Hallo Mas Polisi

Hallo Mas Polisi
25. Tanpa Alas Kaki


__ADS_3

Kini sudah hampir satu Minggu lamanya Firda berada di mansion Satria, ia semakin akrab dengan Amera sang bunda dari Satria, dengan Sintia, kecuali dengan para laki-laki disana. Tak ada yang berani masuk ke kamar Firda kecuali Satria, termasuk Kenzo dan Saka pun tak pernah melihat wajah wanita yang dibawa Satria saat itu.


"Pagi Sayang!" Sapa Amera yang langsung masuk ke kamar Firda, ia sudah menganggap Firda sebagi putrinya sendiri.


"Pagi Tante!" Jawab Firda ceria.


"Kita sarapan di lantai dasar yuk! Kebetulan suami Tante sama suami kak Sintia pergi tadi pagi-pagi buta!" Namun, Firda tampak berpikir sejenak.


"Bunda yakin gak ada yang bakal nyakitin kamu sayang! Ayo!!" Amera mengulurkan tangannya kepada Firda.


"Tante duluan saja! Aku harus ke kamar mandi sebentar!"


"Baiklah nanti kau ditemani Maya kesana! Tidak apa-apa bukan?" Firda hanya mengangguk dan tersenyum sebagai tanda setuju.


Jika kalian bingung siapa Maya, Maya adalah salah satu mas khusus untuk Firda, dan kebetulan Firda juga sudah cukup akrab dengannya.


"Mari nona saya antarkan ke ruang makan utama!" Ucap Maya saat melihat Firda sudah siap.


Maya yang menyadari sesuatu saat berada di samping Firda langsung kaget dan takut.


"Nona! Kenapa anda tidak pakai alas kaki?" Tanya Maya saat sudah berada di lip menuju ke bawah.


"Ayo kita kembali ke kamar Nona!" Namun saat Maya hendak menekan tombol kembali ternyata Firda lebih dulu mencegahnya.


"Maya! Lantai ini tidak kotor sama sekali! Aku tak mau memakainya!" Tutur Firda tegas, dan tanpa sadar mereka sudah berada di lantai dasar.


"Nona saya takut tuan muda marah!"


"Katakan saja ini keinginanku, ini juga hak ku memakai alas kaki ataupun tidak! Ayo antarkan aku ke ruang tamu!" Ucap Firda lembut.


"Ba…baik nona!" Maya sangat takut pagi ini berhadapan dengan Tuan mudanya.


"Hai Adik iparku yang manis! Ayo duduk!!" Ajak Sintia senang saat melihat Firda.


Firda hanya tersenyum canggung dan mengangguk saat mendengar panggilan menggelikan itu ditelinga nya. Ouh ayolah! Kenapa semua orang disini menganggap bahwa ia memiliki hubungan khusus dengan polisi aneh itu, memikirkannya saja membuat ia kesal saja.


Firda duduk disebelah Sintia, ia menatap makanan yang tersaji begitu banyak di meja ini, apakah ini akan habis semuanya? Pikir Firda heran saat mengingat anggota rumah mansion ini hanya diisi beberapa orang.


"Wait… Wait…!! Kau tidak memakai alas kaki?" Tanya Sintia kaget.


"ahahha aku pikir lantai ini tidak kotor jadi aku tidak ingin memakainya!" Amera dan Sintia yang mendengar hal itu hanya tersenyum geli, apalagi saat melihat wajah Firda yang cengengesan.


"Adik ipar! Kau nanti akan kena marah kekasihmu itu!" Ucap Sintia santai.


"Dia bukan ke…!" Belum sempat menyelesaikan ucapannya Firda langsung mendengar suara yang. begitu familiar ditelinga nya.

__ADS_1


"Pagi!" Sapa Satria yang baru saja keluar dari Lip.


"Pagi boy!" Jawab Sintia.


"Pagi Sayang!" Jawab Amera.


"Pagi!" Jawab Firda dengan suara kecilnya.


Satria yang melihat Firda di meja makan langsung melirik sekitarnya, ia langsung menatap koki yang hendak ingin menyajikan minuman berjalan ke arah meja makan dimana posisi Firda membelakangi koki tersebut, dengan cepat Satria menghampiri koki tersebut dan menariknya kembali masuk kedalam dapur.


"A…ada apa tuan?" Tanya Koki itu gugup.


"Suruh maid wanita untuk menyajikan ini!! Kau tidak melihat bahwa diluar ada gadisku?" Nada bicara Satria saat ini sudah marah.


"Sayang! Jangan terlalu kasar! Dia juga tidak tahu pastinya!" Ucap Amera menenangkan. Ia yang tahu saat Putranya melangkah ke dapur langsung menghampirinya.


"Hmm!" Gumam Satria dan langsung keluar dari dapur meninggalkan Bundanya begitu saja.


"Sajikan ini Lili!" Perintah Amera pada kepala maid perempuan yang bernama Lili itu.


"Baik Nyonya!"


Kembali ke tempat makan di meja panjang berbentuk oval itu, dimana Satria duduk tepat di sebelah Firda, posisi Firda yang kini di apit oleh Sintia dan juga Satria, ah betapa canggungnya ia saat ini.


Amera kini duduk di kursi utama milik Saka, karena jika suaminya tidak ada, ia akan duduk di tempat suaminya.


"Kau ingin makan apa? Biar aku sajikan!" Tutur Satria.


"Ah tidak perlu! Aku bisa mengambilnya sendiri!" Ucap Firda sedikit kesal pada Satria, memangnya ia lumpuh? Pikirnya.


Sedangkan Sintia dan Amera sedang menahan senyumannya, ia pikir Satria akan dingin pada Gadisnya, ternyata pemikiran mereka salah semuanya. Satria bahkan memperlakukan Firda sama dengan Satria memperlakukan Kakak dan Bundanya.


Kini mereka berempat sarapan dengan Hidmat, tak ada yang berani berlalu-lalang saat keluarga William makan.


"Pagi ini kau ke kemana sayang?" Tanya Amera saat sarapannya selesai.


"Banyak kasus kriminal tadi malam, aku akan ke Kantor Polisi!"


"Ibu akan mengajak Firda berkeliaran mansion, apakah boleh?" Tanya Amera pada putranya.


' Hai Nyonya!! kau tak perlu izin padanya!! ' Teriak Firda dalam hatinya.


"Lakukanlah bund! Bila perlu ajak dia bertemu Moli si kucing imut!" Jawab Satria santai, sedangkan Amera dan Sintia menatap Satria tajam.


"Kucing imut? Wah… aku ingin melihatnya walau dari jarak jauh!" Tutur Firda berbinar.

__ADS_1


"Kenapa harus dari jarak jauh?" Tanya Satria heran.


"Aku suka kucing! Tapi sayangnya tubuhku tidak suka kucing!" Ucap Firda sedih.


"Kau Alergi kucing Adik ipar?" Tanya Sintia.


Firda mengangguk membenarkan ucapan Sintia.


"Aneh sekali alergi mu itu?" Ucap Satria dengan nada meledek dan Firda tahu itu.


Firda menendang Kaki Satria di bawah meja karena kesal, namun bukannya Satria yang kesakitan justru Firda lah yang meringis ngilu akibat menendang Kaki Satria yang di balut Sepatu itu.


Satria yang mendengar ringisan kecil dari mulut Firda akhirnya menatap kaki Firda ke bawah.


****!


"Kau tidak memakai Alas kaki?" Tanya Satria geram.


"Satya! Sepertinya tadi Firda melupakannya!" Tutur Amera.


"Bodoh sekali gadis ini!"


"Heh kau meledekku?" Geram Firda tak terima.


Dengan sekali gerakan kini tubuh Firda melayang di udara dan membuat sang empu berteriak akibat terkejut.


"Hey! Kau mau apakan anak orang Bodoh!" Teriak Sintia yang ternyata tak di hiraukan sama sekali oleh Satria.


Satria berjalan menuju Lip untuk membawa Firda ke kamarnya. Sedangkan Amera hanya menggelengkan kepalanya akibat tidak mengerti sikap putranya itu.


"Lepaskan aku Polisi menyebalkan!!" Selama di lip Firda terus memukul dada bidang Satria namun satria tak memberikan reaksi apapun, sungguh menyebalkan bagi Firda.


Satria menurunkan Firda di atas kasurnya setelah mereka sampai di kamar Firda.


"Pakai. alas kakimu saat keluar!! Atau akan ku kurung kau selamanya Disni!!" Tegas Satria dan langsung memakaikan alas kaki bulu bergambar beruang ke kaki Firda, sebelumnya juga ia mengoleskan salep pada kaki Firda yang kemerahan akibat menendang sepatu milik Satria.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2