HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )

HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )
Nego


__ADS_3

“Kak Rasya ... “ panggil Michele dengan sedikit membuka pintu ruangan Rasya.


Rasya yang melihat kepala Michele hanya muncul sedikit, langsung mengerutkan dahinya, namun hanya sebentar, karena setelah itu dia kembali fokus pada layar monitor di depan nya.


Merasa tidak mendapatkan respon, akhirnya Michele memberanikan diri untuk masuk dan menghampiri meja kerja Rasya. Dirinya ingin meminta maaf, dan tentu saja karena ingin bernegosiasi. Dirinya di larang menemui Chila, enak sekali laki laki itu bicara. Mana bisa Michele tidak menemui Chila, dia pasti akan sangat merindukan tuyul pesek nya.


“Kakak marah sama Michele?” tanya Michele persis seperti anak kecil yang sedang di marahi oleh orang tua nya.


“Chel ... kenapa kamu membiarkan dia memberikan boneka itu pada Chila? Kamu tahu sendiri, dari dulu aku selalu menolak pemberian mereka, apa kamu pikir aku tidak sanggup membeli boneka seperti itu? Aku bisa membesarkan Chila sendiri, aku bisa mencukupi semua kebutuhan nya selama ini. Aku gak suka dengan cara kamu Chel!” kata Rasya panjang lebar dan akhirnya mengeluarkan semua unek unek nya.


Ya memang benar, selama ini, Vino tidak pernah absen mengirimkan hadiah atau uang untuk Chila. Namun, Rasya tidak pernah mau menerima nya, dan ia akan menyuruh pembantu nya agar membawa barang barang itu ke gudang dekat kamar pembantu, agar Chila tidak melihat nya.

__ADS_1


Bukan tanpa alasan Rasya melakukan itu. Saat Chila berumur satu tahun, Renata dan Vino sempat datang di acara ulang tahun nya. Walau awal nya, Rasya tak mengizinkan, namun saat melihat keadaan Renata, ia tak tega dan akhirnya mengizinkan. Namun apa? Kebaikan nya malah di balas bencana oleh tante Susy.


Tante Susy mengatakan bahwa Rasya miskin dan tak mampu mengurus anak nya sendiri. Sampai harus menuntut menantu dan anak nya untuk memberikan uang. Luka di hati Rasya yang sebelum nya belum mengering, saat itu kembali bernanah dan semakin parah. Harga diri Rasya sebagai seorang laki laki dan ayah di ragukan olej tante Susy. Jelas saja Rasya semakin sakit dan dendam. Dan sejak saat itu, Rasya langsung memutus semua akses agar keluarga Renata dan Vino tidak bisa menemui Chila lagi. Dan sejak itulah, keadaan Renata semakin parah. Dia sampai dua tahun lebih depresi dan menolak bertemu mama nya sendiri.


Namun, meski Rasya menutup akses dari Vino dan Renata, tapi keahlian Vino memang tidak bisa di ragukan. Nyatanya, laki laki itu tetap bersikeras selalu mengirimkan sesuatu ke rumah baru Rasya. Entah darimana Vino mendapatkan nomor rumah serta nomor ponsel nya. Namun Rasya tidak pernah menanggapi nya.


“Maaf Kak, waktu itu tu kami gak sengaja ketemu di Mall. Dia lagi di Indonesia, eh bukan lagi tapi sudah pulang. Dan beberapa hari yang lalu Michele menemui Rena,” gumam Michele dengan begitu lirih, “Kak, Renata Sudah melahirkan anak keduanya, tapi—“


“Aku tidak perduli Chel, lebih baik kamu keluar. Kamu fokus sama keluarga kamu, kandungan kamu dan suami kamu. Jangan lagi memperdulikan aku atau pun Chila apalagi dia, keluarlah.” Usir Rasya sudah enggan menatap Michele.


Rasya menghela nafas nya berat, inilah jurus andalan Michele. Menangis, ia begitu tahu kelemahan Rasya, “Baiklah, temui Chila tapi jangan pernah kamu bawa dia keluar rumah lagi. Atau pun ke rumah kamu, aku gak mau. Kalau kamu mau nemuin dia, kamu yang datang ke rumah. Aku gak akan ngizinin Chila keluar selain sekolah, tidak ada bantahan!” kata Rasya dengan tegas membuat Michele tidak jadi menangis namun malah memanyunkan bibir nya kesal.

__ADS_1


‘Pelit banget sumpah!’ gumam Michele pelan namun masih bisa di dengar oleh Rasya.


“Gak usah jadi aja kalau gitu!” saut Rasya, tiba tiba.


“Eh, enak aja! Ya udah iya iya iyaaaa!” seru Michele cemberut lalu ia pergi keluar dari ruangan Rasya dan kembali ke ruangan suaminya.


Cklek!


"Lupa," celetuk Michele masih memanyunkan bibirnya saat membuka pintu ruangan Rasya kembali.


Awalnya Rasya hanya mengerutkan dahi karena bingung, dan berfikir mungkin ada barang Michele tertinggal. tapi ternyata dugaan nya salah.

__ADS_1


Braakkk!


Yah, Michele lupa untuk membanting pintu sebagai ungkapan bahwa ia marah dan kesal kepada Rasya.


__ADS_2