
Sepanjang malam, Michele tidak bisa memejamkan matanya. Ia memikirkan bagaimana caranya agar bisa membawa Chila bertemu dengan Renata. Sementara besok, Rasya dan Anna sudah pulang dari bulan madu nya. Ia begitu gelisah,hingga membuat Aldi yang tidur di sebelah nya merasa terganggu.
“Sayang, kamu kenapa hem?” tanya Aldi dengan lembut saat membuka mata dan mendapatkan istrinya belum juga tidur.
“Hah, e—enggak kok. Gapapa, Cuma gak bisa tidur aja, masih kepikiran sama drakor,” alasan Michele dengan senyum lebar nya membuat Aldi percaya dan menggelengkan kepala nya.
Sebelum hamil, Micele begitu gila kaan drama luar Negeri, dan setelah hamil, istrinya itu semakin gila. Pernah kejadian belum lama, tepatnya saat pernikahan Rasya dan Anna, Michele tiba tiba menangis karena menurut nya, yang seharusnya mendapatkan bunga itu adalah Mike. Entah kesurupan darimana, tiba tiba Michele ingin melihat Mike dan Chila berfoto dan duduk di pelaminan. Saat di tanya, Michele hanya menjawab, ia hanya ingin menonton live seperti drama yang habis ia tonton sebelum nya di drama korea, entah drama mana dan apa judul ya, Aldi tidak tahu, namun ia cukup frustasi karena kejadian itu, dan dirinya terpaksa harus tidur di luar selama dua hari.
“Sudahlah, kamu harus istirahat. Kalau kamu gak tidur, maka anak kita juga tidak akan tidur, dia pasti sedang gelisah juga seperti mama nya,” kata Aldi mengusap perut Michele ynag sudah mulai terlihat sedikit bulat sedikit.
Michele menganggukkan kepalanya, lalu ia memeluk suaminya dan menenggelamkan wajah nya di dada bidang Aldi, mencari tempat ternyaman agar mimpinya indah.
__ADS_1
****
“Ayaahhh! Bundaaa!” teriak Chila langsung berlari begitu kencang saat melihat kedatangan ayah dan bunda nya.
“Aduuhh, anak Ayah makin berat yah!” celetuk Rasya yang langsung mengangkat tubuh Chila ke dalam gendongan nya.
“Kan Chila makan nya banyak banyak!” kata Chila merentangkan kedua tangan nya dan tergelak saat ayah nya terus menghujani nya dengan ciuman.
Dan untuk kepergian Mike, terpaksa harus di tunda dua hari lagi karena harus menunggu kepulangan ayah Farel dan bunda Crystal yang saat ini masih ada di luar kota.
“Jangann!” seru Chila yang langsung turun dari gendongan Rasya dan meminta Anna agar menggendong nya.
__ADS_1
Dan dengan senang hati, Anna segera menggendong Chila dan menghujani nya dengan ciuman hingga membuat anak kecil berumur tuju tahun itu semakin kegelian.
“Kok ayah sama bunda berdua aja?” tanya Chila seperti melihat lihat ke arah belakang seolah mencari sesuatu.
“Memang nya mau berapa orang Sayang?” tanya bunda Anna tersenyum dan kembali menciumi wajah Chila dengan gemas.
“Dede bayinya mana? Kata mama Icel, Ayah sama Bunda, nanti pas pulang akan membawa adik bayi, makanya Chila seneng mau ketemu adik bayi.” Jelas Chila nampak antusias membuat Anna dan Rasya langsung terdiam dan saling menatap.
“Kan kata mama Icel, ayah sama bunda mau membuat adik bayi, jadi tidak boleh di ganggu. Makanya, Chila gak ganggu biar adik bayinya segera jadi, mana Bunda. Mana adik bayi Chila,” rengek Chila mengguncang bahu bunda Anna hingga membuat Anna semakin frustasi.
“Sayang—“ Anna bingung bagaimana harus menjelaskan nya kepada Chila. Sementara Rasya, ia memilih segera menarik koper nya dan meminta tolong pada Mike agar membantu nya, meninggalkan Anna yang masih terlihat kebingungan menjawab pertanyaan dari Chila.
__ADS_1
‘Kak Michele bener- bener, SESAD!’ geram Anna menyimpan dendam pada kakak sepupunya satu itu.