
“Disini sangat indah,” gumam Biru yang terus tersenyum.
“Sayang, kamu lihat kupu kupu itu.” kata Langit saat melihat beberapa kupu kupu berterbangan di sekitar nya, kupu kupu yang awalnya dulu hanya satu dan kini sudah berkembang cukup banyak.
“Kenapa? Aku lebih suka melihat kamu daripada kupu kupu itu,” jawab Biru dengan mata yang terus fokus menatap Langit.
“Tapi aku lebih suka melihat kupu kupu dari pada kamu,” ledek Langit terkekeh saat melihat wajah Biru sedikit mendengus.
“Tak apa, kamu tidak harus melihat ke arah ku. Biarkan aku yang selalu melihat kamu, walau itu dari kejauhan tapi aku sudah bahagia bisa melihat kamu.” Jawab Biru tersenyum membuat kekehan di wajah Langit langsung menghilang, “Aku berharap, kamu akan terus tersenyum dan bahagia seperti ini, walau—“
“Jangan katakan apapun yang akan membuat ku sakit.Aku tidak mau, aku hanya mau menghabiskan waktu sama kamu, jangan bicara terlalu banyak. Aku tidak suka!” cetus Langit kembali mendengus.
“Lang, kamu lihat langit itu, begitu cerah dan berwarna biru. Sesuai harapan ku, aku bisa menikmati keindahan langit biru bersama kamu.” Biru mengadahkan kepala nya menatap atap kaca pada taman tersebut, sehingga ia bisa melihat keindahan langit biru yang di hiasi beberapa awan putih.
__ADS_1
“Dan aku berharap bisa terus menikmati nya bersama kamu selama nya,” balas Langit dan langsung menggenggam tangan Biru.
“Andai aku bisa, aku pun juga ingin berharap seperti itu. Tapi aku cukup tau dan sadar diri bahwa harapan ku terlalu besar dan aku takut semakin membuat mu jatuh dan terluka.”
“Biru ... “
“Langit,” Biru langsung memejamkan matanya dnegan cukup erat, ia menggigit bibir bawah nya serta menarik nafas nya dengan dalam, “Bahagia lah, jangan kembali lagi pada dunia kamu sebelum nya. Bahagia lah dan jadilah lebih berguna, kamu—“
“Sayang,” Langit langsung bangkit dari tempat duduk nya saat melihat Biru menjatuhkan kepala nya di meja, “Kita pulang ya!”
“Jangan katakan lagi.” Seru Langit, ia hendak mengangkat tubuh Biru dan segera membawa nya ke rumah sakit, namun dengan cepat Biru menggelengkan kepala nya, hingga akhirnya kini ia terduduk tepat di depan Biru yang sedang bersandar pada meja.
“Berjanjilah bahwa kamu akan bahagia,” pinta Biru yang terus menggenggam tangan Langit.
__ADS_1
“Aku janji akan membahagiakan kamu, kita akan bahagia bersama, aku akan—“ seru Langit yang sudah kehabisan kata kata, bagaimana bisa dirinya berjanji akan bahagia, sementara kebahagiaan nya hanya pada Biru.
Biru dengan cepat menggelengkan kepala nya, “Aku akan bahagia saat melihat kamu bahagia.” Biru masih bisa tersenyum dan menyentuh wajah Langit dengan lembut. Membuat hati Langit terasa semakin perih dan tersayat, sangat menyakitkan saat melihat orang yang kita cintai berada di akhir penantian.
...🦋🦋🦋...
Holla.... Mommy ada rilis judul baru nih. Hanya sebuah cerita pendek. Kayaknya ini cerita terus pendek yang pernah mommy buat. Akan tamat dalam kurun waktu 3-4 hari. Masih anget banget kayak tahu bulat yang di goreng dadakan. Yang belum mampir, boleh yuk mampir 😍😍🥰🥰
Langsung klik profil mommy dan klik judul ini, Jangan lupa tinggalin jejak, kasih mommy lope lope like dan komentar yah 😍😍🥰🥰🥰😘😘
.
.
__ADS_1