
“Kak Michele, dimana Mike?” tanya seorang gadis berambut panjang yang sejak tadi mencari keberadaan pemuda tersebut.
“Gak tau, tadi sih bilang nya mau sholat. Coba aja cari ke atas Els, kayaknya di atas sama Chila deh,” Jawab Michele lalu kembali melanjutkan obrolan nya dengan para sepupu nya.
Gadis yang bernama Els itu lekas mencari keberadaan Mike ke lantai dua. Sudah sejak lama ia menunggu kepulangan Mike ke indonesia, dan ia baru sempat menemuinya hari ini yang kebetulan memang ada acara di keluarga nya.
“Astagfirullah Mike!” seru nya saat melihat Mike tengah memeluk tubuh seorang gadis kecil yang tak lain adalah anak angkat dari sepupu nya.
“Ngapain?” tanya Mike datar seperti biasa, ia menatap Chila sebentar melihat keponakan nya menganggukkan kepala, Mike lekas meninggalkan nya dan menghampiri Els.
“Kamu apain anak orang?” tuduh Els langsung menatap tajam pada Mike, ia hendak menghampiri Chila namun dengan cepat tangan nya di tahan oleh Mike, “Iks ini apaan sih, kasian itu.”
“Lebih kasian kalau kamu ganggu. Udah ayo,” Mike lekas membawa Els pergi, menuruni anak tangga dan membawa nya ke taman belakang.
Sementara itu, Chila yang melihat kepergian Mike dan wanita tersebut hanya mampu menghela nafas nya berat. Ia segera melepaskan mukena nya dan mencari keberadaan ayah dan bunda nya.
“Ayah,” panggil nya pelan saat menghampiri ayah nya tengah mengobrol bersama banyak laki laki yang seumuran nya.
“Kenapa Sayang?” Rasya langsung mengisyaratkan putrinya agar mendekat.
“Chila mau pulang,” cicit nya pelan sambil menundukkan kepala nya.
__ADS_1
“Chila, kamu gak mau menginap disini?” tanya papa Aldi juga langsung menatap Chila bingung, pasalnya sebelumnya ia sangat ingin menginap di rumah itu.
“Gak mau, Chila kangen sama Frozen nya Chila. Gak mau disini, mau pulang Ayah,” rengek nya dengan mata yang sudah mulai berkaca kaca.
Bingung dan sedikit aneh, namun pada akhirnya Rasya segera memanggil istrinya dan mengajak nya untuk pulang. Chila hanya berpamitan dengan beberapa orang yang di sana, tanpa berpamitan pada Mike yang entah kini berada di mana.
“Sayang, kamu menangis?” tanya bunda Anna saat sudah berada di dalam mobil.
“Enggak Bunda, Chila Cuma ngantuk. Tapi gak bisa tidur, Chila mau peluk boneka Kristoff,” cicit nya elan sambil berpura pura menguap.
“Astaga, kamu buat bunda khawatir.” Chila hanya tersenyum saat matanya bertemu dengan mata bunda Anna lewat kaca spion.
“Sayang, apa menurut mu Chila baik baik saja?” tanya Rasya memeluk Anna dari belakang.
“Anna kurang Yakin Kak, tapi semoga Chila baik baik saja. Sejak kedatangan kak Renata tadi, mood Chila kurang bagus. Dia masih merasa bersalah kepada tante Susy. Dan ia merasa bahwa kakak yang secara tidak langsung membunuh tante Susy,” gumam Anna pelan sambil menggigit bibir bawah nya.
Tadi Rasya juga sempat bertemu dengan Vino dan Renata, ia sudah mendengar kabar tentang tante Susy yang sudah meninggal. Jauh di dalam lubuk hatinya memang ia merasa sedikit bersalah, ia terlalu emosi saat itu. Tapi entah mengapa, ada kelegaan tersendiri saat mendengar kabar tersebut. Ia sedikit lega karena kini tidak akan ada lagi yang mengungkit asal usul Chila dan menyakiti putri nya lagi.
“nanti, kapan kapan kita ke Dubai, kita ziarah ke makam tante Susy,” kata Rasya di iringi dengan helaan nafas berat, “Kita ajak Chila.”
“Iya, terimakasih karena kakak sudah memaafkan tante Susy, dan terimakasih karena sudah mengakui kesalahan kakak sendiri.”
__ADS_1
“Hem, dan aku juga berterimakasih karena kamu sudah mau menerima kekurangan ku, terimakasih sudah menjadi istriku dan terimakasih sudah mau menjadi ibu dari anak anakku.” Kata Rasya semakin mengeratkan pelukan nya. Kini keduanya tengah berdiri di balkon kamar sambil menikmati udara malam hari, baby Faaz sudah tertidur dan Chila sudah berada di kamar nya.
“I love you, semoga kebersamaan kita abadi sampai maut memisahkan.”
“Aminn,” balas Anna, lalu ia membalikkan tubuh nya hingga kini keduanya saing berhadapan.
Anna memberanikan diri untuk menatap mata suaminya, sedikit berjinjit lalu ia mengecup bibir Rasya sekilas. Namun saat Anna hendak menyudahi kecupan nya, Rasya dengan cepat menahan tengkuk Anna dan mencium nya dengan cukup lama.
Tidak hanya sebuah ciuman, namun juga lummatan dan gigitan gigitan kecil, perlahan Rasya mengajak Anna untuk masuk dan menuju tempat tidur tanpa melepaskan pagutan nya, dan terjadilah adegan anu yang tidak bisa di jelaskan lagi karena othor sedang puasa.
.
.
.
Tamat!!
Nantikan extra part nya 🥰🥰
Dan untuk pemenang Give away, akan mommy umumin di tanggal 20 yah 😘🥰🥰🥰
__ADS_1