HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )

HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )
Menemui Renata


__ADS_3

“Ren, are you okey?” tanya Michele saat sudah bertemu dengan Renata, kini dua wanita itu sedang duduk di sebuah sofa yang berada di sebelah kamar Renata, tepatnya di sebuah balkon sambil menikmati angin sore itu.


“Lah, emang nya gue kenapa Cel? Pertanyaan lo ini ckck,” kata Renata terkekeh sendiri membuat ikut terkekeh pelan, “Ah iya, itu berapa bulan? Kok lo kesini sendirian? Gak sama si Aldi?”


“Dia kerja Ren, tadi gue kesini di anter sama Mike,” jawab Michele sudah mulai bersikap santai.


“Mike di Jakarta? Bukannya waktu itu lo bilang dia di Jerman sama sepupu lo?”


“Lagi liburan dia, yah, anggep aja dia kangen sama suara merdu gue,” kata Michele dengan percaya dirinya.


“Anjr, suara merdu, ancur iya!” ucap Renata lalu ia tertawa, “Oh iya, pasti lo kesini karena mau lihat anak gue kan? Kemarin mas Vino bilang kalau ketemu lo di Mall lagi sama Mike.”


“Oh ya, terus?” tanya Michele penasaran, apakah kira kira Vino akan memberitahu Renata juga tentang keberadaan Chila di mall kala itu.

__ADS_1


“Ya gak terus terus, emang ada terusan nya lagi?”


“Ya adalah, karena habis gue ketemu sama laki lo, gue malak dia dong, lumayan makanan gue jadi gratis,” kata Michele terkekeh membuat Renata mendengus kesal, namun setelah itu ia juga tertawa.


Renata lalu mengajak Michele untuk masuk ke dalam kamar nya, dimana di sana ada seorang bayi yang memakai sebuah dress dan bando yang amat sangat lucu. Seketika mata Michele langsung berbinar dan ingin menggendong bayi itu, namun Renata melarang nya, karena bayi nya baru saja tertidur. Dirinya sudah lelah karena seharian baby nya sedikit rewel.


“Siapa namanya?” tanya Michele pelan setengah berbisik sambil jemari tangan nya mengusap lembut pipi bayi menggemaskan itu.


‘Ah, aku jadi kangen sama si pesek satu itu.’ Gumam Michele dalam hati saat mengingat Chila.


“Vita,” jawab Renata sambil matanya tak henti memandang wajah cantik anak nya yang begitu lelap di tidur nya.


Michele menganggukkan kepalanya, ia sangat ingin menggendong nya, namun ia menghargai Renata yang mungkin memang lelah. Andai, Vino tidak menceritakan keadaan renata, mungkin Michele akan mengeluarkan jurus ke bar bar an nya untuk membangunkan bayi mungil itu. Namun niat itu ia urungkan saat tahu bahwa Renata memang mengurus baby Vita sendiri dan juga Renata sedang tidak baik baik saja.

__ADS_1


“Ren, saatnya Vito minum susu. Kamu—“


“Sudah berapa kali Rena bilang, mama jangan masuk kesini!” sentak Renata langsung mengangkat anaknya dan membawa nya ke pojokan agar menjauh dari mama nya.


“Sayang, Mama hanya—“


“Keluar Mah! Atau Rena yang keluar dari rumah ini!” ancam nya dan hendak mengambil telfon genggam untuk menghubungi Vino, namun dengan cepat mama nya Renata mengalah dan memilih pergi.


“Nak Michele tolong bantu tante ingatkan sama Renata bahwa ini jam nya Vita minum susu, jangan sampai telat lagi,” pinta mama Renta dan Michele hanya menganggukkan kepala nya sambil menatap kepergian mama Renata dengan wajah sedih.


‘Ya Allah, bolehkah aku bahagia melihat situasi ini? astagfirullah,bukan maksud ku bahagia melihat keadaan sahabat hamba ya Allah. Hamba hanya senang dan lega melihat hadiah mu kepada tante Susy atas apa yang dia lakukan dulu pada kak Rasya dan Chila.’ Gumam Michele dalam hatinya.


Entahlah, dirinya tidak memiliki rasa kasian sedikit pun melihat kesedihan di wajah tante Susy atau mama nya Renata. Hatinya sudah cukup sakit saat mengetahui sikap nya saat dulu waktu Chila lahir. Bukan Rasya yang memberitahukan padanya, namun asisten Rasya lah yang bercerita kepada Aldi dan kebetulan saat itu ada dirinya.

__ADS_1


__ADS_2