HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )

HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )
Kabar duka


__ADS_3

“Mami,” gumam Chila begitu lirih saat melihat kedatangan mami nya bersama papi Vino dan adik Vito.


“Sayang,” Renata ragu untuk mendekat kepada Chila, namun dengan cepat Chila mengembangkan senyum nya dan segera menghambur memeluk mami kandung nya.


“Chila kangen banget sama Mami,” gumam Chila sampai meneteskan air mata.


Sejak kejadian hampir satu tahun yang lalu, memang mami Renata memutuskan untuk kembali ke Dubai karena oma Susy terkena struk. Ia sadar bahwa kehadiran nya memang hanya untuk menambah luka pada putrinya, akhirnya Renata memutuskan untuk mengalah dan pergi. Dan saat ini, ia sudah sangat merindukan Chila hingga akhirnya ia putuskan untuk pulang sekaligus untuk ikut merayakan ulang tahun baby Faaz.


“Anna, Michele,” gumam Renata pelan saat matanya bertemu dengan mata sahabat nya.


“Apa kabar Ren,” Michele dan Anna bergantian untuk memeluk dan bersalaman dengan Renata. Sementara Vino, ia memilih untuk duduk dan memangku putra nya, bersama dengan Chila yang sudah duduk di samping nya.


“Baik,”jawab Renata tersenyum, lalu ia menatap ke arah Anna, menggenggam tangan nya cukup lama, “Anna, maafin aku yah. Dan terimakasih sudah menjadi bunda yang baik untuk Chila.” Imbuh nya dengan mata berkaca kaca.

__ADS_1


“Kak, Chila itu juga putriku.Sudah sepatut nya aku menjaga nya dengan baik,”jawab Anna dengan lembut, alu keduanya kembali berpelukan, “Aku juga harusnya meminta maaf, atas nama kak Rasya karena saat itu sudah—“


“Tidak An, memang itu kesalahan mama ku. Dia memang sudah sangat kelewatan, dan sekarang dia sudah sadar. Maka dari itu aku kesini untuk menyampaikan permintaan maaf dari mama untuk kalian.” Ucap Renata menghela nafas nya sedikit berat.


“Memang nya Oma dimana Mi? Kok gak ikut?” tanya Chila yang sejak tadi menyimak obrolan bunda dan mami nya, akhirnya ikut turut bicara.


“Oma—“ Renata menundukkan kepala nya, menarik nafas panjang ia begitu susah untuk menjawab pertanyaan Chila.


“Doakan semoga Oma Susy di tempatkan di sisi terbaik-Nya ya Sayang,” jawab papi Vino membuat Chila, Anna dan Michele langsung tersentak.


"A—apakah Oma meninggal ka—karena Ayah?" tanya Chila pelan dengan nada sedikit bergetar.


"Bukan Sayang, setelah kejadian itu, Oma sudah sembuh. Tapi saat karena dia jatuh dari tangga karena nyelametin adik Vito, jadinya dia langsung koma dan tidak lama meninggal." jelas Vino mengusap lembut kepala Chila.

__ADS_1


"Ka—kapan?" tanya Michele menatap Vino.


"Seminggu yang lalu, ada pendarahan di otak'nya karena sebelumnya Mama jatuh dari tangga." jelas Vino semakin membuat hati Chila sedikit sesak.


Anna tahu, meskipun Renata kecewa dan marah kepada mama nya, namun dia tetaplah ibu kandung nya. Orang yang telah melahirkan Renata dan mengasuhnya selama ini. Dan meskipun bibir Renata mengulas senyum, pasti jauh di dalam lubuk hatinya pasti sangat terluka dan kehilangan.


“Mami jangan sedih yah, Insya’Allah, Chila akan selalu mendoakan oma supaya Allah mengampuni dosa dosa nya dan mendapatkan tempat terindah, di sisi-Nya.” Ucap Chila langsung memeluk mami nya dengan erat.


Seketika itu juga, air mata Renata semakin tak kuasa ia tahan. Ini Chila, cucu dari mama nya yang tak pernah dia akui, cucu yang selalu ia hina dan caci. Cucu yang tidak pernah ia anggap keberadaan nya, dan yang terakhir kalinya sudah dia sakiti. Tapi lihat, gadis kecil itu dengan mudah nya mau memaafkan oma nya, walaupun Renata tau sendiri bagaimana terluka nya Chila saat itu. Tapi dia masih tetap memaafkan oma nya dan mendoakan nya. Hati Renata terasa begitu sakit, sesak dan malu.


“Terimakasih Sayang, terimakasih,” hanya itu yang bisa Renata ucapkan di sela isak tangis nya.


‘Bunda bangga sama kamu, Nak.’

__ADS_1


“Mama bangga sama kamu, Sayang.’ Gumam Michele dan Anna dalam hati saat melihat bagaimana Chila yang begitu mudah memaafkan orang yang sudah sangat menyakiti nya.


__ADS_2