HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )

HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )
Hati Arshyla


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, kini kesehatan Anna sudah semakin membaik. Satu minggu lalu, dirinya sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit, dan kini ia sudah bisa fokus mengurus dua anak nya dan juga suami.


“Sayang, maafin bunda yah. Kamu pasti sangat takut saat itu, maafin bunda yang malah—“


“Enggak Bunda. Bunda jangan menyalahkan diri bunda terus, ini kan kemauan Chila. Kata Papa, apapun yang terjadi, Chila harus siap dan harus ikhlas. Dan sekarang, insyaallah Chila ikhlas kok, Chila sudah lega karena sudah tahu siapa yang melahirkan Chila. Meskipun bunda bukan ibu kandung Chila, tapi sayang nya Chila ke bunda jauh lebih besar daripada ke Mami. Bunda jangan begitu lagi, jangan buat Chila takut lagi, Chila gak mau bunda kenapa-napa.” Kata Chila panjang lebar membuat hati Anna begitu terenyuh, ia pun segera memeluk tubuh mungil itu dengan erat, menyalurkan kerinduan dan ke khawatiran yang selama ini ia rasakan.

__ADS_1


“Bunda juga sayang banget sama Chila. Terimakasih, karena Chila sudah mengerti dan tidak dendam atau pun marah kepada Oma. “


“Iya bunda, kata guru ngaji Chila, kita tidak boleh dendam kepada orang yang menyakiti kita. Apalagi itu keluarga kita, biarlah mereka membenci kita, menyakiti kita, tapi kita bisa serahkan itu sama Allah, iya kan bunda? Allah kan sayang sama Chila, biarkan Allah yang akan membuka pintu hati Oma untuk Chila, tapi—“ gadis itu menundukkan kepalanya, ia menarik nafas nya sedikit berat.


Apakah mungkin,Allah benar akan membuka pintu hati oma Susy untuk menerima nya. Bahkan kini mendadak Chila menjadi ragu, mengingat kembali bagaimana perlakuan oma Susy saat itu padanya.

__ADS_1


“Amin, tapi kalau pun tidak. Chila juga gapapa, bunda benar, Chila masih punya banyak yang menyayangi Chila. Chila gak akan sedih lagi hanya karena satu orang, Chila tidak akan mengecewakan bunda dan Ayah, Chila janji.”


Anna tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya paa Chila, tanpa keduanya sadari, di balik pintu, Rasya berdiri sambil menggendong baby Vicktor. Ia sedikit tertampar mendengar perkataan istri dan anaknya.


Chila, anak sekecil itu bisa memiliki pemikiran yang dewasa dan luwes, ia tidak menyimpan dendam kepada oma Susy, bahkan gadis kecil itu mendoakan agar oma nya suatu saat bisa menerima nya. Itu berarti Chila masih mengharapkan kebaikan oma Susy, Rasya tahu itu akan sangat sulit, tapi ia terharu karena putrinya masih mendoakan wanita tua jahat itu.

__ADS_1


Kini, ia merasa sedikit malu karena dirinya tidak bisa memiliki hati selapang putrinya. Hingga kini, Rasya masih menyimpan dendam mendalam kepada wanita tua itu, ia belum bisa memaafkan nya begitu saja walaupun ia sudah berusaha, namun ternyata sulit. Setiap kali ia mengingat bagaimana mulut wanita itu bersuara menghina putri nya, hatinya masih begitu sesak dan sakit.


__ADS_2