu.
' Makanya kau harus sering berolahraga agar kakimu tidak sakit seperti ini lagi! ' Ucap Satria tegas malam kemarin.
"Satya!" Panggil Firda saat melihat Satria yang sudah siap dengan seragam kebanggaannya.
"Ada apa hmm?" Tanya Satria sambil membenarkan dasinya.
"Mereka semua itu siapa?" Tanya Firda penasaran.
"Putra ayah!" Jawab Satria singkat.
"Semuanya?" Tanya Firda heran, tak mungkin bukan jika Bunda Amera melahirkan banyak anak sampai ratusan bahkan ribuan mungkin.
"Mereka anak angkat Ayah! Waktu aku kecil semua anak yang terlantar ataupun yang sudah tak memiliki orang tua ayah akan mengadopsinya dan ia menyewa para maid dulu, setelah mereka dewasa baru para maid diberhentikan!"
Firda sangat kaget, sungguh Tuan Saka itu memang berhati mulia, ia tak membiarkan ada anak di depan matanya yang terlantar, tapi bagaimana bisa media sampai tidak mengetahui ini? Pikir Firda.
"Kenapa mereka disini?" Tanya Firda lagi.
Satria langsung menghampiri Firda dan duduk di sampingnya tepatnya di pinggir ranjang tidur.
"Wangi mu kenapa berbeda?" Tanya Satria saat mencium aroma rambut Firda.
"Padahal mungkin kita memakai shampo yang sama! Ih jawab dulu pertanyaannya!!!" Ucap Firda saat sadar jika Satria mengalihkan pembicaraan.
"Mereka di jadikan agensi oleh ayah, mereka lebih hebat dari para bodyguard yang ditugaskan!! Mereka menjadi orang-orang yang berbahaya saat ini!" Tutur Satria.
"Apa mereka tidak bosan disini?"
"Mereka juga suka keluar, bahkan saat kau bilang kemarin semuanya keluar!" Firda menatap Satria tak percaya, kenapa harus semua yang dikerahkan hanya untuk mencari dirinya yang hanya satu orang, pikir Firda terheran-heran.
"Tapi, mereka lebih suka di sini! Dunia luar terlalu jahat! Lagian mereka yang menginginkan untuk diasingkan agar tidak banyak yang tahu keberadaan mereka!"
"Apa mereka makan?" Tanya Firda lagi yang membuat Satria tergelak mendengarnya.
"Tentu saja!" Ucap Satria sambil mengacak rambut Firda.
__ADS_1
"Ayah tak mungkin membiarkan mereka kelaparan! Lagian mereka juga bekerja!!" Firda yang pusing memikirkannya tak mau bertanya lagi dan lebih baik diam saja karena semuanya sungguh diluar nalar.
"Ayo kita sarapan!" Ajak Satria yang langsung menggandeng tangan Firda.
"Dikantor saja ya!" Ujar Firda saat mereka berada di ambang pintu.
"Kenapa hmm?"
"Sepertinya aku ingin bubur ayam!" Ucap Firda mencari alasan.
"Baiklah!" Satria lebih baik mengalah dan menuruti kemauannya saja tanpa harus memperpanjang masalah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat tiba dikantor polisi yang sudah tidak asing lagi baginya Firda dengan tenang memakan bubur ayam yang dibelikan oleh Satria tadi. Ia memakan bubur itu hingga tandas tak tersisa.
"Kau tidak memakai kacangnya?" Tanya Satria heran saat di pinggir wadah itu tertumpuk banyak kacang.
Firda mengangguk.
"Seluruh tubuhku akan merah totol-totol jika memakannya!" Ucap Firda sambil bergidik membayangkan jika dirinya makan kacang.
S*it! Ia hampir membunuh gadisnya dengan kacang sialan itu, Tutur Satria kesal. Kenapa Juan tidak mencari tahu tentang alergi gadis ini sebelumnya.
"Kau juga tidak tahu kan jadi tidak masalah!"
"Selain kucing dan kacang sialan! Kau alergi apa lagi hmm?" Tanya Satria.
"Emmh… sepertinya tidak ada lagi!"
"Aku ingin jawaban yang pasti!!" Tutur Satria.
"Tidak! Aku tidak ada alergi lagi selain dua hal itu!" Ucap Firda yakin.
Satria langsung menyodorkan gelas berisi air putih kepada Firda saat mengingat bahwa Gadisnya belum minum sama sekali.
"Thanks!" Firda langsung menerimanya dan meneguk hingga tersisa setengahnya.
Satria meraih kembali gelas itu dan ia juga langsung meneguk air tersebut tepat di bekas bibir Firda. Untung saja setelah minum Firda fokus pada handphonenya dan tidak.melihat Satria yang meminum air putih bekasnya, jika ia sadar mungkin Firda akan kesal.
Berbeda suasana diluar kantor Satria yang kini sedang ricuh akibat dua wanita yang sejak tadi ingin menerobos masuk kedalam namun sayangnya mereka ditahan oleh beberapa bodyguard.
__ADS_1
"HEH KALIAN JANGAN MACAM-MACAM YA DENGANKU!! AKU INI ANAKNYA PENGUSAHA YANG KAYA RAYA! KALIAN AKAN DI KASIH PELAJARAN OLEH AYAHKU NANTI!!! MINGGIR LAH!!!" Teriak Laura karena kesal sejak. tadi ia tak mampu menerobos pertahanan laki-laki berseragam hitam yang dihiasi wajah. datarnya.
"MINGGIR LAH!!! AKU SALAH SATU POLISI DISINI!! AKU MAU KETEMU KEKASIHKU! JIKA DIA TAHU AKU SEPERTI INI! DIA AKAN MENGHUKUM KALIAN!" Tutur Anita dengan marah.
"APA KALIAN TULI HAH?". Ucap Laura kesal, sejak sepuluh menit yang lalu ia tidak bisa masuk bahkan ke parkiran depan kantor saja ia tidak diperbolehkan, memangnya kenapa? Apa ia harus terus berada di pinggir jalan seperti ini? Pikir Laura kesal.
"Kau siapa sih ingin masuk kedalam?" Tanya Anita yang sudah hampir habis suaranya gara-gara para bodyguard yang menahannya.
"Aku mau bertemu calon suamiku! Lalu kenapa kau juga bersi keras untuk masuk kedalam?" Tanya Laura heran dan melihat penampilan Anita dari atas sampai bawah.
"Kau buat hah? Aku memakai seragam polisi!! Aku berhak masuk kedalam!!" Ucap Anita kesal dengan wanita didepannya.
"Siapa tahu kau hanya membeli baju ini agar bisa masuk kedalam kan?!" Karena tak terima Engan perkataan Laura Anita langsung menjambak rambut Laura hingga wanita itu tertunduk karena begitu sakit cengkraman Anita di rambutnya.
"KAU INI APA-APAAN BODOH!! LEPASKAN AKU!!!" Ucap Laura berusaha keras agar terlepas dari Anita.
"Dengar baik-baik!! Aku ini polisi sungguhan!! Jangan macam-macam denganku!! Bahkan kapten disini Satria adalah kekasihku! Dia yang akan menghukum mu nanti!! Dasar wanita ja*ang!! Bisa-bisanya berpakaian minim kurang bahan kesini!!" Tegas Anita dan langsung melepaskan jambakan rambut Laura.
Tanpa aba-aba Laura juga menjambak rambut Anita dengan keras seperti yang dilakukan wanita itu pada dirinya tadi.
"Jangan main-main ya!! Satria itu Calon suamiku bodoh!!! Dia bahkan sudah bekerja sama dengan ayahku untuk proyeknya saat ini! Memangnya kau yang memakai seragam polisi mu tidak minim hah?" Tegas Laura.
"LEPASKAN AKU BRENGSE*!!! AKAN KU PATAHKAN TANGAN KOTOR MU INI!!!!" Teriak Anita tak terima dengan perlakuan Laura, apalagi saat ia mendengar wanita ini mengaku-ngaku sebagai calon istri Satria, cih jangan harap. Pikir Anita kesal.
Para bodyguard disana langsung menutup gerbang yang menjulang tinggi itu, ia tidak mau sampai tuannya marah melihat keributan disini, biarlah dia wanita gila itu saling menjambak satu sama lain untuk memperebutkan tuannya, padahal tuannya sudah memiliki calon istri sendiri yaitu Nona mudanya, mereka tidak Sudi mendapatkan nona muda diantara dua wanita gila tadi.
"LIHAT! GARA-GARA KAU TOLOL DAN BODOH GERBANG INI MALAH DITUTUP OLEH BODYGUARD TADI!!" ucap Laura kesal dan langsung menghempaskan tubuh Anita ke bawah tanah.
Dan mereka berakhir dengan saling menyalahkan satu sama lain.
.
.
.
.
.
...SEKIAN DAN TERIMA KASIH SAYANG 🥰...
__ADS_1
...Makasih udah mampir buat baca!! Love you kalian😍😍...