HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )

HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )
Di larang pacaran!


__ADS_3

“Sayang, kapan kamu akan bangun hem? Apa kamu tidak merindukan ku? Chila, dan putra kita? Kamu belum melihatnya kan? Dia sangat tampan seperti ku, ayolah bangun,” bujuk Rasya terus membisikkan kata kata kepada Anna.


“Kamu belum memberikannya nama, apa kamu tidak mau memberikan dia nama hem? Dia menunggu kamu, kami semua menunggu kamu, apa kamu tidak lelah tidur selama ini?” Hari ini sudah memasuki bulan ke dua Anna koma, dan setiap harinya, Rasya selalu pulang ke rumah sakit. Hanya saat weekend, dirinya akan pulang ke rumah untuk mengambil putra mereka dan membawa nya ke rumah sakit.


Memang hingga saat ini, bayi Anna dan Rasya belum memiliki nama. Selama ini bila ada yang memanggil, mereka akan memanggilnya dengan sebutan baby Boy. Karena Rasya masih akan menunggu Anna untuk bangun.


“Kamu harus cepat bangun dan melihat bagaimana tampan nya putra kita, dia sangat mirip dengan ku. Dan aku harap, sikap nya juga bisa seperti ku, ah tidak, jangan. Mungkin bisa seperti kamu, ayo Sayang, bangunlah.” Gumam Rasya sudah mulai frustasi, ia merebahkan kepalanya tepat di samping tangan Anna, ia menggenggam jemari tangan yang Masih terpasang selang itu dengan begitu lembut.


“Kamu boleh marah sama aku nanti, aku akan terima. Tapi aku mohon bangunlah, aku sangat merindukan mu.”


Cklek!


Rasya langsung menegakkan tubuh nya dan melihat ke arah pintu. Di sana, Michele dan Aldi serta Chila datang dengan membawa dua bayi.


“Apakah rewel?” tanya Rasya menghampiri Aldi dan mengambil alih bayinya.


“Tidak, mereka tidak rewel, tapi kakak nya yang rewel,” sindir Michele melirik ke arah Chila yang nampak memanyunkan bibir nya.

__ADS_1


“Chila kakak yang baik, Chila gak rewel, hanya saja mama dan papa terlalu lama!” cetus Chila lalu ia menaiki kursi dimana ayah nya tadi duduk. Ia mengusap lembut tangan bunda nya dan mulai bercerita seperti biasa.


Aldi sengaja menggeser sofa agar mereka bisa duduk di depan brankar Anna. Menurut dokter, pasien koma tidak sepenuh nya tertidur. Ia masih bisa mendengar apa yang kita ucapkan. Maka dari itu, Michele sering mengajak keluarga nya untuk mengunjungi Anna dan mengajaknya berbincang juga bercerita.


“Jadi begitu Bunda. Dan juga, tadi Chila ketemu lagi sama Ken loh bun,” bisik Chila begitu pelan di telinga bunda nya agar tidak ada yang mendengar. Namun ternyata ia salah, nyatanya telinga mama nya begitu tajam hingga mampu mendengar apa yang ia bisikkan.


“Hayoo, Chila masih kecil yah, jangan bahas cowok cowok segala!” cetus mama Michele menatap Chia tak suka.


“Iks, mama apaan sih, Chila kan Cuma cerita sama bunda. Kenapa mama harus denger coba.” Cetus Chila memanyunkan bibir nya sebal.


“Biar begini, pendengaran mama tajam yah. Pokoknya Chila masih kecil jangan bahas bahas cowok apalagi siapa itu tadi namanya Ken?”


“Bela aja terus, Chila itu masih kecil yah. Mana ada pacar-pacaran, dia harus sekolah biar pinter.” Celoteh Michele sedikit kesal.


“Chila gak ada pacaran Mama! Cuma temenan!” ralat Chila tak terima mendengar ucapan mama nya.


“Chila, kamu kira mama gak lihat gimana si Ken itu kalau ketemu kamu. Kamu Juga, astaga kalian ini masih pada bocil bocil tapi ckckck.”

__ADS_1


“Ayahhh, Papa itu mama nya begitu ihhh!” keluh Chila menatap dua laki laki dewasa yang berdiri sambil menggendong bayi tersebut.


“Chel, bukannya aku membela Chila, tapi benar mereka hanya berteman. Dan juga, kamu melarang Chila pacaran karena masih kecil. Aku sangat setuju, tapi—“ untuk Sesaat Rasya menatap ke arah Aldi, “Coba kamu ingat ingat lagi, umur berapa kamu menembak Aldi dan bagaimana kamu selama ini mengajari Chila segala hal, sifat kamu sama Chila itu sudah sebelas dua belas. Bahkan aku sempat ragu bahwa Chila keluar dari rahim Renata!” imbuh Rasya berdecak membuat Michele langsung membalikkan badannya dan menatap suaminya.


Namun sial, karena Aldi lebih memilih membelakangi nya dan berjalan jalan sekitar ruangan sebelum mendapatkan amukan dari singa betina.


“By!” geram Michele menatap suaminya dengan penuh amarah.


“Apa Sayang, bukan aku—“jawab Aldi sedikit menelan saliva nya.


“Satu bulan full!” seru Michele seketika membuat Aldi langsung menatap tajam pada Rasya yang terlihat tertawa melihat penderitaan adiknya.


.


.


.

__ADS_1


Maaf yah kalau banyak typo atau kesalahan. Ini mommy masih sakit dan tetep paksain update buat kalian, jadi bila ada kesalahan mohon di maklum yah. Terimakasih atas doa dan support dari kalian, maaf mommy gak bisa balas satu satu, love love sekebon pisang tetangga buat kalian 😘😘🥰🥰🥰


__ADS_2