HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )

HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )
Bekal makanan


__ADS_3

Holaaa, bonus malam minggu nih. Nah kan, total mommy update 4bab disini dan 4 bab di sebelah ( Terjebak cinta Gadis Tomboy ) so, jangan lupa berikan mommy hadiah berupa like dan komen. Mau kasih gift juga boleh, tpi gak maksa yah. Pokoknya, setiap mom baca komen aja udh bikin bahagia. Jadi jangan pelit, biar mommy juga gak pelit 🤣🤣🤣 Dahlah, cus happy reading semuanya, selamat malmink 🥰🥰


.


.


.


Anna


‘Kak Rasya bagaimana keadaan nya? Sudah lebih baik?’


Rasya


Sudah kok, jangan khawatir


Anna

__ADS_1


Syukurlah


Rasya


Kamu mengkhawatirkan ku?


Anna tidak membalas pesan terakhir yang di kirimkan oleh Rasya. Ia memilih untuk segera tidur agar esok hari tubuhnya lebih fresh lagi dan bisa beraktifitas seperti biasa. Mengetahui keadaan Rasya Sudah baik baik saja, membuat hati Anna tak lagi merasakan resah dan gelisah seperti tadi.


‘Kak, tidak bisakah kakak membuka hati untuk Anna? Sedik saja, mengapa kakak tidak bisa mencintai Anna? Apakah Anna harus sepeti kak Michele?’ gumam Anna dengan pelan sambil menatap ke arah langit langit kamar nya.


Merasa tidak mendapat jawaban, Anna pun memiringkan tubuhnya dan memeluk guling nya dengan erat, memejamkan matanya dan mulai memasuki alam mimpi.


“Bibi, biar Anna bantu,” ujar Anna lalu ia segera mengambil alih wortel dari tangan bibi dan segera mengupas nya.


Sekitar tiga puluh menit, Anna sudah menyelesaikan menu masakan nya, yakni bihun goreng dengan jamur dan daging. Serta ada juga telur gulung yang ia campur dengan wortel. Yah, Chila sangat menyukai telur gulung buatan nya, karena sewaktu Chila menginap di sana, Anna memaksakan nya dan membuat gadis pecinta kartun Frozen itu sangat menyukai nya.


“Sayang, kamu masak banyak sekali, untuk siapa?” tanya apa Tian yang baru datang ke meja makan, dan melihat Anna tengah sibuk menyiapkan dua tempat bekal.

__ADS_1


“Hehehe, iya Pah. Anna inget Chila, kemarin dia suka banget sama masakan Anna, jadi Anna sengaja buat ini untuk nya,” kata Anna tanpa menatap papa nya, matanya masih fokus menghiasi box biru muda yang bermotif frozen.


“Lalu, satu lagi untuk siapa?” tanya papa Tian lagi sambil mengerutkan dahinya saat melihat box bekal satu lagi sudah tertutup rapat.


“Ah, ini, emm ini untuk itu Pah, untuk Anna bawa ke kampus.” Jawab Anna sedikit gugup dan terbata.


“ke kampus? Kamu yakin, ke kampus bawa bekal?”


“Kok papa jadi kepo sih, idih, papa ku semakin posesif sekarang!” gemas Anna langsung mencium pipi papa kesayangan nya.


“Bukan begitu sayang, aneh saja. Kamu ke kampus membawa bekal,” keluh papa Tian masih tak percaya.


Menghela napas kasar, Anna apun akhirnya menjelaskan pada papa nya, bahwa dirinya kalah taruhan dengan teman nya. Kemarin mereka sempat berdebat hanya karena tentang seorang penulis buku. Dan ternyata Anna kalah, jadilah sebagai hukuman nya, Anna harus memasak dan membawakan kedua teman nya bekal.


“Mereka gak tahu kalau Anna pandai memasak,” kata Anna terkekeh, berpura pura agar seolah menghayati peran nya. Karena tentu saja Anna berbohong, dirinya sengaja membuat dua bekal karena ingin memberikan nya kepada Chila dan juga ayah nya.


“Putri papa memang hebat, cantik dan juga mandiri. Papa bangga sama kamu,” ujar papa Tian dan lalu ia ikut menyantap sarapan paginya yang di masak oleh putri tercinta.

__ADS_1


Memang iya, ke ahlian Anna dalam hal masakan, sudah tidak bisa di ragukan lagi. Karena ia sering mencoba tutorial memasak untuk mengurangi rasa bosan nya dulu. Dan bila dulu Aldi lah yang kenyang merasakan masakan nya, kini, ia sangat ingin Rasya yang mencoba masakan nya.


‘Mungkinkah ka Rasya akan memujiku? Atau dia tidak akan menyukai masakan ku, heem, kira kira lidah kak Aldi dan kak Rasya sama gak yah?’ pikir Anna sedikit bimbang antara jadi atau tidak untuk membawakan Rasya bekal makanan.


__ADS_2