HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )

HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )
Wangsit


__ADS_3

Setelah mengantarkan Chila ke sekolah, kini Rasya segera menuju rumah sakit. Semalaman, dirinya juga tidak bisa memejamkan matanya karena terus kepikiran dengan Anna.


“Al .. “ sapa Rasya yang melihat Aldi tengah duduk di kursi luar bersama Michele.


“Papa masih di dalam, dan dia tidak akan membiarkan siapapun masuk, termasuk aku.” Ucap Aldi Menghela napas nya dengan berat, “Anna itu ibarat nyawa nya papa. Sejak mama Cristy meninggal, ia sudah cukup terpuruk, dia tidak mau menikah lagi karena mau fokus mengurus Anna. Dia selalu memperlakukan Anna bak seorang putri kerajaan, apapun yang Anna mau pasti akan di berikan. Dan melihat putrinya di perlakukan seperti ini, membuat nya sangat terpukul. Sejak semalam, papa terus menyalahkan dirinya sendiri karena gagal menjaga Anna.”


Rasa hanya diam, ia mendengarkan semua isi hati Aldi. Mungkin, bila keadaan Chila seperti Anna, Rasya juga tidak akan memaafkan siapapun. Rasya bahkan akan melakukan hal lebih,bisa saja dia membunuh orang tanpa perduli bagaimana ke depan nya.nn


“Termasuk, saat papa tahu kalau Anna mencintai kamu.”


Deg!!


Rasya langsung menatap Aldi, terkejut, "Papa merasa, cinta putrinya kini sudah terbagi. Berat Ras, papa bilang padaku sangat berat melihat putrinya sudah tumbuh dewasa dan bisa memiliki perasaan lebih kepada lawan jenis nya. Tapi papa juga tidak bisa berbuat apapun, mengekang nya, itu sama saja dengan menghambat kebahagiaan Anna. Dan papa tidak mau itu."


“Papa menunggu kamu Ras. Menunggu kamu siap, tapi sampai sekarang kamu juga belum siap.” Imbuh Aldi tersenyum getir, “Papa bukan type orang yang ada di pikiran kamu. Apapun demi putrinya pasti akan ia dukung, terlebih saat kecelakaan saat itu, papa tahu itu. Papa ingin menjauhkan kamu dengan Anna, bahkan papa ingin membawa Anna untuk kembali tinggal di luar negri, tapi Anna menolak karena masih ingin bertahan merjuangin kamu sekali lagi.”

__ADS_1


“Tapi aku gak tahu bagaimana setelah kejadian ini, aku rasa papa benar benar akan membawa Anna.” Imbuh nya panjang lebar membuat hati Rasya semakin perih saat mendengarnya.


Tanpa menunggu lagi atau menjawab ucapan Aldi, kini Rasya nekat menerobos masuk ke dalam ruang perawatan Anna. Ia bisa melihat bagaimana om Tian tengah terlelap dengan tangan yang masih menggenggam tangan Anna.


Rasya menghela napas nya dnegan berat, lalu ia menghampiri brankar itu dengan perlahan, tanpa berniat membangunkan om Tian. Namun ia salah, nyatanya om Tian yang mendengar suara pintu terbuka, membuat nya terusik dan langsung membuka mata.


“Siapa yang menyuruh mu masuk!” tanya Tian dengan Raut wajah datar dan dingin.


“Maafkan saya Om,” gumam Rasya lirih, matanya masih menatap Anna dengan tatapan sendu nya, “Tapi tolong izinkan saya bicara dnegan Anna sebentar saja om.”


“Tidak Om, saya ingin bicara dengan Anna, sebentar saja.”


“Dia belum sadar!”


“Dia akan sadar Om.”

__ADS_1


Tian nampak kesal dengan Rasya yang terus menjawab ucapan nya. Rasya hari ini sangat berbeda dengan Rasya sebelum- sebelum nya, karena setau Tian, Rasya tidak pernah membantah ucapan nya. Namun, dia pun akhirnya mengalah dan memilih keluar dari ruangan Anna. Terlebih memang dirinya juga belum istirahat sejak kemarin.


“Awas kalau sampai putri ku kenapa napa!” ancam Tian sebelum akhirnya ia kelar dari ruang perawatan Anna.


Cklek!


Aldi langsung beranjak dari duduk nya saat melihat papa nya keluar dari ruangan Anna.


“Kok Papa keluar? Aldi pikir Rasya yang akan papa usir, tapi malah terbalik,” kata Aldi seraya menahan tawa nya melihat wajah papa nya nampak kesal.


“Kenapa kakak mu itu sekarang kurang ajar pada ku! Dia menyuruh ku keluar, dan dia terus membantah omongan ku!” kata Tian berdecak, lalu ia mendudukkan dirinya pada kursi tunggu.


“Bukan kurang ajar Pah, tapi berani. Dia tidak takut di pecat sebagai calon mantu sama papa,” saut Michele terkekeh, “Tapi Michele yakin, biar bagaimana pun, papa gak akan melarang hubungan mereka, dan Michele berharap, mereka akan segera bersatu setelah kak Rasya mendapatkan wangsit nya.”


“Sayang, kamu ini ckck!” Aldi hanya menggelengkan kepala nya saat mendengar candaan dari istrinya, walau begitu, ia lega karena papa Tian akhirnya bisa sedikit tersenyum dan tidak terlalu lama larut dalam kesedihan nya tentang Anna.

__ADS_1


__ADS_2