
“Sayang, kamu darimana saja hem?” tanya Aldi menyambut kedatangan istrinya di depan pintu utama. Sejak tadi ia menghubungi Michele dan hendak menyusul, namun Michele melarang nya dan menyuruh nya agar menunggu.
“Jalan jalan By. Oh iya, Chila udah pulang?” tanya Michele saat melihat keadaan rumah sudah sepi.
“Sudah, tadi Mike langsung mengantarkan nya ke rumah nya. Ayo masuk,” ajak Aldi langsung mengandeng Michele masuk ke dalam rumah.
***
Sementara itu, Anna dan Rasya serta Chila, kini sedang merebahkan diri di atas tempat tidur dengan posisi hila berada di tengah tengah nya. Tangan mungil itu, sejak tadi terus menggenggam tangan ayah dan bunda nya kanan dan kiri. Sementara mata nya memejam dengan bibir yang terus bergumam.
Yah, Chila sedang berdoa, ia ingin berdoa bersama dengan kedua orang tua nya.
__ADS_1
‘Ya Allah, terimakasih karena engkau begitu baik pada Chila. Chila seneng karena sekarang Chila sudah punya bunda. Ya Allah, Chila mau berdoa lagi, boleh kan ya Allah. Chila mau adik bayi ya Allah, Chila mau biar ada temen bermain. Ya Allah kabulin doa Chila ya Allah, amin.’ Ucap nya selesai lalu ia meng-aminkan doa nya setelah melepas tautan tangan nya pada dua orang tua nya.
“Doa apa tadi hem?” tanya ayah Rasya yang seolah tidak mendengar, padahal ia mendengar suara Chila yang begitu jelas di telinga nya.
“Ada deh, ayah tidak boleh kepo.” Kata Chila terkekeh.
“Eh, siapa yang kepo hah.” Kata Rasya yang langsung menggelitik perut Chila hingga membuat anak itu tergelak karena menahan geli.
“Bunda, tolongin Chila hahaha, ayah stop it, Chila geli hahaha udah, nanti Chila ngompol, ayahhh berhenti ahhahaha!”
“Wle, sekarang Chila punya bunda, wle.” Bukan berhenti, Chila malah semakin meledek ayah nya hingga membuat ayah nya begitu gemas melihat tingkah nya yang begitu lucu.
__ADS_1
“Oh begitu ya sekarang,” goda Rasya yang sedang bersiap hendak kembali menerkam Chila, namun dengan cepat, gadis kecil itu langsung berpindah tempat tepat di belakang Anna.
Jadinya, kini bunda Anna yang berada di tengah tengah dan langsung menatap Rasya dengan dahi berkerut, seolah bersiap memasang badan untuk menjaga Chila.
“Berani, awas nanti tidur!” ancam Anna setengah berbisik, hingga membuat Rasya langsung menjauhkan wajah nya dan memundurkan tubuhnya lebih sedikit ke pinggir.
“Chila curang ah. Sekarang mainnya keroyokan, masa Ayah di keroyok, dua lawan satu, ya curang dong!” keluh Rasya mendengus kesal.
“Iihh, gak curang! Chila sama bunda itu kecil kecil, sedangkan ayah besar, jadi tetap lebih unggul ayah, jadi harus nya yang di sebut curang itu ayah, bukan Chila.Kenapa ayah punya badan nya besar coba,” elak Chila kembali meledek ayah nya.
“Tubuh ayah besar,biar bisa gendong Chila sama Bunda.” Jawab Rasya dan langsung mengedipkan sebelah matanya pada Anna, “Apalagi, bunda kamu itu sangat pemalas, apalagi setelah berolah raga, tingkat kemalasan nya akan meningkat. Jadi kalau ayah gak bisa gendong bunda kamu, dia tidak akan mandi. Nanti bau dan Chila gak bisa deket bunda lagi.” Jawaban Rasya seketika membuat mata Anna langsung membola dengan sempurna.
__ADS_1
“Bukankah begitu Bun Da ... “ tanya Rasya mengedipkan sebelah matanya.
‘Mesuum!’ seru Anna tanpa mengeluarkan suara nya namun matanya menatap tajam pada Rasya yang kini malah nampak menyeringai puas.