
Hari yang di tunggu tunggu telah tiba. Kini, adalah hari pernikahan Rasya dan Anna. Sesuai keputusan Anna dan juga Rasya, mereka tidak mau memakai usul dari mama Lily. Mereka hanya ingin pesta biasa tidak terlalu mewah namun bisa terlihat berkesan.
Awalnya, mama Lily ingin mengundang lima ribu tamu undangan, namun Rasya tidak mau. Ia juga memikirkan kesehatan Anna yang tidak boleh terlalu lelah. Akhirnya, Rasya dan Anna hanya mengundang, keluarga, teman dekat dan beberapa kolega bisnis nya, yang mana tamu itu tidak mencapai seribu orang, namun itu sudah sangat membuatnya lelah.
“Apa kamu lelah?” tanya Rasya saat sudah berada di dalam kamar hotel bersama Anna.
“Sedikit, kaki Anna sakit ... “ ringis nya sambil sesekali memijit kaki nya yang memang terasa sangat pegal.
“Maaf yah, udah buat kamu lelah dan sakit begini,” kata Rasya lembut, lalu ia duduk di depan Anna, lebih tepat nya berjongkok di hadapan gadis itu dan memijit mijit kakinya.
“Kakak, jangan!” serunya berusaha menghindarkan tangan Rasya dari kaki nya, namun Rasya tetap tidak memperdulikan nya.
Hingga beberapa saat, “Apakah sudah lebih baik?” tanya nya mendongak menatap wajah Anna.
__ADS_1
“Heem, terimakasih,” jawab Anna tersenyum malu malu.
Rasya pun segera bangkit dan membantu Anna melepaskan riasan di kepala nya, “Anna bisa sendiri kak.”
“Biarkan, aku juga bisa melakukan nya kok,” Dengan perlahan penuh kelembutan, Rasya melepaskan satu persatu hiasan di kepala nya, lalu ia membantu Anna untuk membuka gaun nya.
“Ka- kakak! A—anna bisa sendiri,” cegah nya sambil memeluk gaun nya, membuat Rasya tersenyum.
“Enggak, kakak aja yang duluan. Anna mau bersihin make up, nanti pas kakak sudah selesai, gantian Anna.” Jawab Anna sedikit gugup.
Rasya hanya mengangguk dan menurut, ia segera masuk ke kamar mandi, meninggalkan nya yang kini terlihat begitu lega saat melihat punggung Rasya menghilang di balik pintu kamar mandi.
‘Huuhhm jantung, kenapa kamu selalu begini sih. Oke Anna, mulai sekarang kamu adalah seorang istri. Dih, istri,” gumam nya terkekeh sendiri saat mengingat kini statusnya sebagai seorang istri.
__ADS_1
‘Astaga, istri hihihi, aku gak percaya aku udah menikah dengan kak Rasya. Ya Tuhan, terimakasih. Terimakasih karena kini engkau sudah mengabulkan doa doa ku selama ini, tapi aku masih tidak percaya bahwa ini nyata.’
Anna terus bergumam cekikikan seorang diri di depan cermin meja rias, ia kembali membayangkan kembali saat saat yang lalu, dimana dirinya dan Rasya mengucapkan janji suci di hadapan pendeta dan para saksi.
Cklek!
Lamunan Anna seketika ambyar saat mendengar pintu kamar mandi yang di buka, menandakan bahwa suami nya sudah menyelesaikan acara mandi nya. Dan kini, tugas nya untuk mandi lalu melanjutkan acara malam pertama.
Oh tidak, membayangkan kembali malam pertama, membuat jantung Anna semakin berdetak tak karuan. Wajah nya kini sudah memerah dan ia semakin gugup saat melihat pemandangan di depan nya kini.
Rasya, ia hanya keluar dengan menggunakan handuk yang ia lilitkan di pinggang. Menampilkan betapa gagah nya tubuh yang bertelanjang dada itu. Dada yang begitu bidang dan perut sixpack, membuat Anna tanpa sadar menelan saliva nya beberapa kali.
“Mandilah, aku sudah menyiapkan air hangat untuk kamu, agar tubuh kamu lebih rilex.” bisik Rasya lalu ia mengecup pipi Anna sekilas, yang mana membuat tubuh Anna semakin menegang hebat.
__ADS_1