HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )

HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )
Kedatangan Leon


__ADS_3

“Al." Mendengar ada yang memanggil namanya, membuat Aldi menghentikan langkah nya, tubuh nya berbalik dan melihat sahabat nya sudah berdiri tak jauh dari nya.


“Kok disini?” tanya Aldi saat melihat kedatangan Leon berada di rumah sakit.


“Iya, tadi aku ke kantor mu. Karena kamu gak ada dan aku tidak bisa menghubungi mu, maka aku kemari setelah dapat kabar dari Michele.” Aldi hanya menganggukkan kepalanya mendengar alasan Leon.


“Bagaimana keadaan Anna?” tanya nya lagi.


“Dia sudah sadar, tapi aku mau ke supermarket sebentar. Kamu bisa langsung masuk atau menunggu ku, terserah.” Ujar Aldi, lalu ia memberikan alamat kamar Anna dan meninggalkan Leon seorang diri di loby rumah sakit.


Seperginya Aldi, Leon menghela nafas nya dengan berat. Bukan apa, namun dirinya begitu bingung dan sedikit terkejut saat Aldi mengatakan bahwa saat ini Anna tengah bersama rasya.


Setelah menemukan kamar Anna, Leon sempat mengetuknya beberapa kali, hingga pada akhirnya ia membuka pintu, dan ia bisa melihat bagaimana Anna dan Rasya tengah berbicara serius dengan Rasya yang tengah memeluk Anna.


“Kak Leon,” gumam Anna lirih saat melihat Leon berjalan menghampiri nya.

__ADS_1


“Hay An, Rasya .. “ sapa Leon tersenyum simpul, saat sudah berdiri di samping brankar Anna. Kini Rasya duduk di sebelah kanan Anna, sementara Leon berdiri di samping kiri Anna.


“Kakak, tau Anna disini darimana?” tanya Anna penasaran.


“Ah, tadi Michele yang memberitahuku, dan di depan tadi aku melihat Aldi sama Chila.” Jawab nya sambil sedikit melirik ke arah Rasya, “Bagaimana keadaan kamu?”


“Sudah lebih baik kok.” Jawab Anna sedikit kikuk.


“Baiklah, silahkan kalian mengobrol, aku akan menyusul Chila,” ujar Rasya pamit, ia tak ingin menjadi pengganggu antara Anna dan Leon, maka dari itu ia memilih untuk pergi dan memberikan waktu bagi keduanya berbicara.


“Anna, ada yang ingin aku bicarakan sama kamu.” Ucap Leon memangkas pandangan Anna pada Rasya.


“Aku akan menunggu di luar!” tegas Rasya lalu melepaskan cekalan tangan Anna perlahan, “Aku duluan,” imbuhnya menepuk bahu Leon beberapa kali lalu ia keluar.


Seperginya Rasya, Leon langsung duduk di kursi bekas Rasya duduk tadi, “Kenapa kamu bisa seperti ini? Apakah dia yang membuat mu seperti ini? Katakan Anna, mengapa kau tak juga menyerah, kamu lihat bagaimana sikap nya pada mu hem?” ujar Leon beruntun membuat Anna menghela nafas berat.

__ADS_1


“Anna gak bisa kak. Menyerah sama saja Anna berhenti bernafas, Anna gak akan sanggup.” Gumam Anna lirih.


“Anna, tapi mau sampai kapan kamu menyiksa diri dan hati seperti ini terus?” kata Leon mengusap wajah nya dengan kasar.


“Sampai saat Anna memang harus berhenti! Tapi Anna gak tau itu kapan, saat ini, Anna hanya ingin bertahan dan berjuang.”


“Sendirian! Dia mau gak perjuangin kamu?” celetuk Leon seketika membuat Anna langsung terdiam.


“Come on Anna, bangun. Kamu harus bisa, kamu lupa usaha kamu beberapa minggu ini? Usaha ku sia sia Anna, dan lihat kamu sekarang? Kamu jadi seperti ini!” decak Leon tak habis pikir.


Selama Anna berusaha menghindari Rasya, memang Leon lah yang selalu menemani dan menghibur Anna. Leon juga yang sering mengantar jemput nya, hingga akhirnya ia bisa sedikit menjauhi Rasya,namun setelah ia mendengar kembali penjelasan Rasya yang mengatakan bahwa laki laki itu juga menyukainya. Namun laki laki itu masih belum yakin karena ketakutan nya yang akan membuat keluarga Anna malu.


Berulang kali pun Anna menjelaskan bahwa dirinya dan keluarga nya tidak pernah mempermasalahkan itu, namun di dalam lubuk hati Rasya belum tergerak, maka akan sulit untuk Anna meyakinkan nya. Karena kesungguhan itu hanya akan muncul dari diri Rasya sendiri.


Rasya masih selalu merasa tak pantas bila bersanding dengan Anna.

__ADS_1


__ADS_2