HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )

HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )
Baby Victor


__ADS_3

Setelah mendengar penjelasan dari dokter bahwa keadaan Anna semua baik dan tidak ada kesalahan apapun, Aldi dan Rasya langsung terdiam. Keduanya saling menatap lalu menghela nafas bersamaan. Mereka memutuskan untuk kembali ke ruangan karena tadi Aldi sudah mendapat notif pesan dari istrinya bahwa papa Tian sudah datang.


“Tuh, mereka datang! Papa bisa tanya langsung sama mereka!” kata Michele menyambut kedatangan Aldi dan Rasya bersama Chila.


“Bundaaaa!” teriak Chila langsung menghampiri Anna dan menaiki brankar.


“Kata Dokter bunda sudah sembuh. Gapapa kalau bunda gak inget sama Ayah, tapi bunda harus inget sama Chila. Chila gak mau bunda lupain Chila. Ayo bunda, nanti Chila ajak jalan jalan biar bunda inget lagi sama Chila.” Kata Chila panjang lebar sambil memeluk lengan bunda nya.


“Maafin Bunda ya,” gumam Anna membalas pelukan Chila.


Deg!

__ADS_1


Saat mata Anna tanpa sengaja bertemu pandang dengan mata Rasya. Tak bisa di pungkiri bahwa wanita itu merasa sedikit takut. Terlebih saat melihat raut wajah Rasya kini hanya datar dan terkesan dingin tidak ada kehangatan sama sekali. Apakah dia marah? Batin Anna.


“Huuffttt! Ann—“


“Anna mau sendiri dulu. Ah maksud ku sama Chila, maaf. Papa pulang saja, Anna tahu papa pasti capek baru pulang.” Usir Anna, ia enggan menatap kakak dan suaminya.


Untuk papa Tian, Aldi dan Michele, mereka mengerti dan langsung keluar. Namun Rasya? Ia masih memilih untuk bertahan masih dengan menatap istrinya dengan ekspresi yang sulit di jelaskan.


“Kakak ih, lepasin!” kata Anna karena kini ia juga sedang memangku bayinya.


“Ayah, kasian dede Vicktor!” seru Chila membuat Rasya langsung melepaskan pelukan nya.

__ADS_1


“Vicktor?” gumam Rasya menatap istri dan anaknya.


“Iya, tadi bunda bisikin ke Chila. Iya kan Bun,” tatap Chila tersenyum senang.


“Kamu masih marah sama aku?” tanya Rasya menatap mata Anna, “Katakan bila iya, aku tidak akan marah. Aku sadar kalau ini semua kesalahan aku, tapi—“ Rasya menghela nafas nya berat, “Aku mohon, jangan siksa aku terlalu lama. Apalagi berpura pura seperti tadi, kamu membuat ku takut. Jangan lupakan aku, jangan lupakan kami.” Lagi lagi, Rasya kembali memeluk tubuh istrinya dan menghujani nya dengan ciuman.


“Iya, aku mau marah sama Kakak. Tapi gak bisa,” gumam Anna, kini matanya melirik ke bahwa, dimana putra nya sejak tadi menatap ke arahnya yang sedang di peluk oleh ayah nya.


“Anna kesal, kenapa dia hanya mirip sama kakak. Kenapa wajah nya tidak ada kemiripan sama sekali dengan Anna. Padahal, Anna yang mengandung dan melahirkan nya. Kenapa wajah nya foto copy an kakak semua! Dari mata, alis, hidung, bibir semuanya mirip kakak! Terus Anna kebagian apa!” cetus wanita itu memberengut, membuat Rasya langsung terkekeh lega.


Memang benar, baby Vicktor sangat mirip dengan Rasya. Bahkan, mama Lily sampai membawa foto bayi Rasya agar di sandingkan dengan baby Vicktor dan hasilnya sama. Itulah yang membuat Anna sedikit kesal, awalnya ia hanya ingin mengerjai Michele yang membahas soal pacaran, padahal sendirinya dulu sangat centil dan berani menembak Aldi terlebih dulu.

__ADS_1


“Gapapa Bunda, Bunda mirip sama Chila saja. Gapapa dede Vicktor nya mirip Ayah, kan dede nya laki laki. Bunda perempuan jadi mirip sama Chila saja, jangan ngambek lagi ya bunda,” celetuk Chila begitu polos membuat Rasya semakin terkekeh, namun ia lega karena pada akhirnya kini Tuhan sudah mengembalikkan keluarga nya.


__ADS_2