HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )

HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )
Surga'nya Chila?


__ADS_3

Sejak pertengkaran nya saat itu, Anna semakin dingin dan acuh terhadap Rasya dan Chila. Dia lebih sering menghabiskan waktu nya di dalam kamar dan mengunci nya. Sementara itu, Rasya juga nampak diam dan tidak terlalu memikirkan nya, ia hanya fokus kepada Chila.


“Ayah sama Bunda bertengkar?” tanya Chila pelan saat berada di meja makan, jarak tempat duduk antara ayah dan bunda nya sangat jauh, bahkan dirinya merasa seperti asing di antara kedua orang tua nya.


“Tidak Sayang,” jawab ayah Rasya, namun bunda Anna hanya terdiam dan menikmati makanan nya.


“Ayah, Chila mau menginap di rumah mama, boleh?” tanya Chila menundukkan kepala nya.


“Sayang, kenapa kamu ingin menginap di rumah mama Icel?” tanya Rasya, pasal nya ini bukan hari libur.


“Chila mau main sama dede bayi nya mama Icel,” jawab Chila mencoba tersenyum pada ayah nya.


Ya, Rasya tahu bahwa kini Chila sedang bersedih. Ia pasti sedih melihat ayah dan bunda nya bertengkar maka dari itu Chila ingin mengungsi ke rumah mama nya.

__ADS_1


“Chila, kenapa tidak coba menginap di rumah Mami saja?” celetuk Anna di sela makan nya.


Sontak hal itu kembali memancing amarah Rasya, tanpa sadar ia sampai menggebrak meja makan dan membanting piring nya.


Braakk!


Prangg!


“Astagfirullah, Ayah!” pekik Chila terkejut dan langsung menatap ayah nya dan sesekali melirik ke arah bunda Anna.


“Chila, Sayang, mami Renata juga mami kamu. Dialah yang melahirkan Chila Nak,” imbuh Anna semakin mengundang amarah rasya.


“Anna hentikan!” sentak nya lagi.

__ADS_1


“Tante Renata? Mami nya dede Vito?” Chila bertanya menatap bunda nya.


“Iya Sayang, mami kamu lagi sakit. Dia butuh Chila.”


“Anna, jangan menguji kesabaran ku!” seru Rasya namun tak di hiraukan oleh Anna.


“Ayah, benarkah Mami nya dede Vito juga mami Chila?” tanya Chila menatap ayah nya dengan mata berkaca-kaca.


“Sayang, jangan dengarkan bunda Nak, Chila—“


“Chila hanya ingin mendengar jawaban dari Ayah. Benarkah mami Vito, maminya Chila juga? Orang yang sudah mengandung dan melahirkan Chila? Benarkah mami nya Vito yang selama ini Chila cari, jawab ayah? Hiks hiks. Benarkah surga Anna ada di tante Renata? jawab Ayah." Air mata Chila semakin tak tertahan, membuat Rasya tak bisa berkata kata lagi, ia segera menghampiri putri nya dan memeluk nya dengan erat.


Sementara itu, Anna memilih pergi meninggalkan meja makan dan menuju kamar. Bohong bila ia tidak sakit setelah kejadian ini. Sudah cukup lama ia memendam semuanya sendiri, ia hanya ingin memberitahu pada Chila akan kenyataan dan juga ingin Renata sembuh. Ia cukup tahu bahwa suaminya masih begitu sakit hati, namun itu bukan kesalahan Renata, kesalahan itu ada pada ibunda nya Renata. Dan menurut Anna, Renata juga tidak berhak mendapatkan karma sejauh ini, luka nya juga tak kalah berat dengan Rasya, dan kini ia sedang berusaha untuk menyatukan semuanya, walau ia tahu caranya sedikit salah dan menyakitkan. Namun ia berharap bahwa usaha nya kali ini tidak akan sia sia.

__ADS_1


“Aauuwhh, shhhh!” Tubuh Anna Langsung luruh ke lantai saat sudah berada di dalam kamar nya, ia memegang perut nya dan menggigit bibir bawah nya cukup kuat.


Usia kandungan yang semakin tua, dan banyak nya pikiran membuat perut nya sering kali terasa kaku dan kram. Namun ia berusaha baik baik saja di depan Rasya.


__ADS_2