
Dengan di natar oleh supir, kini Anna segera menuju sekolahan Chila. Di sana, ia bisa melihat seorang wanita muda cantik dengan rambut khas nya yang selalu di kuncir ekor kuda. Wanita itu menatap ke arah nya dan tersenyum serta melambaikan tangan. Anna menganggukkan kepala nya sekilas, menari nafas panjang, tak lupa mengusap perut nya dan segera melangkahkan kaki ke arah wanita tersebut.
Renata, dialah yang mengirimi nya pesan Chat dan mengajak nya bertemu. Tidak ingin membuat Rasya curiga, Renata mengajak nya bertemu di depan sekolah Chila, karena memang di sekolah Chila tidak bisa sembarang orang bisa masuk jadi Renata hanya bisa menunggu di luar gerbang.
“Maaf Kak, sudah menunggu lama,” ujar Anna tak enak hati.
“Tidak apa Anna, aku sudah cukup senang melihat mu datang kemari,” kata Renata yang terus memasang wajah bahagia nya, “Jadi bagaimana? Apakah kamu bisa membantu ku?”
“Anna tidak bisa berjanji kak, tapi Anna mungkin akan mencoba nya,” tutur Anna pelan walau sedikit takut.
__ADS_1
“Terimakasih Anna, terimakasih. Aku janji, aku tidak akan melupakan kebaikan kamu.” Renata langsung memeluk Anna dengan begitu erat, namun Anna segera melepaskan pelukan itu karena ia tidak menyukai aroma parfum milik Renata.
Renata yang mengerti bahwa saat ini Anna masih dalam fase mengidam pun mengerti karena ia sudah dua kali mengalami hal serupa. Setelah berbincang bincang beberapa saat, kini akhirnya bagi Chila untuk pulang. Anna masuk sebentar ke dalam sekolah dan keluar dengan menggandeng Chila.
“Hay cantik!” sapa Renata langsung berjongkok di depan Chila. Namun gadis itu tak lekas menjawab sapaan Renata, ia masih menatap bingung seolah bertanya tanya kepada bunda nya mengapa ada tante Renata di sini.
Seolah mengerti dengan arti tatapan mata Chila, akhirnya Anna menjelaskan bahwa tante Rena akan mengajak nya jalan jalan. Tentu saja bersama dengan dirinya. Anna juga sedikit menjelaskan siapa tante Renata bahwa dialah sahabat baik mama Michele, dan tentu saja Chila langsung percaya karena yang mengatakan itu bunda nya sendiri.
Mereka sudah cukup lelah bermain, sejak tadi Chila dan Rena menghabiskan waktu hampir dua jam di arena bermain, dengan Anna yang hanya bisa memantau dari jarak dekat dengan duduk duduk dan memperhatikan saja.
__ADS_1
“Chila suka dede bayi ganteng? Bukan cantik kaya Chila?” tanya Renata langsung berubah datar menatap pada Chila.
“Chila suka dede bayi cantik, tapi kalau dede bayi tante kan cowok masa iya ganteng sih hihihi,” celetuk Chila terkekeh namun Renata hanya diam.
“Tapi dede bayi kamu cewek Sayang, anak tante perempuan, dia sangat cantik, lucu dan menggemaskan,” gumam Renata pelan dan kini pandangan matanya menatap kosong.
“Dede bayi Chila belum kelihatan tante. Tapi kalau yang di perut Mama Icel, sudah memang dia laki laki, pasti nanti ganteng kaya papa Adi. Tapi yang di perut bunda masih kecil katanya belum terlihat,” jelas Chila mengingat ingat perkataan para orang tua.
“Dede Vita juga cantik Sayang, dia juga adik nya Chila, dede Vita sangat cantik seperti kamu,” kata Renata lagi sambil menatap pada Chila begitu dalam.
__ADS_1
“Vita? Kok waktu itu mama Icel manggil nya Vito?” tanya Chila heran.
“Vita Sayang, dia Vita, dia perempuan, cantik kaya Chila, lucu kaya Chila dan sangat menggemaskan. Nanti rambut nya juga akan panjang kaya rambut Chila,” kata mama Renata tersenyum, namun entah kenapa Chila malah merasa sedikit takut melihat senyuman di wajah tante Renata. Walau begitu, Chila masih berusaha untuk tetap tidak takut dan percaya bahwa memang tante Renata adalah orang baik, dan tidak akan menyakiti nya.