
SKIP, WARNING 21++
JANGAN DI BACA PAS PUASA, PLISS!!
Oke, sudah mommy warning yah, jadi HATI HATI dan bijak lah dalam membaca. Walau tidak VULGAR, tapi bisa bikin traveling 🙈🙈🙈
.
.
Anna memilih untuk menonton tv di ruang keluarga. Ia sangat kesal lantaran Rasya tidak mengerti akan keinginan nya. Menurut nya, Rasya begitu egois dan tidak peka. Dan kini, ia melampiaskan kekesalan nya dengan terus memencet tombol remot TV berulang kali.
“Marah?” tanya Rasya yang kini sudah duduk di samping istrinya.
“Doble marah!”cetus Anna masih kesal, namun malah membuat Rasya terkekeh, “Jangan ketawa! Gak lucu!”
“Tapi kamu sangat lucu,” kata Rasya lalu ia merebahkan kepalanya di paha Anna dan matanya terus fokus menatap wajah istrinya yang sedang cemberut kesal, “Nih lihat, bibir nya jadi makin sexxy kan kalau begini, kan jadi pengen.”
__ADS_1
“Kakakkk!” seru Anna semakin kesal.
“Apa sih Sayang, emang gak boleh pengen cium istri sendiri. Masa cium istri orang sih!”
“Berani, nih!” Anna memberikan satu kepalan tangan tepat di depan wajah suaminya.
“Iya iya, bercanda.”
Rasya terus merayu dan mencoba membujuk Anna agar tidak marah. Namun sayang ternyata itu begitu sulit, padahal biasanya sangat mudah. Namun akhir akhir ini, Rasya begitu kesulitan membujuk istrinya bila sedang merajuk seperti ini.
“Sayang ... “ panggil Rasya lagi, namun kini suaranya sudah terdengar berbeda.
Rasya hanya mampu mengulum senyum nya saat melihat istrinya beranjak pergi. Tak ingin menyiakan kesempatan, Rasya segera berlari menyusul Anna dan menarik nya masuk ke kamar sebelah saat Anna hendak membuka handle pintu kamar nya.
“Ada Chila kan di sana?” gumam Rasya lalu mengunci pintu kamar.
“Kakak, modus banget sih!” cetus Anna, namun ia juga tidak bisa menolak keinginan suaminya. Bukan, bukan keinginan suaminya, namun inilah keinginan nya.
__ADS_1
Beberapa hari ini, memang setiap kali Ana merajuk, ia hanya bisa luluh hanya dengan bermain. Dan Rasya dengan senang hati mengajak nya. Dan inilah jurus terakhir Rasya saat sudah merayu dan membujuk Anna namun tak kunjung membaik, hanya dengan sebuah permainan suami istri, maka Anna akan langsung memaafkan nya dan melupakan kejadian sebelum nya.
“Kakak lama!” cetus Anna lalu dengan segera, ia mengambil alih dan memimpin permainan. Tentu saja Rasya ingin tertawa namun juga kagum dengan keahlian Anna yang semakin membaik walau masih agak kaku.
Rasya terus memperhatikan wajah istrinya yang sedang memimpin, sangat lucu dan menggemaskan membuat nya semakin tak tahan. Ia pun segera membalik posisi lagi dan membuat Anna berada di bawah nya.
Awalnya, Anna kecewa, namun ia langsung tersenyum puas saat Rasya memberikan apa yang ia mau. Begitulah setiap permainan, kadang Rasya suka mempermainkan nya, memberikannya harapan agar membuatnya lebih agresif.
“Sudah ngambek nya?” tanya Rasya saat keduanya sudah berhasil mencapai puncak permainan.
“Belum,” jawab Anna ketus dan langsung membelakangi Rasya sambil mengeratkan selimut nya.
“Loh, kok belum sih?” tanya Rasya heran, ia segera memeluk tubuh istrinya dari belakang dan memberikan kecupan kecupan ringan di punggung mulus istrinya, hingga membuat tubuh Anna kembali menegang.
“Kakak, jangan pancing Anna lagi!!” ancam Anna semakin menarik selimut dan hendak menutupinya hingga kepala, namun ia kalah karena Rasya sudah lebih dulu menahan selimut itu.
“Emang kamu bisa di pancing hem?” tanya nya lagi sambil terus menjamah tubuh istrinya.
__ADS_1
“Kakak ... “ Anna menahan nafas nya dan memejamkan matanya dengan kuat, bahkan tak jarang ia sampai menggigit bibir bahwa nya agar suara indah nya tak lagi keluar atau terdengar Rasya.
“Keluarin aja, jangan di tahan,” bisik Rasya begitu merdu di telinga Anna, hingga membuatnya kembali tidka tahan dan akhirnya mereka melanjutkan babak kedua.