HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )

HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )
Pulang


__ADS_3

Kini, Anna sudah di perbolehkan untuk pulang. Satu minggu sekali, psikiater akan datang ke rumah nya untuk melihat perkembangan Anna. Dan masalah Leon, dia sekarang sudah pergi ke luar negri bersama keluarga nya. Tian sudah berpesan, jangan sampai Leon menampakkan diri di hadapan Anna, atau dirinya akan kembali memberikan pelajaran kepada nya. Awalnya, Tian akan menjebloskan Leon ke dalam penjara, namun karena larangan Aldi akhirnya ia menyerahkan urusan Leon pada anak sulung nya.


Aldi melepaskan Leon, namun ia belum bisa memaafkan nya. Dan Leon pun juga menerima nya karena ia sadar bahwa dirinya salah. Karena karena kesalah pahaman, dirinya tega menyakiti Anna. Dan kini, dirinya sedang menikmati masa penyesalan seumur hidup nya.


“Bagaimana keadaan kamu sekarang?” tanya Rasya sambil mengusap tangan Anna, saat ini dirinya berada di dalam kamar Anna berdua, namun pintu masih tetap terbuka, dan tak jauh dari kamar itu, Aldi, Michele dan Chila tengah duduk di sofa sambil bercerita.


Anna menggelengkan kepala nya pelan, “Gak tau.”


“Kok gak tahu? Masih sakit?” tanya Rasya menyentuh leher Anna yang sudah tidak memakai perban. Luka nya sudah cukup kering, namun masih berbekas dan mungkin masih akan terasa sedikit nyeri.


“Gak tau,” jawab lagi lagi begitu lirih, matanya sejak tadi masih berputar menatap sekeliling, ia seperti kurang percaya bahwa kini dirinya sudah berada di dalam kamar nya sendiri.

__ADS_1


“Anna, hey, apa yang kamu cari hem?”


“Gak tau,” jawab nya lagi sama seperti sebelumnya, membuat Rasa kembali menghela nafas nya berat.


“Oh iya, apa kamu menyukai ini?” tanya Rasya mengalihkan perhatian Anna, kini matanya sudah menatap ke tangan nya yang kini sudah tersemat sebuah cincin berwarna silver dan tengah di pegang oleh Rasya.


“Ini punya siapa? Anna tidak pernah memakai cincin disini,” gumam Anna seolah berfikir mengingat kapan dirinya membeli cincin itu.


“Rasya? Apakah ini dari kakak? Kapan kakak memberikan nya pada Anna? Anna gak pernah nerima? Kok namanya Rasya? Kan nama ku Anna?” tanya Anna panjang lebar dan masih belum mengerti maksud nya Rasya.


“Bukankah kamu yang minta dulu?” tanya Rasya tersenyum lega karena sudah bisa mendengar suara Anna yang cukup panjang.

__ADS_1


“Kapan Anna meminta, Anna—“ ia langsung berhenti saat tersadar dari memori ingatan nya beberapa tahun silam.


“Kamu yang meminta nya kan? Sebenar nya, aku sudah membelinya cukup lama, mungkin beberapa bulan sejak kamu meminta nya, tapi karena suatu masalah, aku tidak lagi berani memberikan padamu. Kamu sudah lebih dulu ninggalin aku, dan aku hanya bisa menyimpan nya.”


“Dan saat waktu kita di Mall waktu itu, saat aku izin untuk ke toilet, aku mengambil cincin ini lagi.”


“Kakak mengambil cincin di toilet!” pekik Anna terkejut dan langsung membungkam mulut nya.


“Astaga!” Rasa langsung mengambil cincin nya yang terjatuh, “Bukan begitu, kamu lupa toko tempat dimana kamu dan Chila membeli baju itu, ada toko perhiasan, dan kebetulan juga di sana aku memesan cincin ini. Cincin ini aku desain ulang dan diperbesar ukuran nya karena sudah pasti gak akan muat kalau aku berikan cincin yang dulu.” Jelas Rasya Panjang lebar sambil menghela nafas panjang.


“Kakak melamar Anna?” tanya Anna polos dan begitu saja saat Rasya kembali menyematkan cincin di jari manis nya.

__ADS_1


“Menurut kamu?”


__ADS_2