
“Sayang, kenapa baju kamu basah?” Rasya yang melihat Chila kembali dengan keadaan pakaian basah, langsung beranjak dan menyambut Kedatangan Chila.
“Tadi gak sengaja kena air, Ayah.” Jawab nya polos sambil mendudukkan diri di kursi.
“Chila, dimana mana, basah pasti kena air,” ralat Anna terkekeh.
“Oh iya, hihihi,” Chila ikut terkekeh sendiri setelah memikirkan ucapan nya.
“Ya sudah, habis ini kita beli pakaian, Ayah gak mau kamu sakit nanti.” Kata Rasya dan di balas anggukan oleh Chila.
Setelah menyelesaikan makan malam nya, mereka bertiga melanjutkan jalan mencari pakaian untuk Chila. Sejak tadi, mata Anna terusik melihat satu set pakaian couple untuk satu keluarga. Dimana pakaian itu terdiri dari dua orang tua dan juga dua anak laki alki dan perempuan. Ia berdoa, dan berharap semoga kelak ia bisa memiliki pakaian itu dan memakainya bersama Rasya, Chila juga anak nya. Dan hanya membayangkan seperti itu, bisa membuat wajah nya merona dan terasa panas, sampai membuatnya langsung mengusap kedua pipi nya.
“Kamu kenapa?” tanya Rasya mengerutkan dahinya saat melihat gelagat Anna sedikit aneh.
“Hah, e- enggak kok. Gapapa hehe,” jawab Anna menyengir polos, “Bagaimana, apakah sudah dapat baju Chila?” tanya Anna yang masih sedikit gugup.
“Sudah, dan dia sedang mencoba nya.” Kata Rasya masih dengan menatap wajah Anna yang terlihat semakin memerah bak kepiting rebus.
“Oohh,” Anna hanya ber- oh ria dan memalingkan wajah nya agar Rasya tak terus memperhatikan nya, karena kini jantung nya sudah semakin tak menentu, ia semakin takut bila jantung nya meledak karena terlalu kencang bekerja keras.
__ADS_1
“Baiklah, bisakah aku menitipkan Chila sebentar?”
“Kakak mau kemana?” tanya Anna langsung menatap Rasya.
“Aku ingin ke toilet, hanya sebentar,” jawab nya sambil matanya terus menelisik ke arah sekitar.
“Oh, baiklah. Tapi jangan lama lama, ini sudah malam.” Kata Anna, dan Rasya pun segera berlalu pergi, Anna langsung menghela nafas dan kembali berkhayal sambil menatap pakaian couple keluarga yang begitu menarik perhatian nya.
****
“Sayang, kamu kenapa sih?” tanya Aldi yang sejak tadi melihat istrinya mondar mandir sambil terus mengomel tidak jelas.
“Hey, Sayang, aku gak suka kamu begini ih. Ingat kamu sedang hamil, jangan berbicara sepeti itu lagi. Aku gak mau kamu kesal dengan Denis, dan membuat anak kita mirip dia. NO!” saut Aldi yang langsung menghampiri sang Istri dan memeluk nya dari belakang.
“Oh iya, aku lupa. Astagfirullah al-adzim.” Michele langsung mengusap dada dan perutnya.
“Ini gara gara Denis, astaga. Kepala ku pusing, bisa bisa tensi ku naik nanti,” keluh Michele lalu ia mengajak Aldi agar duduk di tempat tidur.
“Kapan terakhir dia menghubungi kamu hem?”
__ADS_1
“Kapan yah? Mungkin sebulanan yang lalu kali yah. Dia minta tolong aku waktu itu, tapi aku gak bisa, karena aku juga gak mau dia terus kabur begitu. Kamu tahu kan Al gimana keras nya om Doni sama dia. Aku tuh takut dia kenapa napa, kalau sampai pengawal papa nya nemuin dia. Makanya aku menyuruh dia untuk berhenti dan menyerah.” Jelas Michele di sertai helaan nafas dalam.
"Lagipula, perjodohan tidak se-mengerikan itu. Kamu lihat sendiri kan bagaimana om Vino begitu memuja Renata. Mereka juga berawal dari perjodohan." imbuh nya.
“Sudahlah, biarkan saja. Aku mau kamu fokus sama kandungan kamu aja. Jangan perduli kan masalah orang lain, cukup doakan yang terbaik untuk mereka.”
“Tapi aku sedih Al, kenapa sekarang mereka pada menjauh. Rara menghilang entah kemana, gara gara singa sialan itu. Renata, ... “ Michele kembali menghela nafas nya dengan berat, “Dan Denis, sekarang begitu juga. Astaga, kenapa aku punya sahabat gak ada yang benar. Hanya aku aja yang paling alim dan bener.” Imbuh nya dengan penuh kekesalan.
Aldi hanya diam, tidak menimpali karena takut melakukan kesalahan. Walau dalam hati sebenarnya ia sangat ingin mengatakan bahwa istrinya itu tak ada bedanya dengan ketiga sahabatnya. Bahkan, bisa di katakan istrinya lah biang utama di balik sifat sahabat nya, benar kan, Michele lah bos-nya di genk itu.
'Iya-in aja, daripada ngambek lagi, aku juga yang susah.' gumam Aldi dalam hati.
.
.
.
.
__ADS_1
Hayoo, masih ada yang mau nanya lagi atau ada yang udah menebak jalan mommy 🙈🙈🤣🤣