HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )

HOT DADDY ( Bukan Duda, Bukan Perjaka )
Ke kantor


__ADS_3

Hari itu, Michele sengaja mengikuti suaminya ke kantor agar bisa bertemu dengan Rasya. Sudah beberapa hari sejak pertemuan nya dnegan Renata saat itu, Michele semakin bingung dan dilema. Ia merasa Sangat kasihan kepada Renata, namun ia juga ragu ingin bicara pada Rasya.


“By, memang nya, kak Rasya belum datang?” tanya Michele saat memasuki ruangan suaminya.


“Belum Sayang, dia masih harus mengantarkan Chila ke sekolah dulu.” Jawab Aldi sambil melepaskan jas nya dan menggantung nya di tempat biasa, “Ada apa sih? Kamu dari semalam kayaknya pengen banget ketemu sama dia?” tanya Aldi mengerutkan dahinya.


“Jangan bilang, kamu ngidam pengen nostalgia sama mantan!” tiba tiba saja Adi merasa sedikit cemburu dengan Rasya. Padahal, dulu Michele juga pernah mengidam hal aneh, yaitu ingin makan siang bersama Chila dan Rasya tanpa dirinya, namun dirinya merasa biasa saja. Dan kini, entah mengapa dirinya merasa sedikit cemburu saat Michele terus mencari Rasya.


“Astagfirullah By,” ucap Michele langsung memukul bahu suaminya dan mengusap perut nya yang kini sudah terlihat sedikit buncit, “Ide kamu boleh juga.” Sambung nya hingga membuat Aldi langsung menganga terkejut.


“Hehehe, enggak Sayang, enggak! Bercanda aja kok,” rayu Michele langsung bergelayut manja di lengan suaminya, “Aku Cuma pengen minta izin aja sama dia.”


“Aku suami kamu loh yank, kenapa kamu minta izin sama dia!” cetus Aldi semakin kesal, namun ia masih berusaha sabar.


“Tapi kamu bukan ayah nya Chila!” seru Michele langsung menatap tajam pada suaminya, “Jangan bilang kamu ikut nanam modal dulu!”

__ADS_1


“Astagfirullah, mulut kamu!” geram Aldi langsung mencubit bibir Michele karena merasa gemas.


“Kamu yang mulai kok!” saut Michele tak kalah gemas dengan suaminya.


Saat keduanya tengah berdebat dan tak ada yang Mengalah. Saat itu juga Rasya masuk ke ruangan Aldi untuk menyerahkan beberapa data yang di minta Aldi kemarin. Memang, bisa saja ia menyuruh asisten nya untuk memberikan berkas itu, namun pagi tadi, saat dirinya baru sampai di sekolah Chila, ia mendapat pesan chat dari Aldi, bahwa Michele tengah mencarinya.


Maka dari itu, disinilah ia saat ini, menyaksikan perdebatan suami istri atau calon orang tua sambil bersedakap tangan di dada dan menyandarkan tubuh nya di pintu, “Mau sampai kapan ribut nya? Aku banyak kerjaan loh,” celetuk Rasya tiba tiba membuat perdebatan antara pasangan suami istri itu terhenti.


“Ya udah sana kerja. Ngapain coba disini, kakak udah gak punya asisten!” sentak Michele menatap Rasya dengan kesal.


“Tau ah, aku kesel, nyesel aku ikut kesini!” Sambil memegang perut nya, Michele segera masuk ke dalam ruang pribadi milik Aldi yang biasa ia gunakan untuk istirahat.


“Cepet banget"," tegur Aldi menyuruh Rasya agar masuk.


“Kamu bilang, Michele ingin ketemu, makanya aku buru buru. Dan juga kau pengen bicara sama dia.” Kata Rasya dengan wajah yang sudah berubah datar dan dingin.

__ADS_1


“Bicara apa?” tanya Aldi langsung mengerutkan dahi saat melihat perubahan wajah pada saudara nya.


Rasya menghela nafas nya dengan berat, “Ada sesuatu yang ingin ku tanyakan sama dia.”


“Iya, apa? Katakan?” tanya Aldi semakin penasaran.


“kapan Michele membawa Chila bertemu dengan Vino!” katanya dengan wajah datar nya, membuat Aldi semakin terkejut.


Benarkah istrinya bertemu dengan Vino? Bukankah ia masih ada di dubai? Kapan dia kembali? Apakah kalau Vino kembali, berarti bersama Renata? Apakah Chila sudah bertemu dengan Renata? Itulah yang ada di benak Aldi dan Rasya.


.


.


Oh iya, mommy mau kasih info, di bab 48 judul ( Rayuan Chila ) ada tambahan, yang seharusnya 1 bab sebelumnya. Boleh baca ulang yah. biar nyambung dri bab 47nnya 😪 mommy baru sadar bahwa ada part ilang, dan pas di cari ternyata 1 bab ketinggalan jadi mommy sambung di bab 48

__ADS_1


__ADS_2