HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )

HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )
Menemui Leon


__ADS_3

“Kak Leon!” seru Anna saat memasuki ruangan private milik Leon, ia langsung berlari dan menjauhkan sebuah pecahan botol dari tangan Leon.


Pyaarrr


“Kakak gila! Kenapa kaka ngulangi itu lagi!” bentak Anna dengan nafas memburu.


Leon hanya menatap datar pada Anna, pikiran nya tidak bisa berjalan. Ia terus menatap, hingga beberapa detik tiba tiba ia tertawa dengan begitu kencang. Ia kembali bergumam, mendekati Anna hingga membuat gadis itu sedikit merasa takut. Namun, ia masih berusaha membujuk Leon agar tidak nekat apalagi mencoba bunuh diri lagi.


Sebisa mungkin, Anna menyingkirkan beberapa benda tajam di sana, melempar nya ke sembarang arah agar tidak berada di dekat Leon.


“Kenapa kamu melakukan ini pada ku?” tanya Leon dengan suara lirih nya, ia menatap bawah dengan pandangan kosong.

__ADS_1


“Kakak, sadar kak. Kakak bisa cerita sama Anna seperti biasa, plis kak, jangan buat Anna takut.” Gumam Anna yang sudah merasa sedikit takut melihat sikap Leon, “Ah atau Anna coba hubungi kak Aldi atau kak Rasya yah,” kata nya lagi, ia merogoh ponsel nya di dalam tas, namun tiba tiba tangan Leon langsung menepis nya hingga membuat ponsel Anna berhambur ke lantai. Anna hendak mengambil nya, namun Loen dengan cepat mencekal tangan nya.


“Kau perempuan murahan!” sentak Leon dan langsung mencengkram dagu Anna, mendorong na hingga membuat tubuh Anna terhimpit tembok.


Deg!


Anna langsung terkejut saat Leon mengatainya perempuan murah, namun keterkejutan nya hilang saat laki laki itu kembali mengeluarkan suara nya.


“Kakak, sadar kak, ini A- Anna. Kaka ini Anna!” pekik Anna dengan nafas tercengkat di tenggorokan. Ia berusaha mendorong tubuh Leon namun tak sanggup. Kekuatan nya tak sebanding dengan kekuatan laki laki itu, terlebih kondisi Leon saat ini tengah mabuk berat.


“Tolonggg!” Teriak Anna di sertai lelehan air mata, leher nya begitu sakit dan takut melihat keadaan Leon. Wajah teduh yang biasa ia lihat itu kini berkilat amarah. Sejak mengenal Leon, baru kali ini ia melihat kemarahan dasyat dari lelaki itu, biasanya Leon masih setengah sadar, ia masih akan mengenali dirinya dan memilih menyakiti diri sendiri. Tapi sekarang, akal waras Leon benar-benar sudah hilang, hingga ia bisa melampiaskan amarah nya kepada Anna.

__ADS_1


“Kakak, A- Anna mohon, lepaskan, kakak menyakiti Anna hiks hiks.”


Aahhhhh


Anna semakin di buat terkejut saat pakaian yang ia kenakan kini di robek paksa oleh Leon, bahkan tas nya kini di lempar entah kemana oleh Leon. Anna tidak bisa berbuat banyak, ia hanya bisa menangis dan berusaha berteriak meminta tolong. Namun siapa yang bisa menolong nya? Ruangan Leon berada di lantai dua dan sangat jarang orang mengunjungi lantai itu.


Nafas Anna rasanya sudah hampir habis, ia hampir kehilangan kesadaran, sejak tadi Leon terus bergumam mengumpat nya, mengeluarkan kata kata kasar sambil terus menatap tubuh nya yang kini hanya terbalut bra serta celana shot pendek.


“Pa-Pa ...” gumam Anna begitu lirih, memejamkan mata hingga membuat air mata nya semakin deras menetes, “Mama, tolong Anna ... “


Bruugg!

__ADS_1


“Bangsattt!!!!"


__ADS_2