
Setelah selesai, keduanya langsung terkapar dengan nafas yang masih memburu. Rasya menari selimut untuk menutupi tubuh polos istrinya dan juga dia. Tak lupa, ia menyelipkan sebelah tangan nya untuk di jadikan bantal kepala Anna dan tangan satu lagi ia gunakan untuk memeluk pinggang istrinya.
“Kakak ... “ panggil Anna lagi, tangan nya sibuk membuat gambar abstruk di dada bidang Rasya yang terlihat polos.
“Hemmm ... “ jawab Rasya yang sudah setengah mengantuk juga lelah, matanya sudah terpejam namun ia masih setengah sadar.
“Kakak gak mau jelasin apa gitu sama Anna? Kenapa Chila gak boleh keluar rumah akhir akhir ini?’ gumam Anna begitu pelan membuat Rasya langsung tersadar dan membuka matanya lebar.
“Anna kan istri kakak, bunda nya Chila, kenapa kakak gak mau cerita kalau memang kakak ada masalah hem? Kenapa kakak—“ tiba tiba saja Anna terisak hingga membuat Rasya langsung panik.
“Sayang, maaf ... jangan menangis, oke sssttt!” Rasya semakin mengeratkan pelukan nya, tak jarang juga ia memberikan kecupan kecupan ringan di kepala Anna.
__ADS_1
“Mereka kembali, Sayang. Mereka datang lagi, dan aku gak mau mereka bertemu dengan Chila, hanya itu.” Kata Rasya lirih dan semakin mengeratkan pelukan nya.
Anna terdiam sebentar, ia masih mencerna dengan kata Mereka yang di maksud oleh suaminya. Dan setelah beberapa saat, otak nya sudah mullai paham dengan siapa yang di maksud oleh Rasya.
“Saat kamu di rumah sakit, aku bertemu lagi sama dia, dia ingin menemui Chila. Aku gak mau!” ucap nya lagi tegas namun sedikit bergetar.
“Tapi kan kak Rena ibu kandung Chila, ke—“
Michele sudah bercerita padanya tentang keadaan Renata selama ini, ia cukup simpatik, namun ia juga bingung bagaimana lagi, karena luka di hati Rasya juga sudah cukup banyak di berikan oleh ibu Renata.
“Kakak bertemu sama kak Rena?” tanya Anna dan Rasya hanya membalas nya dengan anggukan kepala.
__ADS_1
“Dan Chila sudah ketemu sama Vino, bahkan laki laki itu memberikan boneka pada Chila, aku tidak menyukai nya tapi Chila menyukai nya.” Cicit nya pelan.
“Kak, biarkan saja. Bisakah kakak melupakan semua dendam dan sakit hati kakak? Maksud Anna, begini, Anna tahu kakak sakit tapi—“
“Tapi apa? Kamu tidak akan tahu rasanya Sayang. Sakit, sangat sakit, dan aku takut kalau sampai manusia keji itu bertemu dengan Chila dan menyakiti putri ku. Sudah cukup aku yang sakit, aku tidak akan membiarkan putri ku sakit!” kata Rasya dengan tegas dan menatap Anna dengan tajam.
“Tapi kak, belum tentu—“
“Kamu gak ngerti An, kamu gak akan ngerti. Kamu belum kenal siapa manusia satu itu, kamu gak akan pernah tahu!” seru Rasya dengan nafas memburu, selalu setiap kali ia mengingat orang yang bernama Susy yang tak lain adalah ibu kandung Renata, emosi nya selalu naik. Rasa sakit di hatinya kembali meledak, dan ia tidak bisa mengontrol emosi nya lagi.
“Kakak ...” cicit Anna pelan, ia merasa bersalah.
__ADS_1
“Kamu istirahat ya, aku akan mandi.” Kata Rasya lembut, ia mengecup kening dan bibir Anna sekilas, lalu ia beranjak dan pergi menuju kamar mandi. Walau wajah Rasya masih terlihat lembut dan tenang,namun Anna juga tahu bahwa Rasya tengah menahan marah.