HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )

HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )
Oma Susy


__ADS_3

“Mami, adik Vito nya mau jatuh!” teriak Chila panik saat melihat adik Vito yang sedang senang senang nya berguling ke sana sini hingga membuat Chila yang berjaga di samping kasur ketakutan.


“Aduh, Vito jangan gitu dong. Kakak nya takut,” ujar Renata terkekeh lalu segera mengangkat tubuh baby Vito dan memindahkan nya ke kasur lantai, begitupun dengan Chila yang ikut turun ke bawah.


“Huhh, Vito gak boleh gitu lagi ya, nanti kalau sudah besar sudah bisa lari, baru nanti jalan jalan main sama kakak.” Kata Chila begitu gemas dengan adiknya.


“Iya kakak, maafin dede Vito ya,” ucap mami Renata menirukan suara anak kecil membuat Chila langsung terkekeh.


Keduanya asik bermain dengan baby Vito hingga tanpa terasa jam sudah menunjukkan angka sembilan. Papi Vino sudah pulang dari olah raga nya, mami Renata pun akhirnya pamit untuk menyiapkan pakaian papi Vino dulu.


Ya, kini Chila sudah mulai membiasakan diri memanggil Vino dengan sebutan papi. Berada di kasur lantai, membuat Chila sudah tidak takut lagi akan dede Vito yang jatuh. Chila terus mengajak baby Vito bermain hingga membuat bayi itu tergelak.


Drrtt Drrtt Drrtt

__ADS_1


“Ayah!” pekik Chila begitu senang saat mendapatkan panggilan suara dari ayah nya. Chila memang membawa ponsel, namun sejak dirinya berada di rumah mami Renata, ayahnya tidak pernah menelfon nya, Chila tahu bahwa ayahnya marah. Dan kini ia begitu senang saat ayahnya mau menelfon nya.


Sambil mengobrol bersama ayahnya, Chila juga mengawasi baby Vito. Bahkan Chila nampak lebih fokus kepada baby Vito di banding ayah nya, “Iya Ayah, Chila baik- baik aja kok, iya ya Vito ya, kakak disini iya>’ gumam Chila sambil mengajak bicara baby Vito.


Untuk sesaat Rasya sempat bernafas lega, karena ternyata putrinya baik baik saja. Bahkan Chila nampak begitu bahagia bersama Vito adiknya. Hingga, saat tiba tiba Rasya mendengar suara seseorang yang paling ia benci.


“Untuk apa kamu disini? Siapa yang membawa mu kemari? Apakah kau juga sudah di buang oleh ayah mu sampai kamu harus kesini hah!” sentak nya tiba tiba dengan suara yang cukup tinggi. Tentu saja hal itu membuat Chila terkejut dan spontan melepaskan ponsel nya hingga mengenai kaki baby Vito.


Baby Vito langsung menangis dengan kencang saat merasakan kakinya sakit, sontak hal itu membuat wanita paruh baya itu semakin murka. Ia lekas mengambil baby Vito dari samping Chila dan menatapnya dengan penuh kebencian.


“Ma—maaf Oma,” cicit Chila dengan mata yang sudah basah.


“Jangan panggil aku dengan sebutan itu, apa kamu pikir aku ini oma kamu hah! Jangan mimpi!”

__ADS_1


Rasya yang mendengar anak nya mendapat perlakuan seperti itu, ia segera membuka pintu kamar dengan kasar. Ia sudah tidak memperdulikan bila pintu itu rusak atau apa. Bahkan ia tidak melihat Anna yang berada di tangga dan terus memanggilnya. Isi kepalanya hanya penuh dengan suara tangis Chila yang begitu menggema memenuhi kepalanya.


Sakit, sesak, itulah yang ia rasakan saat ini. Ia merasa bahwa kejadian bertahun tahun silam kini terulang kembali. Bila dulu hanya dirinya yang harus merasakan sakit itu, tapi kini putri nya juga harus merasakan apa yang ia rasakan dulu. Dan inilah yang paling ia takutkan, ia tidak menyukai hal seperti ini, mendengar tangis Chila membuat dunia Rasya seolah runtuh. Putrinya yang ia rawat dengan susah, sejak kecil bahkan bayi, kini di perlakukan kasar oleh orang lain, rasanya Rasya sangat ingin membawa pistol atau mungkin golok untuk membantai nyawa orang tersebut.


.


.


.


.


Kepala mommy masih pusing, tapi baca komen kalian bisa buat hiburan buat mommy. Makasih sudah mau mampir dan nyempetin komen., walau komen nya ada yang marah2 🙈

__ADS_1


Sabar yah, inget puasa 🙈🙈🙈


__ADS_2