
Holaa semuanya, sebelumnya, mommy mau minta maaf kalau ada salah kata atau apa sama kalian. Mommy mau ngucapin selamat berpuasa untuk yang menjalankan. Semoga, puasa tahun ini kita di lancarkan dan lebih baik dari sebelumnya.
.
.
.
Flashback!
“Ayah, lihat deh boneka Chila. Bagus kan?” ucap Chila memamerkan boneka barunya, ini adalah boneka yang dulu sangat ia inginkan, namun sayang dulu ia belum sempat memiliki nya karena bunda Anna telat. Boneka itu sudah habis dan tidak ada lagi di pasaran.
Dan kemarin, ia mendapatkan nya dari seseorang, tentu saja Chola dengan senang hati menerima nya. Bahkan, di boneka itu tepat nya di bagian dada ada nama dan wajah nya yang tengah tersenyum lebar. Bukankah itu sangat lucu dan menggemaskan?
“Sayang, kamu dapat darimana lagi, astaga?” Rasya berdecak, ia tak habis pikir bahwa anak nya begitu pintar dalam hal merayu seseorang agar membelikan nya mainan baru.
__ADS_1
“Ihh, Chila gak minta loh ya Ayah. Chila di kasih, katanya kado. Ya sudah, daripada di kasih orang, jadi Chila terima saja, kan kasian om nya sudah beli, jadi sayang kalau Chila menolak nya.” Jelas Chila panjang lebar.
“sayang, om Mike itu masih sekolah loh. Kamu jangan minta sama om ya,” kata Rasya yang menebak bahwa boneka itu dari Mike, adik Michele.
“Ihh, ini bukan dari om Mike, Ayah.”’
“Lalu dari om siapa?” tanya Rasya mengerutkan kening nya curiga, pasalnya, tidka ada lagi yang Chila panggil Om selain Mike.
“Om siapa ya? Chila lupa namanya Ayah. Tapi dia teman mama Icel, om nya baik banget, dia juga beliin Chila es krim, terus ayam kriuk kriuk yang ayah gak kasih itu, terus –“ seolah tersadar dari ucapan nya yang terlewat batas, akhirnya Chila langsung terdiam dan menutup mulut nya dengan tangan.
“Chila, kamu makan ayam itu lagi? Sama apa aja? Ayah kan sudah bilang, jangan makan itu, itu gak sehat!” ucap Rasya frustasi.
‘Michelee,’ geram nya menahan kesal.
“jadi, sekarang katakan, itu om siapa yang ngasih boneka?” tanya Rasya mash mencoba bersabar.
__ADS_1
“Bentar ayah, Chila lagi inget inget!” kata Chila dnegan kesal seolah sedang berfikir, “Ah iya, om Vino!” seru nya dengan senyum lebar saat sudah berhasil mengingat nama Vino.
Ya, boneka itu memang dari Vino. Saat mereka bertemu di mall saat itu, Vino sudah berjanji akan memberikan nya boneka kesukaan Chila. Dan, paginya Chila sudah menerima kiriman boneka dari om Vino. Chila sangat bahagia, dan selama beberapa hari, ia selalu memeluk boneka itu, dan kini setelah beberapa hari berlalu, Chila baru memberitahukan kepada ayah nya.
Tentu saja Rasya sangat marah, saat dirinya kembali mendengar nama Vino. Krena itu berarti akan ada Renata dan tante Susy. Seketika darah Rasya mendidih, tangan nya mengepal dan rahangnya mengeras. Namun, ia tak ingin memperlihatkan nya pada Chila. Ia memilih segera pamit pada Chila dan melampiaskan kekesalan nya di lain tempat.
Flashback off.
“Michele dan Chila ketemu sama Vino? Berarti—“ gumam Aldi ikut merasakan sesak dan takut tentu nya.
“Hem, mulai sekarang tolong larang Michele untuk datang ke rumah. Aku gak mau dia membawa Chila diam diam dan menemui mereka.” Kata Rasya dingin, dan Aldi hanya mampu menganggukkan kepalanya, ia tak bisa menolak keputusan Rasa karena Chila adalah anak nya.
Setelah mengatakan itu, Rasya segera pamit dan pergi. Sementara itu, Michele yang mendengar semua pembicaraan Rasya dan Aldi langsung keluar begitu ia melihat Rasya menghilang dari balik pintu.
'Belum juga ngomong, udah dapet larangan begini. Terus gimana coba?' gumam Michele merasa sedih, karena usaha nya gagal sebelum di coba.
__ADS_1