Hallo Mas Polisi

Hallo Mas Polisi
80. Kecelakaan


__ADS_3

"Jadi! kamu beneran udah nikah Fir?" tanya Sasa dengan syok.


"Wah. Parah emang nih! Bisa-bisanya gak sebar undangan," Ucap Sasa tak habis pikir dengan temannya itu.


"Maaf Sa! Suami aku aja gak ngundang banyak orang, hanya keluarga dan kerabat terdekat saja!"


"Ngomong-ngomong! Udah ada tanda-tanda belum nih aku mau punya ponakan?" Tanya Sasa setengah berbisik.


"Jangan bahas begituan ish…!" Tegur Firda malu.


"Ngomong-ngomong penampilan kamu aja beda banget loh sekarang, kamu makin glowing! Baju Makin cakep-cakep! Pokonya pasti kamu bahagia banget ya dapet suamimu itu!" Ujar Sasa menebak.


"Yah… seperti itulah, enaknya cuma satu persen!" Jawab Firda.


"Lah! Sembilan puluh sembilan persennya apa?"


"Enak banget!" Jawab Firda dengan tawanya.


"Ngomong-ngomong! Kok bisa sih kamu kenal sama nyonya Anes?"


"Ya seperti yang aku katakan tadi, Tante Anes ibu sahabat suami aku, kebetulan kita baru dua kali bertemu loh, yang pertama saat aku menikah satu Minggu yang lalu!"


"Aku jadi penasaran! Emangnya suami kamu siapa sih? Apa dia terkenal di kalangan selebritis? Atau pebisnis? Atau apa sih?" Tanya Sasa penasaran.


"Mendekat lah!" Ucap Firda pada Sasa.


Otomatis Sasa langsung mencondongkan tubuhnya pada Firda dan memberikan sebuah telinganya ke dekat mulut Firda.


"Suami aku putra Mr. William!" Bisik Firda pada Sasa.


Seketika pas bunga di meja terjatuh akibat Sasa yang melonjak kaget dengan perkataan Firda barusan, apa dia bilang? Mr. William? Yang memiliki perusahaan terbesar itu? Pikir Sasa terkejut.


"Wah! Parah! Kenapa sampai gak Viral Fir? Mana gue lihat fotonya?" Tanya Sasa heran karena biasanya publik akan lebih menyorot ke perusahaan-perusahaan besar apalagi perusahaan terbesar di dunia.


Firda merogoh ponselnya dari tas selempang nya dan mencari foto pernikahannya, ia memberikan satu foto pada Sasa yang disana terdapat Saja, Amera, Sintia, dan keluarga lainnya, dan ternyata sekarang Sasa sudah percaya sepenuhnya.


"Kamu jaga rahasia ini ya! Lagian aku sendiri yang minta untuk private!"


"Kenapa mesti Private sih Fir? Nanti biar mereka gak ganggu suami kamu!" Ucap Sasa heran.


"Apaan sih? Lebay deh! Udah ah mending kita makan siang nih, ini waktu udah waktunya jam maka siang aja!" Ucap Firda sambil melirik arlojinya.


"Aku izin buat makan di luar bentar ya sama Nyonya!" Firda tentu mengangguk dan menunggu Sasa yang sedang minta izin.


Ting… Ting… Ting…Ting…


Suara notifikasi pesan masuk yang beruntun mengalihkan pandangannya dari layar tik tok saat melihat pesan muncul di atas.


...Mas Polisi👮🏻‍♂️♡...


"Sayang! Ini waktunya makan siang! Udah makan?"


"Makan ya! Aku udah transfer uang buat makan apa aja, asal jangan yang terlalu pedas!"

__ADS_1


"Sayang! Nanti pulangnya tunggu aku ya! Aku udah hampir selesai nih kerjaan, jangan kemana-mana, pokoknya harus tunggu aku!!!"


"Bales!"


^^^"Iya Mas! Ini baru aja mau pergi makan ke resto di depan!^^^


^^^"Iya! Jangan banyak-banyak terus kirim uangnya, nanti handphone aku meledak :("^^^


^^^"Iya aku tunggu kamu! Semangat sayang aku kerjanya ♥️!"^^^


^^^"Kamu juga makan yaaa😘!"^^^


Firda terkikik geli menatap pesan yang ia kirimkan kepada suaminya itu, apa Satria akan geli membacanya ya? Pikir Firda.


...Mas Polisi👮🏻‍♂️♡...


"Jangan menggodaku sayang! Atau aku akan tak tahan disini dan langsung pergi kesana buat kurung kamu!"


^^^"Hihi maaf!;)"^^^


Setalah kedatangan Sasa akhirnya keduanya pergi ke restauran yang tempatnya tepat berada di depan HAPPY CAKE SHOP tempat Sasa bekerja, jadi mereka tak perlu capek-capek pakai kendaraan.


Selama acara makan keduanya terus diselimuti canda tawa, Firda memesan banyak sekali makanan dan tentu ia yang bayar sesuai keinginannya.


"Fir! Gila ini banyak banget! Tapi kenapa bisa habis ya?" Pikirnya heran sambil memegang perutnya yang terasa kembung.


"Iya! Aku juga heran!" Ucap Firda sambil cekikikan mengingat makanan yang ia pesan cukup untuk lima atau enam orang kini sudah tandas hanya oleh dua kepala.


"Wah! Bisa-bisa aku gak usah makan nanti malam nih!" Ujar Sasa.


"Suami aku mau jemput aku bentar lagi katanya!" Jawab Firda.


"Iya Deh pengantin baru!" Ucap Sasa.


"Makanya kamu juga cepet-cepet nyusul aku ya!"


"Gak dulu deh! Jodohku belum di check out masih dalam keranjang kuning!" Ucap Sasa bercanda.


"Awas nanti salah alamat!"


"Ya gampang! Tinggal kasih bintang satu!"


Keduanya langsung tertawa setalah berbicara random barusan.


"Aduh aku udah di telpon nih! Aku harus balik kerja Fir! Kamu gak papakan aku tinggal?" Tanya Sasa panik.


"Yasudah kamu sana pergi gih! Pasti lagi banyak pelanggan ya?"


"Iya Fir bener banget! Aku duluan ya! Makasih traktiran makan siangnya!" Ujar Sasa yang langsung pergi keluar saat mendapatkan panggilan masuk dari managernya.


Firda juga langsung menghubungi suaminya untuk menanyakan keberadaannya, namun sepertinya suaminya sedang diperjalanan karena melihat pesan yang tak kunjung mendapat balasan.


Firda langsung keluar restauran saat ia selesai membayar bill ke kasir.

__ADS_1


"Wah! Ada Es krim! Kebetulan banget cuacanya lagi panas nih, cocok buat di makan siang hari!" Gumam Firda yang langsung melangkah untuk menyebrang.


Namun tiba-tiba mobil datang dengan melaju begitu kencang…


"AWAS!"


BRAK…


Satria yang baru saja sampai terpaku melihat kejadian didepannya, ia langsung buru-buru turun ke dari mobilnya untuk menghampiri segerombolan orang yang sudah mengerubungi korban tabrak lari barusan.


"Tidak! Itu bukan kamu kan sayang?" Ucap Satria dengan mata yang sudah memanas karena takut


Satria terpaku melihat dua orang yang tergeletak di sana, dan salah satunya adalah istrinya.


"SAYANG!" Panggil Satria dengan nada tinggi.


"Ma…mas i…itu…" tunjuk Firda pada kerumunan sebelahnya. Satria berjongkok menghampiri istrinya dan langsung membawa kepala Firda ke pahanya, dan melihat setiap inci tubuh Firda memastikan keadaan Firda.


"FARHAN! FARHAN SAYANG BANGUN NAK JANGAN BIKIN BUNDA TAKUT!" Ucap Aneska histeris.


DEG…


Farhan? Sahabatnya?


"PANGGILKAN AMBULANCE!!" Teriak Aneska dan langsung dituruti oleh karyawan tokonya.


Yah, pada saat mobil tadi melaju kencang ke arah Firda, Farhan berhasil mendorong tubuh Firda untuk menghindar, alhasil dia yang menjadi korban tabrak lari barusan, darah keluar terus menerus dari kepalanya hingga membuatnya langsung tak sadarkan dir.


Berbeda dengan Firda yang hanya terkena benturan di bagian perutnya dan kepalanya sedikit, ia hanya terluka di bagian keningnya yang tergores aspal dan perutnya yang mengenai jalanan.


Aneska yang melihat itu tentu langsung berlari dan berteriak histeris begitu histeris, andai saja putranya tidak memaksa untuk menjemput dirinya, pasti ini tidak akan terjadi, pikir Anes.


"Farhan!" Gumam Satria pelan.


Namun belum sempat ia melihat sahabatnya, Firda langsung terbatuk mengeluarkan darah yang langsung menyembur kemeja putih miliknya.


"M…mas maaf ko…kotor!" Ucap Firda yang langsung kembali terbatuk dan mengelap baju kemeja Satria dengan sisa tenaganya.


"Gak papa sayang! Bertahanlah!" Ucap Satria dengan sejuta ketakutannya saat melihat darah yang keluar dari mulut istrinya.


"TANTE! KITA BAWA SAJA PAKAI MOBIL! MENUNGGU AMBULANCE AKAN MEMAKAN WAKTU!" Teriak Satria yang langsung menggendong tubuh Firda dan berlari kearah mobilnya.


Begitu juga Aneska yang langsung ditolong oleh banyak orang untuk menggotong tubuh Farhan ke mobil Farhan yang sempat ia pakai tadi.


"Sayang! Jangan tutup matamu!" Ucap Satria dengan khawatir, matanya langsung mengeluarkan air mata melihat kondisi istrinya, dan juga sahabatnya, ia tidak bisa membayangkan jika Farhan tidak menyelamatkan istrinya, hancur sudah dunia Satria detik itu juga.


"Mas…Perut aku sak,,.kit!"


"Kita akan kerumah sakit sayang! Bertahan ya hiks…" Satria menangis melihat istrinya kesakitan.


"SAYANG! JANGAN TUTUP MATAMU! KU MOHON DENGARKAN AKU SAYANG!" Ucap Satria panik saat Firda yang masih berada di pelukannya kini sudah menutup kedua matanya, Satria langsung melajukan kecepatan mobilnya walau ia menyetir dengan satu tangannya.


Lalu bagaimana kondisi sahabatnya? Ia harus selamat bagaimana pun juga! Satria akan membayar semuanya saat Farhan sadar, ia janji! dan Satria yakin sahabatnya pasti baik-baik saja.

__ADS_1


Sedangkan berbeda kini dengan Aneska.


"FARHAN JANGAN BUAT BUNDA TAKUT SAYANG!" Ucap Aneska histeris di dalam mobil menuju rumah sakit, putranya begitu banyak mengeluarkan darah, ia takut sekali, begitu besar rasa takut ini dan Aneska tak mampu menghadapinya.


__ADS_2