HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )

HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )
Melamar


__ADS_3

“Anna, aku tau mungkin ini memang sedikit terlambat. Aku sadari itu, aku terlalu banyak berfikir, dan sedikit egois mungkin,” ujar Rasya sambil Menggenggam tangan Anna.


“Bukan sedikit kak, tapi banyak.” Celetuk Anna memotong perkataan Rasya.


Rasya tersenyum getir, namun masih tetap menggenggam tangan Anna, “Iya, egois ku banyak, sampai aku tega mengabaikan gadis secantik dan sebaik kamu. Maafkan aku,” imbuhnya, dan kini terlihat ia menghela nafas nya panjang, untuk menutupi kegugupan nya.


“Anna, aku bukan seorang penyair atau pun pujangga yang begitu pandai merangkai kata kata romantis. Aku hanya manusia biasa, lebih tepatnya seorang ayah. Aku bukan lah laki laki sempurna, yang bisa memberikan sepenuh cintaku untuk kamu. Cintaku sudah terbagi dengan putri ku, tapi jauh dari dalam lubuk hatiku, aku sudah lama menyimpan rasa ini padamu. Hanya saja, aku tidak memiliki cukup keberanian untuk mengungkapkan isi hatiku. Iya, aku tahu aku terlalu lemah dan pengecut, aku sadari itu karena aku bukanlah lelaki sempurna.”


“Anna, aku masih banyak kekurangan dan aku tidak bisa menjanjikan kehidupan yang sempurna untuk kamu, tapi aku akan selalu berusaha untuk membuatmu bahagia. Cristyana, will you marry me? Izinkan aku untuk menghapus setiap kesedihan mu dan menggantikan nya dengan kebahagiaan.”


Setelah mendengar ungkapan hati Rasya, air mata Anna seketika banjir kembali membasahi pipinya. Benarkah ini nyata? Atau hanyalah mimpi nya semata. Benarkah Rasya yang selama ini sudah menolak nya beberapa kali, kini benar mengatakan isi hatinya? Melamarnya , mengajaknya menikah membangun hidup bersama. Benarkah ini? batin Anna begitu bergejolak antara bahagia dan haru.

__ADS_1


“Ka—kakak benar melamar Anna?” tanya Anna lagi pelan dengan tatapan tak percaya.


“Hemm, mungkin bisa di katakan seperti itu, bagaimana?”


“Kakak yakin, melamar Anna? Bukankah kakak selalu menolak Anna?” tanya Anna dengan polos nya, membuat Rasya terdiam, ia bukanlah laki laki yang pandai membuat kata kata romantis atau rayuan seperti itu. Untuk mengumpulkan keberanian jujur saja, dirinya sudah berusaha keras.


“Apa ini sebuah penolakan?” ucap Rasya bertanya balik.


“Bukan penolakan, berarti kamu menerima?” potong Rasya di iringi dengan senyum menyeringai puas, membuat wajah Anna semakin tersipu, terlebih melihat senyuman di wajah Rasya yang membuatnya mampu melupakan masalah nya.


“Kakak ihh, Anna serius nanya nya!” cetus nya berusaha memalingkan wajah nya agar Rasya tidak melihat wajahnya yang sudah merona bak kepiting rebus.

__ADS_1


Rasya hanya mampu terkekeh melihat tingkah lucu Anna yang menurutnya semakin menggemaskan, kini ia merasa bahwa sudah menemukan sosok Anna yang dulu lagi, “Anna, maaf, bukan maksud aku selama ini menolak kamu. Aku sudah menyukai kamu sejak pertama kita bertemu dulu. Terlebih saat kamu melarang ku untuk merokok waktu itu, aku rasa aku sudah jatuh cinta pada gadis SMP itu, tapi ... “


Rasya kembali menghela nafas nya dengan berat, “Tapi saat aku sudah melakukan kesalahan waktu itu, aku merasa bahwa aku sudah tidak pantas lagi untuk kamu. Aku tidak mau membuat mu dan keluarga kamu malu nanti nya. Maka dari itu, aku berusaha menghindar dan membuang jauh jauh perasaan itu.” Jelas Rasya panjang lebar.


“Lal, apakah kakak bisa? Kakak berhasil melupakan perasaan kakak ke Anna?” tanya Anna kembali di buat penasaran.


“Mana bisa, kalau aku bisa. Aku tidak akan kesini dan menunggu kamu segera pulih, bahkan aku tidak akan mau membuang waktu untuk memesan perhiasan sampai dua kali,” kata Rasya sambil mencubit hidung Anna dengan gemas.


“Kakakk! Sakittt!” rengek Anna dan langsung mengusap hidung nya.


“Jadi bagaimana? Apakah—“

__ADS_1


“Apakah apa? Kaka sudah tahu jawaban nya, jangan banyak tanya lagi. Anna malu!” cetus Anna yang langsung menutup wajah nya dengan selimut saat melihat wajah Rasya yang semakin tersenyum, membuat jantung nya semakin terasa tidak sehat.


__ADS_2