HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )

HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )
Bertemu Vino


__ADS_3

“Om Vino!” pekik Michele tertahan saat melihat seorang laki laki bertubuh tegap dan gagah sudah berdiri di depan nya.


“Bagaimana kabar kamu?” tanya Vino mengulurkan tangan nya untuk berjabatan, dan Michele segera membalas nya, “Wah, Mike kamu sudah semakin besar yah,” imbuhnya saat bersalaman dengan Mike sambil terkekeh.


Mike hanya menanggapi nya dengan senyum simpul, sementara itu, seorang gadis yang merasa asing dan tidak mengenal siapa Vino, ia hanya diam dan sesekali memiringkan kepala nya menatap Vino yang begitu tinggi sambil menggaruk kepala nya.


“Ini temen nya Mama?” tanya Chila polos membuat Michele dan Vino langsung tersadar dan menatap Chila bersamaan.


“Ah, i—iya Sayang. Ini teman mama, kenalan dulu yuk,” kata Michele memberikan isyarat pada Vino agar mendekati Chila.


“Om bukan orang jahat kan?” tanya Chila lagi dengan polos.


“Tentu saja tidak Sayang, kalau dia jahat, mama tidak akan mau berteman dengan nya.” Jawab Michele dengan mengangkat kedua bahunya, “Om ini tidak jahat, hanya saja sedikit menyebalkan,” bisik Michele Langsung terkekeh.


“Hay cantik, siapa nama kamu hem?” tanya Vino yang kini sudah berjongkok di depan Chila dan berpura pura mengajak nya berkenalan.


“Arsyla Om, tapi panggil nya Chila saja, biar imut dan lucu kata mama Icel,” jawab Chila dengan polos nya membuat Vino langsung terkekeh.

__ADS_1


“Boleh om duduk disini?” tanya Vino menunjuk sebelah kursi Chila yang masih kosong, tepatnya berada di tengah tengah antara Chila dan Michele.


“Boleh Om, ini bukan kursi Chila kok.” Jawab nya yang semakin membuat Vino merasa gemas.


Chila menggeser sedikit kursinya lebih dekat ke arah Mike, sementara Michele dan Vino sedikit mengobrol soal kabar dan cerita keseharian nya.


“Bagaimana Renata? Apakah dia sudah melahirkan?” tanya Michele sambil kembali melanjutkan makanan nya.


“Sudah, dan dia sekarang ada disini. Maka dari itu, aku kemari karena ingin mencari sesuatu,” kata Vino seketika membuat Michele langsung tersedak saos sambal.


“Makanya, makan jangan rakus!” seru Mike kesal namun tetap memberikan minuman kepada kakak nya.


“Udah, anak kecil diem aja.” Saut Michele malas menanggapi ucapan Mike, lalu ia kembali menatap ke arah Vino yang wajah nya malah terlihat seperti menyembunyikan sesuatu.


“Om, gak ada apa apa kan? Rena gapapa kan? Anak kalian juga gapapa kan?” tanya Michele penasaran saat melihat raut wajah Vino.


“Anak kami gapapa Cel, Cuma—“

__ADS_1


“Cuma apa?” desak Michele semakin penasaran.


“Ada sedikit masalah sama Rena,” jawab Vino sedikit berat, “Kalau kamu ada waktu, bisakah kamu datang berkunjung dan—“


“Dan apa? Ngomong aja sih om, kenapa? Rena kenapa? Astaga, om, kamu itu buat jiwa kepo ku meronta tau gak!” cetus Michele begitu kesal.


“Dia seperti mengalami trauma setelah melahirkan. Dia tidak pernah mau keluar kamar, bahkan tidak ada yang boleh menyentuh bayinya, dia selalu merasa ketakutan setiap kali ada yang mendekati bayi kami, terlebih mama nya. Dia akan menangis, bahkan berteriak apalagi mama nya datang ingin menemui anak kami.” Jelas Vino menghela nafas nya berat, “Aku bingung Cel, dia tidak membiarkan siapapun untuk menyentuh bayi kami, kecuali aku dan dia.”


“Apakah ini ada kaitan nya dengan kejadian yang dulu?” tanya Michele sedikit lirih sambil menggigit bibir bawah nya.


“Aku rasa begitu, makanya dia takut, kamu kamu sendiri kan, bagaimana down nya dia saat kejadian itu. Butuh beberapa tahun sampai akhirnya ia mau menerima semua kenyataan ini.”


Michele tahu bagaimana kesedihan Vino saat ini, ia juga mengerti bagaimana takutnya Renata kepada mama kandung nya. Sejak kelahiran Chila tuju tahun yang lalu, renata memang sedikit stres dan tidak mau berinteraksi dengan siapapun, termasuk mama kandung nya.


Renata baru sembuh tiga tahun yang lalu, baru ia bisa menerima keadaan dan meng-ikhlaskan Chila untuk Rasya sepenuhnya. Dan sejak itu ia baru siap hamil lagi, dua kali mengalami keguguran dan kini ia baru berhasil melahirkan anak nya dan Vino.


‘Ya Allah Ren,’ gumam Michele dalam hatinya, hingga tanpa sadar air matanya lolos, dada nya begitu sesak membayangkan nasib sahabat nya.

__ADS_1


__ADS_2