HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )

HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )
Chila bukan Rapunzell


__ADS_3

Hari berganti hari, sejak saat Rasya memberlakukan larangan agar Chila tidak keluar rumah itu, kini sudah terhitung satu bulan dan Chila memang benar di kurung di dalam rumah. Hari ini adalah weekend, Chila semakin kesal pada ayah nya yang tak mengizinkan nya alan jalan. Padahal, biasanya Chila selalu pergi setiap weekend, dan sekarang sudah empat kali weekend, diirnya selalu berada di rumah.


“Ayah nakal, jahat, gak sayang sama Chila!” seru Chila sambil menghentak hentakkan kaki nya ke lantai lantaran ingin pergi dengan bunda nya namun tak mendapatkan izin.


“Sayang, besok saja yah. Tunggu Ayah selesaiin kerjaan ayah dulu, habis itu kita jalan bareng,” rayu Rasya berusaha menenangkan Chila.


“Gak mau, udah segini loh!” Chila menunjukkan empat jari tangan nya tepat di wajah ayah nya, “Sudah segini, Chila gak boleh keluar. Memang nya Chila itu Rapunzel yang terus di kurung seperti ini. Chila itu princess Elsa ayah, bukan Rapunzel!” Serunya dengan kesal.


“Lagian kakak kenapa sih ngelarang Chila pergi? Toh juga perginya sama Anna. Kakak gak percaya sama Anna?” tanya Anna yang sedari tadi diam akhirnya ikut bersuara.


“Bukan begitu Sayang, hanya saja—“ Rasya hampir saja menjawab pertanyaan Anna, namun ia kembali melihat ke arah Chila.


“Apa?” saut Anna menatap suaminya, “Bilang saja kalau kakak emang gak percaya sama Anna. Sekarang Anna sudah jadi bunda nya Chila loh, masa Cuma sekedar jalan ke mall aja kakak gak ngasih izin. Kakak gak anggep Anna itu bunda untuk Chila?”

__ADS_1


“Sayang, kamu jangan salah paham dulu dong.” Kata Rasya bingung ingin menjelaskan, karena tidak mungkin ia membahas ibu kandung Chila di depan Chila langsung, ia tidak mau membuat mental anak nya down.


Terlebih, ia juga tidak mau Chila melihat betapa tak suka nya dirinya kepada keluarga ibu kandung nya. Ia tidak mau membuat Chila tau akan kenyataan yang mana hanya akan membuat anak itu sakit, tentu saja, meski Chila masih berumur tuju tahun, namun ia memiliki perasaan yang begitu lembut dan mudah baper.


“Salah paham gimana? Memang kakak gak anggep Anna ada kok, kakak selalu ambil kesimpulan sendiri, kakak gak nganggep Anna,” seru Anna dengan mata berkaca kaca, membuat hati Rasya semakin bimbang.


“Ayah jahat! Tadi bikin Chila nangis, sekarang Bunda ikut nangis tuh!” seru Chila menambahi kebimbangan Rasya, “Ayo bunda, kita pergi saja, jangan temenin ayah nya. Kita bisa cari ayah baru nanti,” celetuk Chila spontan membuat Anna dan Rasya begitu terkejut, dan sontak saja Anna yang awal nya ingin menangis langsung ingin tertawa mendengar ceplosan Chila.


“Sayang...” geram Rasya menatap putrinya.


“Kenapa kalian berdua begitu kompak hem?” Rasya begitu frustasi menatap kepergian anak dan istrinya.


“Anna mau tidur sama Chila, kakak silahkan tidur sama pekerjaan kakak! Jangan masuk kamar!” teriak Anna yang sudah mulai menaiki tangga. Tentu saja hal itu semakin membuat Rasya menjerit frustasi, bagaimana bisa dirinya tidur tanpa istrinya.

__ADS_1


Dengan cepat, ia ikut mengejar Anna dan Chila yang menuju kamar. Ia sudah tidak memperdulikan sambungan video call nya dengan asisten nya yang sedang membahas pekerjaan tadi. Yang ada di pikiran nya hanya bagaimana agar anak dan istrinya sudah tidak marah padanya lagi.


.


.


.


.


Halo semuanya, mommy ada karya baru lagi nih. Lanjutan kisah om Abas dan tante Cantik. Terpaksa mommy buat kamar baru, karena di kamar K2 gak akan muat, karena udah panjang banget. Jadi mommy mau fokuskan tentang kehamilan Kiara di kamar nya sana. So, jangan lupa mampir yah, ikuti kisah seru dokter Bastian dan tante cantik Denisa.


Cek profil mommy yah..

__ADS_1



__ADS_2