
Firda berlari-larian di bawah pohon bunga sakura yang sedang bermekaran itu, ditambah dia yang sekarang memakai baju khas Jepang terlihat begitu imut di mata Satria yang sejak tadi sibuk mengabadikan momen istrinya yang tengah bahagia itu.
"Mas! Kemarilah!" Perintah Firda dengan sedikit berteriak.
Satria hanya menurut dan langsung menghampiri istrinya.
"Mas ini indah sekali!" Satria hanya tersenyum dan langsung mengecup bibir Firda singkat karena tak tahan.
"Kau suka?" tanya Satria sambil meraih tangan istrinya dan langsung berjalan menyusuri pohon sakura yang berjajar.
"Sangat!" jawab Firda semangat.
"Kau lapar hmm?" tanya Satria sambil merangkul pinggang Firda dengan posesif.
"Tidak! Aku tidak lapar sama sekali!" Jawab Firda sambil terus memotret dirinya dengan Satria menggunakan camera depan.
"Kau mau makanan khas Jepang?"
"Kedengarannya menarik! Mari kita mencobanya!" Ujar Firda semangat.
Satria bernafas lega akhirnya istri kecilnya ini akan makan, pasalnya dari tadi pagi Firda hanya memakan roti saja tanpa minat makan apapun sampai siang ini.
"Apa disini orang-orang hanya berjalan kaki?" Tanya Firda heran saat hanya melihat segelintir orang dan mereka memakai sepeda ataupun ada juga yang berjalan kaki.
"Apa kakimu pegal?" Tanya Satria khawatir.
"Tidak! Hanya saja aku tidak tahu jarak yang akan ditempuh sekarang!" Ucap Firda lesu.
Satria kebetulan langsung melihat sepeda yang berjajar disana yang sering dipakai bebas oleh semua orang, ia melepaskan genggaman tangannya dan membawa salah satu sepeda disana, Firda hanya melihat pergerakan Satria tanpa.mau bertanya apapun.
"Ayo naik!" Ucap Satria yang menghampiri Firda dengan sepeda tersebut.
Firda mengangguk dan langsung memegang bahu Satria untuk berpegangan sebelum naik. Untungnya Satria membawa sepeda yang terdapat tempat duduk dibelakang, jadi Firda tidak akan berdiri selama perjalanan.
"Let's go!" Ucap Firda yang langsung memeluk tubuh Satria dari belakang.
Satria langsung mengayun sepedanya sambil menikmati suasana Jepang yang bersih dan sejuk ini, sekaligus menikmati kebersamaannya dengan sang wanita yang ia cintai.
Sepanjang jalan Firda hanya berceloteh kesana-kemari dan tentu didengar baik oleh Satria.
"Kamu tahu mas? Aku punya teman waktu kerja di toko kue, dia baik banget loh, aku jadi ingat cita-citanya yang ingin ke Jepang dan lihat bunga sakura langsung, soalnya dia suka nonton Drakor, dan pernah lihat ada bunga sakura di filmnya, tapi katanya dia mau lihat ke negerinya langsung, dia gimana ya kabarnya? Aku gak punya teman dekat selain Sasa!" Tutur Firda.
__ADS_1
"Nanti kalau pulang ke Indonesia kamu bisa ketemu sama dia lagi gak usah sedih!" Ucap Satria.
"Ouh Iyah! Nantikan aku jadi asisten pribadi kamu mas! Aku dapet gajih gak?" Tanya Firda diakhiri dengan tawanya.
"Dapet! Mau berapa?" Tanya Satria.
"Loh bisa nawar gitu ya?" Tanya Firda lagi.
"Emang apa yang gak bisa buat kamu hmm?"
"Boleh deh kalau gitu aku mau lima puluh juta!" Tawar Firda.
"Kecil banget! Uang bulanan kamu aja mau aku kasih lima miliar!" Jawab Satria heran dengan tawaran istrinya tadi.
"Ish…banyak banget! Becanda nya gak kira-kira! Itu cukup buat hidup setahun lebih mungkin!" Jawab Firda kaget.
"Aku serius sayang! Lagian aku udah bingung harus nyimpan uang dimana!"
"Sombong banget!" Ucap Firda.
"Bukan sombong! Tapi memang kenyataannya begitu!"
"Jangan dong! Kasihan istri aku kerja cape-cape gak dikasih gajih!"
"Yakan udah di uang bulanan!"
"Yaudah deh terserah kamu! Tapi tiap malam aku dapet jatah kan?" Tanya Satria sengaja menggoda istrinya.
"Bisa gak sih jangan bahas hal seperti itu disini?" Tanya Firda menahan malu.
"Lagian mereka gak ngerti bahasa kita mungkin!" Jawab Satria enteng.
"Dahlah aku laper!"
Satria langsung menepikan sepedanya didepan salah satu restoran ternama di Jepang.
"Ayo masuk!" Ajak Satria sambil menggenggam tangan Firda agar tidak kabur darinya.
Satria langsung pergi mencari tempat duduk untuk dirinya dan juga Firda, setelah menemukan yang pas ia juga langsung pergi sebentar untuk memesan makanan.
"Sebentar ya!" Ucap Satria yang langsung duduk disamping Firda setelah memesan makanan.
__ADS_1
"Mas! Jangan pesen yang mentah-mentah ya! Aku gak suka!" Bisik Firda ditelinga Satria langsung.
"Iya sayang! Enggak kok!" Jawab Satria dengan senyumannya, pasalnya ia mengingat Firda semalam yang langsung bergidik ngeri saat melihat makanan yang dipesan oleh Juan, karena makana tersebut mentah semua, alhasil Juan kembali pergi untuk membeli makanan lagi.
Satria memainkan rambut Firda sambil menunggu makanannya datang, namun Firda hanya fokus pada galeri handphone Satria yang banyak sekali gambar yang diambil tadi.
"Mas! Aku lagi gak Kobe aja kamu kok foto sih?"
"Orang kamu gak Kobe aja tetep cantik Dimata aku!"
Cup…cup…
Satria mengecup kedua pipi mulus istrinya dengan gemas. Namun berbeda dengan Firda yang hanya memutar bola matanya malas mendengar gombalan maut Satria, kenapa sih suaminya ini jadi aneh setelah menikah? Ia pikir Satria akan datar seperti hari-harinya dulu.
"Mas! Kenapa kita harus pergi ke Jepang? Aku kira kira bakal lama banget di Prancis!" Ujar Firda sedih.
"Kita akan ke Prancis lagi nanti oke! Tapi kita ke negara lain dulu!" Jawab Satria sambil merangkul istrinya.
Namun belum sempat Firda berbicara, para pelayan restoran kini menyajikan menu cepat saji di meja yang telah tadi Satria pesan.
"Waw! Ramen!" Ujar Firda bersemangat.
"Kamu suka yang mana hmm?" Tanya Satria.
"Sepertinya semuanya!" Jawab Firda dengan cengengesan.
"Makanlah!"
Firda langsung meraih semangkuk mie ramen terlebih dahulu, ia memberikan sendok pertama untuk suaminya.
"Kamu juga makan dong!" Ucap Firda dengan senyumannya.
Satria dengan senang hati menerima makanan dari istrinya, ternyata sesederhana inikah bahagia yang sebenarnya? Satria baru merasakannya sekarang, bahkan terkadang jika sedang berkumpul dengan keluarga saja rasanya tidak berwarna seperti ini. Tahu ah kalau keluarganya hampir memiliki sifat dan sikap yang sama, yah terkecuali sang kakak mungkin.
Satria begitu bahagia melihat wajah istrinya yang ceria sambil menyiapkan makanan didepannya, ternyata begini rasanya membahagiakan seorang istri? Pikir Satria bahagia, hari ini Satria menjadi laki-laki yang begitu bahagia bisa bersanding dengan wanita seperti Firda Permata, dan wanita seperti ini hanya ada satu di dunia, pikir Satria.
"Mas…! Ayo buka mulutnya!" Ucap Firda kesal karena Satria tidak mendengar perkataannya malah terus saja menatapnya, dia pikir Firda tidak baper terus ditatap seperti itu?
Satria langsung menurut dan membuka mulutnya. Satria langsung meraih mangkuk ditangan Firda dan beralih ia yang menyuapi Firda.
"Sekarang giliran ku!" Ucap Satria.
__ADS_1